EFESUS 2:10
Nas Ini
Setelah dua ayat yang merobohkan setiap alasan untuk membanggakan diri, "bukan hasil usahamu, supaya tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri," Paulus tidak berhenti pada nol. Ia melanjutkan: "Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Yesus Kristus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya supaya kita bisa hidup di dalamnya." Tiga gerakan dalam satu kalimat. Pertama, siapa kita: hasil kerja tangan Allah, bukan hasil kerja tangan kita sendiri. Kedua, di mana kita dibentuk: di dalam Kristus, tempat orang mati dihidupkan dan didudukkan bersama Dia. Ketiga, untuk apa: pekerjaan baik yang sudah lebih dahulu disiapkan, seperti jalan yang sudah dibuka sebelum kaki kita menginjaknya. Ayat ini menutup argumen tentang anugerah, lalu membuka pintu ke arah hidup sehari-hari.
Inti
Kata yang Paulus pakai untuk "buatan" adalah poiema, karya yang dibuat seorang perajin, akar dari kata "puisi" dalam bahasa kita. Anda bukan proyek yang Anda kerjakan sendiri; Anda adalah karya yang sedang dikerjakan Allah. Itu menghapus dua ilusi sekaligus. Ilusi bahwa kita menyelamatkan diri lewat prestasi rohani, dan ilusi bahwa karena keselamatan gratis, perbuatan menjadi tidak penting. Paulus menolak keduanya dalam satu tarikan napas: kita diselamatkan bukan oleh pekerjaan baik, tetapi sungguh-sungguh diselamatkan untuk pekerjaan baik. Perhatikan kata kerja terakhirnya: bukan "menghasilkan" pekerjaan baik, melainkan "hidup di dalamnya." Perbuatan baik bukan beban yang kita angkat, melainkan ruang yang kita huni, sudah disiapkan, sudah ditata, tinggal ditempati. Anugerah tidak melumpuhkan tangan; anugerah membebaskannya untuk bekerja tanpa panik.
Benang Merah
Kata "diciptakan" di sini bukan pilihan sembarangan. Paulus memakai kosakata Kejadian, tempat Allah membentuk manusia dari debu dan menaruhnya di taman dengan pekerjaan yang sudah menantinya: mengusahakan dan memelihara. Pola itu tidak berubah, hanya dipulihkan. Yang di pasal ini disebut mati dalam pelanggaran, dibentuk ulang di dalam Kristus, dan diberi kembali sebuah taman untuk dikerjakan. Dan Paulus belum selesai: beberapa ayat kemudian karya tangan Allah itu ternyata sebuah bangunan, "seluruh bangunan sedang dipersatukan bersama dan bertumbuh menjadi Bait Suci dalam Tuhan." Jadi pekerjaan baik Anda bukan proyek pribadi yang berdiri sendiri; itu satu batu yang sedang dipasang pada tempatnya di dalam rumah yang sedang Allah dirikan bagi diri-Nya sendiri.
Cermin
Ayat ini melukai dua jenis orang, dan mungkin Anda keduanya sekaligus. Yang pertama: Anda yang diam-diam menilai diri dari daftar. Pelayanan yang Anda pegang, anak-anak yang bertumbuh baik, jam kerja yang panjang, semuanya membuktikan bahwa Anda layak. Ayat ini mencabut bukti itu dari tangan Anda dan berkata: Anda karya, bukan pengarang. Yang kedua: Anda yang lelah dan yakin hidup Anda terlanjur terlalu biasa untuk berarti. Kepada Anda ayat ini berkata bahwa pekerjaan baik itu tidak perlu Anda ciptakan; sudah disiapkan, kemungkinan besar berbentuk orang-orang yang tinggal serumah dengan Anda dan rekan kerja yang menyebalkan itu.
Hari ini: ambil ponsel Anda, pilih satu orang yang paling gampang Anda lewati minggu ini, dan kirim satu pesan konkret, bukan basa-basi, tanyakan apa yang bisa Anda kerjakan untuknya pekan ini.
Nas Sejajar
Filipi 2:12-13 berdiri seperti cermin ayat ini: Paulus menyuruh jemaat mengerjakan keselamatan mereka dengan sungguh-sungguh, lalu segera menjelaskan alasannya, yaitu bahwa Allahlah yang bekerja di dalam mereka, baik kemauan maupun pelaksanaannya. Perintah dan anugerah tidak bersaing; yang satu bertumpu pada yang lain. Dan di Kejadian 2, manusia pertama tidak diminta merancang taman, hanya merawat taman yang sudah ditanam Allah. Dua nas ini menjaga kita dari salah paham yang paling umum tentang Efesus 2:10: seolah "sudah dipersiapkan" berarti kita boleh menunggu. Tidak. Persiapan Allah bukan alasan untuk duduk, melainkan jaminan bahwa kaki kita tidak melangkah ke ruang kosong.
Tokoh Utama
Yang bergerak sepanjang perikop ini bukan kita. Kita mati, berjalan mengikuti jalan dunia, memuaskan keinginan daging. Lalu datang kalimat yang membalikkan segalanya: "Akan tetapi, Allah, yang kaya dengan belas kasih." Ia menghidupkan, membangkitkan, mendudukkan, menciptakan, mempersiapkan. Ini bukan potret majikan yang menagih target, melainkan perajin yang mencintai bahannya. Perhatikan ayat 7: Ia melakukan semua ini supaya kelak Ia dapat menunjukkan kekayaan anugerah-Nya. Allah bermaksud memamerkan kebaikan-Nya, dan yang Ia pamerkan adalah kita, orang-orang yang dulu tidak punya apa-apa untuk ditawarkan. Yang mengejutkan bukan bahwa Ia menuntut pekerjaan baik dari kita, melainkan bahwa Ia repot-repot menyiapkannya lebih dahulu.
Pertanyaan
Kalau pekerjaan baik itu sudah dipersiapkan sebelumnya, apa yang terjadi pada yang saya lewatkan? Pada tahun-tahun ketika saya sibuk dengan diri sendiri, pada percakapan yang saya hindari, pada orang yang berdiri di depan pintu saya dan tidak saya bukakan? Paulus tidak menjawab, dan saya tidak mau berpura-pura ia menjawab. Kehilangan itu nyata; ada kebaikan yang seharusnya terjadi lewat tangan Anda dan tidak terjadi. Tetapi perhatikan siapa yang menyiapkan. Kalau jalan itu rancangan Allah dan bukan rancangan Anda, maka kegagalan Anda melukai, namun tidak menggagalkan rencana-Nya. Itu bukan penghiburan murah. Itu alasan untuk berhenti meratapi kemarin dan mulai melangkah hari ini.
Refleksi
Pekerjaan baik apa yang selama ini Anda anggap sebagai bukti nilai diri Anda, dan apa yang berubah bila itu ternyata ruang yang disiapkan, bukan prestasi yang Anda raih?
Siapa yang Allah tempatkan begitu dekat dengan hidup Anda sehingga Anda tidak lagi melihatnya sebagai bagian dari "pekerjaan baik" itu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 2:10
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 2:10?
Tentang apakah EFESUS 2:10?
Apa konteks historis dari EFESUS 2:10?
Apa yang EFESUS 2:10 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 2:10 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Sebab, melalui Dia, kita berdua memiliki jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh." Perhatikan kata "kita berdua". Yahudi dan bukan Yahudi, yang dulu dipisahkan tembok, kini berdiri di pintu yang sama. Kamu tidak punya jalan masuk yang lebih istimewa daripada orang yang sulit kamu terima itu. Kalian masuk bersama, atau tidak sama sekali.
Bahkan ketika kita mati dalam pelanggaran-pelanggaran kita, Ia menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus." Perhatikan: bukan sakit, bukan lemah, tetapi mati. Orang mati tidak bisa memberi apa-apa, tidak bisa menawar, tidak bisa memperbaiki diri lebih dulu. Jadi kalau hari ini kamu merasa terlalu jauh untuk dijangkau, ingatlah bahwa Allah memulai justru di titik itu.
Bapa, aku ingin mengingat dari mana aku datang. Dulu aku ada di luar, disebut orang asing, tidak punya tempat. Tetapi Engkau tidak membiarkan aku tinggal di sana. Jaga hatiku supaya jangan pernah memandang rendah orang lain yang Kaupanggil juga.
Bapa, ada bagian dalam diriku yang masih merasa asing, seperti tamu yang menunggu diusir. Tapi Engkau menyebutku keluarga. Tolong aku percaya bahwa aku benar-benar punya tempat di rumah-Mu, dan biar aku membuka pintu itu juga bagi orang lain.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi