YOSUA 1:5
Teks
Sesudah Musa mati, TUHAN berbicara kepada penggantinya dan menaruh satu kalimat di tengah perintah untuk menyeberangi Yordan: "Tidak seorang pun akan tahan berdiri di hadapanmu sepanjang hidupmu." Lalu datang alasannya, dan alasan itu bukan tentang Yosua sama sekali. "Seperti Aku menyertai Musa, demikian juga Aku akan menyertaimu." Ditutup dengan janji yang diulang dua kali dalam bentuk penyangkalan, seolah Allah tahu betul ketakutan mana yang sedang bekerja di dada orang ini: "Aku tidak akan meninggalkanmu atau tidak akan mengabaikanmu." Perhatikan urutannya. Kemenangan disebut lebih dulu, tetapi kemenangan itu bergantung sepenuhnya pada kalimat kedua dan ketiga. Yosua tidak diberi strategi militer, tidak diberi jaminan bakat, tidak diberi pujian atas kesiapannya. Ia diberi Pribadi.
Inti
Yang dipertaruhkan di sini bukan keberanian Yosua, melainkan kesetiaan Allah pada janji-Nya sendiri. Musa mati; generasi berganti; pemimpin yang wajahnya bersinar setelah berbicara dengan Allah kini tinggal kenangan di padang gurun. Justru di titik itu Allah berkata: yang berpindah hanyalah manusianya, bukan Aku. Penyertaan yang dulu dialami Musa tidak ikut dikubur bersama Musa. Inilah cara Allah bekerja sepanjang Alkitab: Ia mengikat diri pada umat-Nya, bukan pada kehebatan seseorang, sehingga kematian seorang pemimpin tidak pernah menjadi kematian janji. Dan perhatikan bahwa jaminan ini diberikan sebelum satu langkah pun diambil, sebelum Yordan diseberangi, sebelum Yerikho runtuh. Bukan upah atas ketaatan, melainkan dasar yang memungkinkan ketaatan. Anugerah lebih dulu, baru perintah "kuat dan berani" pada ayat berikutnya.
Benang Merah
Nama Yosua dalam bahasa Ibrani, Yehoshua, berarti "TUHAN menyelamatkan". Nama itu kelak muncul lagi dalam bentuk Yunaninya: Yesus. Itu bukan permainan kata yang manis saja. Yosua menerima janji penyertaan supaya ia bisa membawa umat masuk ke tanah perhentian; Yesus datang bukan menerima penyertaan, melainkan menjadi penyertaan itu sendiri, Imanuel. Dan di ujung Injil Matius, sesudah perintah pergi ke segala bangsa, terdengar gema kalimat yang sama: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Susunannya identik dengan Yosua 1: tugas yang terlalu besar, lalu janji hadirat yang menopangnya. Bedanya, Yosua masih bisa mati dan digantikan. Yesus tidak. Janji "Aku tidak akan meninggalkanmu" akhirnya berdiri di atas Seorang yang sendiri ditinggalkan di kayu salib supaya kita tidak pernah.
Cermin
Anda mungkin tidak sedang menyeberangi sungai, tetapi Anda tahu rasanya berdiri di tepi sesuatu yang lebih besar dari kapasitas Anda. Menggantikan orang yang lebih mampu. Memimpin kelompok yang diam-diam membandingkan Anda dengan pendahulu Anda. Mengurus orang tua yang mulai pikun, sementara pekerjaan tidak berkurang satu jam pun. Dan di bawah semua itu ada satu ketakutan yang jarang diucapkan: bahwa pada akhirnya Anda sendirian, bahwa kalau Anda berhenti berusaha, semuanya runtuh. Perhatikan bahwa Allah tidak menjawab ketakutan itu dengan memuji Yosua. Ia tidak berkata "kamu mampu". Ia berkata "Aku menyertaimu". Itu melegakan sekaligus melukai harga diri kita, sebab artinya kekuatan Anda memang tidak cukup, dan itu memang tidak pernah menjadi masalahnya.
Hari ini: tulis di secarik kertas satu hal yang paling Anda takuti minggu ini, lalu di bawahnya salin utuh kalimat "Aku tidak akan meninggalkanmu atau tidak akan mengabaikanmu", dan taruh kertas itu di tempat Anda pasti melihatnya besok pagi.
Tokoh Utama
Yang berbicara di ayat ini adalah Allah, dan cara Ia berbicara mengungkap watak-Nya. Ia mengulang janji-Nya dalam dua bentuk negatif yang hampir sama, "tidak akan meninggalkanmu", "tidak akan mengabaikanmu", bukan karena kehabisan kata, melainkan karena Ia tahu hati manusia butuh dipaku dua kali. Allah di sini bukan Allah yang menuntut kesiapan lebih dulu; Ia Allah yang menyesuaikan diri dengan ketakutan hamba-Nya. Ia juga Allah yang mengingat: "seperti Aku menyertai Musa". Ia menyebut sejarah-Nya sendiri sebagai jaminan, seakan berkata, lihat empat puluh tahun ke belakang, apakah Aku pernah undur? Ini bukan sentimentalitas. Ini karakter perjanjian: Allah yang mengikat diri dan menolak melepaskan ikatan itu, bahkan ketika umat-Nya bersungut-sungut sepanjang jalan.
Detail
"Tahan berdiri di hadapanmu." Ungkapan ini berasal dari medan perang, tentang barisan yang bertahan atau roboh ketika diserang. Tetapi Allah tidak berkata musuh tidak akan ada, atau tidak akan menyerang. Mereka akan ada, dan mereka akan datang. Yang dijanjikan adalah mereka tidak akan bertahan. Ini penting, sebab kita sering membaca janji penyertaan seolah berarti hidup yang mulus. Yosua justru diberitahu bahwa akan ada perlawanan sepanjang hidupnya, dan kitab ini memang penuh pertempuran, bahkan kekalahan di Ai. Penyertaan Allah bukan pagar yang menyingkirkan konflik, melainkan kehadiran yang menentukan hasil akhirnya. Perbedaan antara kedua hal itu menentukan apakah iman Anda hancur pada kekecewaan pertama atau tidak.
Profil
Yang pertama mendengar kalimat ini adalah generasi yang lahir di padang gurun. Mereka tidak melihat Laut Teberau terbelah; mereka hanya mendengar ceritanya dari orang tua yang kemudian mati di jalan, semuanya, karena ketidakpercayaan. Bagi mereka, Musa bukan sekadar pemimpin, melainkan satu-satunya bukti hidup bahwa Allah pernah bertindak. Ketika Musa mati, wajar kalau muncul pertanyaan diam-diam: apakah kisah itu ikut berakhir? Di seberang sungai ada kota-kota berbenteng dan penduduk yang menurut laporan mata-mata dulu membuat mereka merasa seperti belalang. Ke dalam keraguan itulah kalimat ini jatuh. Bukan janji baru, melainkan janji lama yang diperpanjang kepada nama baru. Dan itulah yang membuat mereka berani mengemas bekal untuk tiga hari lagi.
Refleksi
Ketakutan apa yang selama ini Anda coba tenangkan dengan meyakinkan diri bahwa Anda mampu, padahal Allah justru menawarkan kehadiran-Nya, bukan kemampuan Anda?
Siapa "Musa" dalam hidup Anda, orang yang kepergiannya membuat Anda diam-diam bertanya apakah Allah ikut pergi, dan apa artinya bagi Anda bahwa janji itu berpindah, bukan berakhir?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Joshua 1:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOSUA 1:5?
Tentang apakah YOSUA 1:5?
Apa konteks historis dari YOSUA 1:5?
Apa yang YOSUA 1:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOSUA 1:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Joshua 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Kepada suku suku yang tanahnya sudah didapat, Yosua berkata: "Ingatlah akan perkataan yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, katanya, 'TUHAN, Allahmu, memberikan tempat perhentian kepadamu dan memberikan negeri ini kepadamu.'" Mereka sudah beristirahat, tetapi tetap harus menyeberang, berperang bagi saudara saudaranya. Perhentianmu bukan hanya milikmu. Siapa yang masih menunggu kamu berjalan bersamanya?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memerintahkan Yosua, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu." Aku bersyukur Engkau juga berbicara seperti itu kepadaku hari ini, saat kakiku gemetar menghadapi tugas di depan. Engkau sendiri yang memberi kekuatan untuk melangkah, dan Engkau yang menepati janji atas warisan-Mu.
Bapa, ajar aku untuk tidak sekadar membaca firman-Mu sambil lalu, tetapi merenungkannya siang dan malam. Biar apa yang Kau katakan menetap di hati dan mengalir dalam tindakanku hari ini. Tuntun langkahku agar tidak menyimpang, dan kiranya hidupku berbuah karena berakar pada-Mu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi