YOHANES 11:25
Teks Itu Sendiri
Marta berlari keluar kampung dan menghadang Yesus di jalan, empat hari terlambat, dengan kalimat yang setengah pengakuan dan setengah tuduhan: seandainya Engkau ada di sini. Yesus menjawab bahwa saudaranya akan bangkit, dan Marta menangkapnya sebagai doktrin yang sopan tentang akhir zaman. Lalu Yesus memindahkan seluruh percakapan itu dari kalender ke diri-Nya sendiri: "Akulah kebangkitan dan kehidupan; siapa pun yang percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati." Bukan sebuah peristiwa yang dijanjikan di ujung sejarah, melainkan seorang Pribadi yang sedang berdiri di depan mata Marta, berdebu karena perjalanan, beberapa ratus meter dari kuburan yang sudah berbau.
Inti Pemberitaan
Perhatikan pergeseran yang Yesus lakukan. Marta memegang keyakinan yang benar; kebangkitan pada akhir zaman memang ajaran yang dipercayai banyak orang Yahudi saat itu. Tetapi keyakinan itu adalah sesuatu yang ia simpan di rak, jauh dari dapur dan ruang duka rumahnya. Yesus tidak mengoreksi isinya, Dia memindahkan letaknya: kebangkitan bukan barang yang Allah berikan nanti, melainkan siapa Yesus sekarang. "Akulah" di sini bergema dengan cara Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Musa, dan itu berarti hidup tidak pernah menjadi zat yang bisa dilepaskan dari Sang Pemberi. Karena itu kematian didefinisikan ulang. Ia tetap nyata, tetap pahit, tetapi tidak lagi menjadi kata terakhir atas seseorang yang terikat pada Kristus. Yang menentukan bukan denyut nadi, melainkan ikatan iman.
Benang Merah
Kalimat ini diucapkan di depan sebuah kubur, tetapi arahnya menunjuk ke kubur lain. Yesus tidak berkata "Aku bisa membangkitkan," seolah Dia teknisi yang kebetulan menguasai alat. Dia berkata Dia adalah kebangkitan itu, dan beberapa minggu kemudian klaim itu diuji dengan cara yang paling brutal: tubuh-Nya sendiri dibaringkan di gua, batu digulingkan menutupinya. Yang menarik, justru mukjizat Lazarus inilah yang membuat Sanhedrin memutuskan untuk membunuh-Nya, "sejak hari itu, mereka sepakat untuk membunuh Yesus." Hidup yang Dia berikan kepada satu orang di Betania harus dibayar dengan nyawa-Nya sendiri. Sejak Kejadian, cerita Alkitab bergerak dari taman yang kehilangan pohon kehidupan menuju seorang Pribadi yang berdiri di antara kita dan maut. Di jalan berdebu itu, arah seluruh sejarah keselamatan menjadi kelihatan.
Cermin
Marta datang dengan kalimat "seandainya," dan hampir semua kita menyimpan versinya sendiri. Seandainya dokter itu menangkapnya lebih awal. Seandainya aku tidak pergi malam itu. Seandainya Engkau tidak diam selama dua hari, Tuhan, ketika aku mengirim kabar. Yesus tidak menegur Marta karena kalimat itu; Dia tidak berkata bahwa dukanya kurang beriman. Tetapi Dia juga tidak membiarkannya berhenti di sana. Dia memaksa Marta memandang wajah-Nya dan menjawab satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan teori: "Apakah kamu percaya akan hal ini?" Iman di sini bukan sikap umum tentang hidup sesudah mati, melainkan kepercayaan pada seseorang yang bisa ditatap. Hari ini, sebutlah dengan suara keras nama orang yang kematiannya masih membuat Anda berkata "seandainya," lalu ucapkan di atas nama itu kalimat Yesus: Akulah kebangkitan dan kehidupan.
Profil Pendengar
Bagi pembaca pertama Injil ini, sebagian besar orang percaya yang sudah terusir dari sinagoge dan kehilangan tempat sosialnya, kalimat Yesus terdengar jauh lebih tajam daripada bagi kita. Mereka sudah menguburkan teman-teman seiman. Mereka tahu bahwa mengaku Yesus sebagai Mesias bisa berarti kehilangan keluarga, pekerjaan, bahkan nyawa, seperti Tomas yang getir berkata, "Mari kita juga pergi supaya kita dapat mati bersama-Nya." Kepada mereka Yohanes menuliskan adegan ini: bukan janji bahwa pengikut Yesus akan luput dari kematian, tetapi bahwa kematian tidak akan memutuskan mereka dari Dia. Pengakuan Marta, "Engkaulah Kristus, Anak Allah," adalah persis pengakuan yang membuat mereka diusir. Yohanes menunjukkan: pengakuan itu tidak sia-sia, karena yang mereka akui adalah hidup itu sendiri.
Konteks
Betania hanya lima belas stadia dari Yerusalem, kira-kira tiga kilometer, cukup dekat sehingga rumah duka itu penuh pelayat dari kota. Perkabungan Yahudi berlangsung intens tujuh hari pertama, dengan tangisan yang keras dan terbuka, bukan kesedihan yang disopankan. Empat hari sesudah kematian adalah angka yang berarti: harapan populer bahwa jiwa masih berlama-lama di dekat tubuh selama tiga hari sudah lewat. Lazarus mati total, tanpa celah untuk penjelasan lain. Dan tiga kilometer dari situ duduk para pemimpin yang belum lama ini mencoba melempari Yesus dengan batu. Marta menghadang Yesus di luar kampung, di ruang terbuka, di depan saksi mata dari Yerusalem. Setiap kata yang diucapkan di jalan itu akan sampai ke telinga yang salah, dan Yesus tahu itu.
Pertanyaan yang Sulit
Yang mengganjal bukan mukjizatnya, melainkan penundaannya. Yesus mendengar kabar itu, "Dia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Dia berada," dan Yohanes dengan tenang menempelkan penundaan itu tepat di sebelah kalimat bahwa Yesus mengasihi mereka bertiga. Kasih dan keterlambatan berdiri berdampingan tanpa dijelaskan. Kita ingin membacanya sebagai strategi yang rapi: Dia menunggu supaya mukjizatnya lebih besar. Tetapi teks tidak memberi kita kenyamanan itu sepenuhnya, karena di kubur Yesus sendiri menangis dan mengerang. Dia tidak berjalan santai melewati duka yang Dia biarkan terjadi. Jadi kita ditinggalkan dengan sesuatu yang tidak terselesaikan: Allah yang bisa mencegah, memilih untuk tidak mencegah, lalu ikut hancur di depan akibatnya. Itu bukan jawaban atas penderitaan. Itu hanya, dan ternyata cukup, kehadiran yang tidak pergi.
Pertanyaan Refleksi
Di bagian hidup mana Anda masih memperlakukan kebangkitan sebagai keyakinan di rak, benar tetapi jauh dari ruang duka Anda sendiri?
Yesus bertanya kepada Marta, "Apakah kamu percaya akan hal ini?" Jika Dia menanyakannya kepada Anda hari ini, dengan nama dan kehilangan Anda yang konkret, apa jawaban jujur Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 11:25
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 11:25?
Tentang apakah YOHANES 11:25?
Apa konteks historis dari YOHANES 11:25?
Apa yang YOHANES 11:25 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 11:25 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 11
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Marta mengucapkan pengakuan itu sambil air matanya belum kering. Lazarus masih terbaring di kubur, batunya belum digeser. Namun ia berkata, "Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Kristus, Anak Allah, yang akan datang ke dalam dunia."
Percaya bukan berarti dukamu sudah selesai. Kadang percaya berarti kamu tetap menyebut nama-Nya dengan suara yang bergetar.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau sabar terhadap murid-murid-Mu yang berkata, "Tuhan, jika dia tertidur, dia akan sembuh." Mereka salah paham, tetapi Engkau tidak menolak mereka. Begitu juga aku: Engkau tetap mengajar aku dengan lembut sampai aku mengerti.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi