AYUB 13
Teks
"Meskipun Dia membunuhku, aku akan menaruh harapan dalam Dia." Kalimat ini, yang jatuh di tengah bab, adalah puncak Ayub 13. Ayub berbalik dari teman-temannya yang ia sebut "tabib-tabib yang tidak berguna" dan menuntut sesuatu yang mengejutkan: sebuah pengadilan dengan Allah sendiri. Ia lelah dengan pembelaan palsu yang diucapkan sahabat-sahabatnya atas nama Tuhan; ia lebih memilih berhadapan langsung, walau nyawanya taruhannya.
Inti
Ayub melakukan sesuatu yang jarang berani dilakukan orang beriman: ia menolak agama yang membela Allah dengan dusta. Ayat 7 sangat tajam, "Akankah kamu berbicara tidak benar kepada Allah, dan berkata dusta kepada-Nya?" Ia menuduh sahabat-sahabatnya bukan karena mereka salah teologi secara umum, tetapi karena mereka memutarbalikkan kenyataan demi menyelamatkan sistem doktrin mereka. Ayub memilih kejujuran yang berbahaya di atas kesalehan yang aman. Dan justru inilah, kata teks itu, yang menjadi keselamatannya, sebab "orang munafik tidak dapat datang ke hadapan-Nya" (ay. 16). Iman sejati, tampaknya, sanggup menahan protes.
Benang Merah
Kalimat "Meskipun Dia membunuhku, aku akan menaruh harapan dalam Dia" bergema jauh ke depan, sampai ke Getsemani dan Golgota. Yesus juga berteriak kepada Bapa yang seolah menyembunyikan wajah-Nya, "Mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Ayub, tanpa mengetahuinya, sedang meraba-raba jalan yang akhirnya akan ditempuh Kristus, jalan orang benar yang menderita dan tetap percaya. Ayub menuntut seorang perantara antara dia dan Allah, sebuah tema yang akan meledak di pasal 9 dan 16, dan yang jawabannya kita baca dalam 1 Timotius 2:5, "hanya ada satu Pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus." Rintihan Ayub sebenarnya adalah kerinduan akan Injil.
Cermin
Kita mudah menjadi seperti sahabat-sahabat Ayub, terutama ketika seseorang di sekitar kita menderita dengan cara yang mengganggu teologi kita. Kita menghibur dengan klise, "Allah punya rencana," "pasti ada hikmahnya," "coba periksa hidupmu, mungkin ada dosa tersembunyi." Ayub 13:4 menyebut ini apa adanya: membalut diri dengan dusta. Kadang kesalehan kita sebenarnya adalah pertahanan diri, kita tidak sanggup duduk dalam misteri, jadi kita berbicara. Teks ini menantang: beranikah kamu diam ketika seorang teman menderita, dan beranikah kamu sendiri berbicara jujur kepada Tuhan tentang rasa sakitmu, tanpa menyensor dirimu demi terdengar rohani?
Sang Tokoh Utama
Ayub dalam pasal ini bukan orang yang pasrah manis. Ia adalah pengacara yang menyusun perkaranya (ay. 18), seorang yang berani berkata, "Aku tahu bahwa aku akan ada di sisi yang benar." Namun di sisi lain, ia gemetar. Ayat 20-22 memohon dua hal: singkirkan tangan-Mu, dan hilangkan ketakutan itu, barulah aku sanggup berbicara. Di sini kita melihat manusia yang utuh, berani sekaligus rapuh, marah sekaligus berharap, menuduh sekaligus merindukan. Ia tidak melarikan diri dari Allah, ia justru berlari ke arah-Nya, walaupun setiap langkah menyakitkan. Inilah iman yang alkitabiah, bukan ketenangan yang steril, melainkan pergulatan yang tidak melepaskan Tuhan.
Detail
Ayat 27 mengandung gambaran yang aneh dan menyakitkan: "Engkau meletakkan kakiku dalam pasungan, dan mengawasi segala jalanku, Engkau menetapkan batas untuk telapak kakiku." Ayub merasa Allah memperlakukannya seperti tahanan yang setiap gerakannya dicatat. Yang menarik, bahasa "menetapkan batas" ini menggemakan Mazmur 139, di mana pemazmur justru bersukacita karena Tuhan mengenal jalannya. Teks yang sama, pengalaman yang bertolak belakang. Bagi pemazmur, pengawasan Tuhan adalah pelukan; bagi Ayub, itu adalah penjara. Kitab Suci berani menampung kedua pengalaman ini tanpa memaksa salah satunya menang. Kadang kehadiran Tuhan terasa seperti kepungan, dan Alkitab tidak menegur kita karena merasakannya begitu.
Pertanyaan
Bagaimana kita memahami ayat 15, "Meskipun Dia membunuhku, aku akan menaruh harapan dalam Dia"? Apakah ini iman heroik, atau justru keputusasaan yang berpakaian iman? Teks Ibrani sendiri ambigu di sini, dan penafsir sudah lama bergulat dengannya. Namun saya kira ambiguitas itu jujur. Ayub tidak tahu apakah Allah akan membenarkannya atau menghancurkannya. Ia hanya tahu bahwa tidak ada tempat lain untuk pergi. Ini bukan iman yang percaya diri; ini iman yang sudah kehabisan pilihan, dan justru di titik itu menemukan bahwa Allah, betapapun menakutkannya, adalah satu-satunya yang layak dijadikan tempat berlabuh. Bukan penghiburan yang murah, tetapi barangkali inilah bentuk iman yang paling murni: melekat pada Tuhan bahkan ketika Ia tampak seperti musuh.
Refleksi
Kapan terakhir kali kamu berbicara jujur kepada Tuhan tentang sesuatu yang menyakitkan, tanpa menyaringnya menjadi bahasa yang "sopan secara rohani"? Apa yang menghalangimu?
Apakah kamu pernah menjadi salah satu "tabib yang tidak berguna" bagi seseorang yang menderita? Apa yang seharusnya kamu katakan, atau justru tidak katakan, waktu itu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Job 13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti AYUB 13?
Tentang apakah AYUB 13?
Apa konteks historis dari AYUB 13?
Apa yang AYUB 13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana AYUB 13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Job 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
At his lowest point Job says: though He slay me, yet will I hope in Him. That is not optimism. That is faith that has passed through the darkness. I always thought faith was something that makes things lighter, but with Job it is something that holds you when everything goes dark.
Sesungguhnya, mataku telah melihat semua ini; telingaku telah mendengar dan memahaminya." Ayub tidak sedang menyombongkan diri. Ia lelah diajari hal-hal yang sudah ia tahu oleh orang yang belum pernah merasakannya. Ada bedanya antara tahu dan pernah mengalami. Sebelum kamu menasihati orang yang sedang hancur, tanyakan dulu: apakah aku datang membawa jawaban, atau membawa diriku?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
