KEJADIAN 39:21
Teks
Yusuf baru saja dilemparkan ke dalam "rumah bundar", penjara tempat para tahanan raja dikurung, atas tuduhan yang tidak pernah ia lakukan. Lalu datang satu kata kecil yang membelokkan seluruh arah cerita: "Namun." Namun TUHAN menyertai Yusuf, menunjukkan kasih kepadanya, dan membuat kepala penjara berkenan kepadanya. Tiga hal yang disebut berurutan tanpa penjelasan: kehadiran, kasih, dan perkenanan. Tidak ada satu pun dari ketiganya yang mengeluarkan Yusuf dari sel. Pintu tetap terkunci. Nama baiknya tetap hancur. Yang berubah hanyalah ini: Allah ada di sana bersamanya, dan entah bagaimana, di ruang paling gelap itu, seseorang mulai memandang Yusuf dengan mata yang lain.
Inti
Perhatikan apa yang tidak dikatakan ayat ini. Tidak dikatakan bahwa TUHAN membebaskan Yusuf, membela kehormatannya, atau menghukum istri Potifar. Dikatakan bahwa TUHAN menyertainya. Kata yang dipakai untuk "kasih" di sini adalah hesed, kasih setia perjanjian, kesetiaan yang tidak bergantung pada perubahan keadaan atau pada apakah yang dikasihi sedang berguna. Inilah yang mengganggu sekaligus menguatkan: penyertaan Allah ternyata bukan jaminan bahwa hidup kita akan masuk akal. Yusuf berkata tidak kepada dosa, dan hasilnya penjara. Kalimat ini menolak logika dagang yang begitu mudah kita bawa ke dalam doa. Allah tidak membayar kesetiaan dengan kenyamanan. Ia membayarnya dengan diri-Nya sendiri. Apakah itu cukup? Teks ini tidak terburu-buru menjawab; ia hanya meletakkan "namun TUHAN" di samping pintu yang terkunci, dan membiarkan kita duduk di antara keduanya.
Benang Merah
Dua kali dalam hidup Yusuf, pakaiannya direnggut dari tubuhnya: jubah dari saudara-saudaranya, lalu baju di tangan istri Potifar. Dua kali ia turun, ke sumur dan ke penjara. Dan setiap kali ia turun, Allah turun bersamanya. Inilah pola yang nanti akan dijelaskan Yusuf sendiri kepada saudara-saudaranya di ujung kitab ini: yang dimaksudkan orang untuk kejahatan, dipakai Allah untuk kebaikan banyak orang. Tetapi perhatikan arahnya. Keselamatan itu tidak datang dengan Yusuf diangkat keluar dari penderitaan, melainkan dengan ia dibawa masuk lebih dalam. Nama Imanuel, Allah menyertai kita, yang dipakai Matius untuk Yesus, bukan janji bahwa Allah akan menjauhkan kita dari penjara. Itu janji bahwa Ia akan masuk ke dalamnya. Yang tidak bersalah, dituduh palsu, dilucuti pakaiannya, diserahkan kepada penguasa: Yusuf hanyalah bayangan kecil yang jatuh di depan salib.
Cermin
Mungkin Anda mengenal jenis pintu terkunci yang tidak terlihat dari luar. Tuduhan di tempat kerja yang tidak pernah bisa Anda bantah tanpa terdengar membela diri. Pernikahan yang terus berjalan tetapi sudah lama kehilangan ruang. Diagnosis yang tidak berubah meski Anda berdoa setiap pagi. Dan di tengah itu, godaan paling halus bukanlah meninggalkan Allah, melainkan menyimpulkan diam-diam bahwa Ia sudah mundur, karena kalau Ia masih di sini, tentu sesuatu sudah berubah. Ayat ini menolak kesimpulan itu, tanpa memberi Anda bukti yang bisa dipegang. Satu-satunya tanda yang Yusuf terima adalah mata seorang kepala penjara yang memandangnya dengan baik. Kecil sekali. Tetapi cukup untuk hari itu. Hari ini, tuliskan di selembar kertas satu kalimat tentang situasi Anda yang tidak bergerak, dan tepat di bawahnya tuliskan dua kata: "Namun TUHAN." Lipat dan bawa di saku Anda sampai malam.
Pertanyaan
Jika TUHAN benar-benar menyertai Yusuf, mengapa Ia tidak membuka pintu itu? Kasih setia-Nya cukup kuat untuk melunakkan hati kepala penjara, tetapi tidak dipakai untuk membebaskan orang yang tidak bersalah. Itu bukan pertanyaan yang bisa kita selesaikan dengan berkata bahwa Allah punya rencana lebih besar, karena Yusuf tidak tahu rencana itu, dan ia harus hidup bertahun-tahun di dalam ketidaktahuan. Teks ini juga sama sekali tidak memberitahu kita apa yang Yusuf rasakan. Apakah ia merasakan penyertaan itu, atau penyertaan itu nyata justru pada malam-malam ketika ia tidak merasakan apa-apa? Kitab Kejadian diam. Mungkin karena memang begitulah adanya: ada bentuk kehadiran Allah yang baru bisa dikenali belakangan, dan sementara itu kita hanya bisa tinggal di dalamnya tanpa memahaminya.
Profil
Cerita ini pertama kali didengar oleh keturunan Yakub, orang-orang yang tahu persis bagaimana rasanya menjadi orang Ibrani di tanah Mesir: nama yang diucapkan dengan nada jijik, kata-kata yang tidak dipercaya, tubuh yang dimiliki orang lain. Ketika mereka mendengar bahwa Yusuf dijebloskan ke penjara raja, mereka tidak perlu diyakinkan bahwa hidup bisa tidak adil. Yang mengejutkan bagi mereka adalah nama TUHAN muncul di dalam sel Mesir. Allah nenek moyang mereka ternyata tidak tertinggal di Kanaan. Ia ada di rumah perbudakan, di bawah hukum yang asing, di wilayah dewa-dewa lain. Bagi umat yang kemudian hidup di pembuangan, kalimat ini bukan penghiburan manis melainkan pegangan: wilayah kekuasaan Allah tidak berhenti di perbatasan tanah perjanjian.
Konteks
Yusuf adalah budak asing, tanpa hak, tanpa saksi, tanpa suara. Tuduhan datang dari istri seorang pejabat tinggi Firaun, kepala para pengawal. Dalam dunia kehormatan dan malu seperti itu, kata seorang perempuan Mesir terhormat melawan kata seorang budak Ibrani bukanlah perkara yang perlu diperiksa. Yang mengherankan justru ini: Yusuf tidak dibunuh. Ia dimasukkan ke "rumah bundar", penjara yang menampung tahanan raja, bagian dari kompleks milik Potifar sendiri. Mungkin Potifar tidak sepenuhnya percaya pada istrinya; mungkin ia hanya harus menjaga muka di depan rumah tangganya. Teks tidak menjelaskan. Yang jelas, Yusuf jatuh dari puncak kepercayaan ke dasar, dan di dasar itu ia memulai lagi dari nol, persis seperti ketika ia tiba di rumah Potifar.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda diam-diam menuntut bukti dari Allah sebelum Anda bersedia percaya bahwa Ia menyertai Anda?
Siapa orang di sekitar Anda yang sedang berada di "rumah bundar"-nya, dan mungkinkah mata Anda yang memandang dia dengan baik adalah satu-satunya tanda kasih setia Allah yang ia terima minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 39:21
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 39:21?
Tentang apakah KEJADIAN 39:21?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 39:21?
Apa yang KEJADIAN 39:21 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 39:21 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Genesis 39
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada hal-hal yang dipercayakan kepadaku: pekerjaan, orang, waktu. Tolong aku menjaganya dengan jujur, bahkan saat tidak ada yang melihat. Dan apa yang ada padaku, termasuk yang membuatku dipuji orang, biarlah tidak menjauhkan aku dari-Mu.
Tuhan, di tempat yang terasa sempit dan tidak adil pun, Engkau tetap dekat. Tolong aku percaya bahwa kehadiran-Mu lebih nyata daripada tembok yang mengurungku. Kerjakan sesuatu yang baik lewat tanganku hari ini, meski aku belum melihat jalan keluarnya.
Sesudah peristiwa-peristiwa itu, istri tuannya memandang Yusuf dan berkata, 'Tidurlah denganku.'" Perhatikan kata "sesudah". Godaan itu datang tepat setelah Yusuf dipercaya, diberkati, dinaikkan. Justru di tempat kamu paling dihormati, di situ integritasmu diuji. Berkat tidak pernah membuatmu kebal. Ia hanya membuat taruhannya lebih besar.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi