HABAKUK 3:18
Teks
Setelah delapan belas ayat penuh guncangan, gunung yang terserak, laut yang dilintasi kuda-kuda Allah, dan tulang-tulang nabi yang membusuk karena takut, Habakuk tiba pada sebuah kalimat kecil yang menahan seluruh beban itu. Ia baru saja menghitung habis segala yang bisa hilang: pohon ara tanpa bunga, anggur tanpa buah, zaitun yang mengecewakan, ladang yang kosong, kandang yang lengang. Lalu satu kata membelokkan segalanya: "Namun, aku akan bersukacita dalam TUHAN, bergembira dalam Allah keselamatanku." Bukan sukacita karena keadaan berubah, sebab keadaan justru belum berubah sedikit pun. Sukacita itu berpindah alamat: dari hasil bumi kepada Pribadi yang memberi, dari yang kelihatan kepada Allah yang disebutnya "keselamatanku". Sebuah keputusan, bukan suasana hati.
Inti
Perhatikan bahwa Habakuk tidak berkata "aku akan bersukacita dalam keselamatan", melainkan "dalam Allah keselamatanku". Keselamatan di sini bukan barang yang dititipkan Allah kepada kita, melainkan Allah sendiri yang menjadi keselamatan itu. Ini bahasa yang bergema dari Keluaran, dari nyanyian Musa di tepi laut, ketika Israel menyebut Tuhan sebagai kekuatan dan nyanyian dan keselamatan mereka; dan bergema lagi jauh ke depan, di mulut Maria yang bersukacita karena Allah, Juruselamatnya. Habakuk berdiri di tengah rantai itu. Yang ia katakan sesungguhnya keras: iman bukan jaminan bahwa panen akan kembali, melainkan kesediaan untuk memiliki Allah ketika panen tidak kembali. Sukacita seperti ini tidak bisa dirampas oleh Babel, oleh kekeringan, oleh kematian, karena isinya bukan pemberian, melainkan Pemberi.
Benang Merah
Dua pasal sebelumnya, Habakuk mendengar jawaban yang kemudian menjadi salah satu kalimat paling menentukan dalam Alkitab: orang benar akan hidup oleh percayanya. Paulus mengambilnya untuk menjelaskan pembenaran, dan surat Ibrani mengambilnya untuk menguatkan orang percaya yang hartanya dirampas dan yang tergoda mundur. Tetapi perhatikan: Habakuk sendiri menutup kitabnya bukan dengan doktrin, melainkan dengan nyanyian di ladang yang kosong. Ayat 18 adalah wajah konkret dari "hidup oleh percaya". Dan ia tidak berdiri sendirian; di ayat 13 nabi sudah melihat Allah "berjalan maju untuk keselamatan umat-Mu, untuk keselamatan orang yang Engkau urapi". Yang diurapi itu, dalam Perjanjian Lama sang raja, dalam Perjanjian Baru menemukan wujudnya pada Yesus Kristus, yang justru di taman yang gelap memegang Bapa ketika segala penghiburan lain ditarik. Sukacita Habakuk adalah bayangan awal dari sukacita itu.
Cermin
Daftar di ayat 17 terdengar kuno sampai Anda menerjemahkannya ke hidup Anda sendiri: kontrak yang tidak diperpanjang, tabungan yang menipis lebih cepat daripada perhitungan, hasil pemeriksaan dokter yang tidak seperti yang Anda doakan, anak yang menjauh dari iman, pelayanan yang Anda rawat bertahun-tahun tetapi tidak berbuah. Habakuk tidak menyuruh Anda menyangkal bahwa itu perih. Ia hanya menolak membiarkan itu menjadi penentu terakhir tentang siapa Allah bagi Anda. Di situlah teks ini melukai: kita sering menyebut Allah baik justru ketika kandang penuh, dan diam-diam menahan pujian sebagai alat tawar-menawar ketika kandang kosong. Hari ini, tulislah di secarik kertas satu hal yang benar-benar kosong dalam hidup Anda saat ini, lalu ucapkan dengan suara keras kalimat Habakuk sesudahnya: "Namun, aku akan bersukacita dalam TUHAN."
Pertanyaan
Bisakah sukacita diperintahkan? Ayat ini terdengar mulia sampai Anda membacanya di samping tempat tidur rumah sakit, dan tiba-tiba terasa seperti tuntutan yang kejam. Habakuk tidak menyelesaikan ketegangan itu, dan kita sebaiknya juga tidak. Perhatikan bahwa dua ayat sebelumnya ia menulis: "Kebusukan memasuki tulang-tulangku, di tempatku berdiri aku gemetar." Gemetar itu tidak dicabut ketika sukacita datang; keduanya tinggal dalam tubuh yang sama. Artinya, sukacita di sini bukan perasaan yang menggantikan takut, melainkan arah yang dipilih di tengah takut. Bagi sebagian orang kalimat itu memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum sungguh bisa diucapkan. Alkitab tidak mempercepat proses itu, dan kita tidak boleh mempercepatnya bagi orang lain.
Detail
Kata Ibrani di balik "bergembira" adalah gil, dan itu bukan ketenangan batin yang sopan. Akar katanya membawa gagasan berputar, melonjak, gerakan tubuh yang tak tertahan; kata yang dipakai untuk sukacita panen dan sukacita pengantin. Justru kata inilah yang dipilih Habakuk untuk ladang tanpa panen. Ia sengaja meminjam bahasa pesta syukur pertanian dan menempelkannya pada kekosongan. Itu bukan pelarian, melainkan protes teologis: kegembiraan yang biasanya dipicu lumbung penuh ternyata bisa dipicu oleh Allah sendiri, tanpa lumbung. Dan lihat penutup kitab ini, "Untuk pemimpin pujian. Dengan permainan kecapi." Ratapan pribadi ini diserahkan kepada jemaat untuk dinyanyikan bersama, karena iman semacam ini terlalu berat untuk dipanggul sendirian.
Konteks
Kita berada di akhir abad ketujuh sebelum Kristus. Asyur runtuh, Babel naik dengan kecepatan yang menakutkan, dan Yehuda terjepit di antara raksasa-raksasa itu sambil membusuk dari dalam oleh ketidakadilan yang dikeluhkan Habakuk sejak pasal pertama. Daftar ayat 17 bukan puisi melankolis; itu daftar seluruh perekonomian sebuah desa Yehuda. Ara, anggur, zaitun, gandum, kambing domba, dan sapi adalah makanan, penghasilan, mas kawin, jaminan hari tua, dan tanda berkat perjanjian sekaligus. Pasukan yang mengepung memang sengaja menebang pohon dan menyita ternak, karena begitulah cara mematahkan sebuah bangsa. Jadi Habakuk sedang membayangkan tanah perjanjian yang kehilangan seluruh bukti bahwa Allah masih memberkatinya, lalu tetap memilih Allah itu.
Refleksi
Apa yang selama ini diam-diam menjadi bukti bagi Anda bahwa Allah baik, dan apa jadinya iman Anda bila bukti itu ditarik?
Habakuk menyerahkan ratapannya kepada pemimpin pujian untuk dinyanyikan bersama; kepada siapa Anda bisa menyerahkan kekosongan Anda supaya tidak dipanggul sendirian?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Habakkuk 3:18
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti HABAKUK 3:18?
Tentang apakah HABAKUK 3:18?
Apa konteks historis dari HABAKUK 3:18?
Apa yang HABAKUK 3:18 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana HABAKUK 3:18 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Habakkuk 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Busur-Mu ditelanjangi seluruhnya, sumpah-sumpah untuk suku-suku adalah firman." Busur itu dikeluarkan dari sarungnya, siap dipakai. Bukan karena Allah sedang marah tanpa alasan, tetapi karena Dia pernah bersumpah kepada umat-Nya.
Habakuk sempat mengira Allah diam saja. Ternyata Allah sedang bersiap, dan yang menggerakkan-Nya adalah janji-Nya sendiri. Apa yang kaupikir sudah Dia lupakan?
TUHAN Allah adalah kekuatanku. Dia membuat kakiku seperti kaki rusa, dan membuat aku berjalan di tempat-tempat tinggi." Habakuk menulis ini sambil tahu panen akan gagal dan tentara musuh sedang datang. Allah tidak memindahkan dia dari tebing yang terjal, Allah memberi dia kaki untuk berpijak di sana. Mungkin doamu bukan minta jalan yang lebih mudah, tapi kaki yang lebih kuat.
Penyakit sampar berjalan di depan-Nya, dan wabah mengikuti di belakang-Nya." Gambaran yang menakutkan. Namun Habakuk justru menyanyikannya. Ia baru saja bertanya mengapa Tuhan diam terhadap kejahatan, dan yang ia terima bukan penjelasan, melainkan Allah yang bergerak. Mungkin kelegaanmu pun mulai seperti itu: bukan jawaban, tetapi keyakinan bahwa Dia tidak duduk diam.
Tuhan, ada saat aku merasa seperti sasaran, dikepung oleh hal hal yang datang seperti badai. Tapi Engkau melihat yang lemah dan tidak membiarkan mereka ditelan diam diam. Aku menaruh rasa takutku pada-Mu, sebab Engkau sanggup membalikkan yang mengancam aku.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi