YOSUA 1
Teks
Musa sudah mati. Di tepi timur Sungai Yordan, dengan jutaan orang menunggu, TUHAN berbicara kepada Yosua: bangkitlah, seberangi sungai itu, ambil tanah yang Kujanjikan. Tiga kali dalam satu percakapan singkat kalimat itu diulang: jadilah kuat dan berani. Yosua kemudian memberi perintah kepada para pemimpin, dan suku-suku yang sudah menerima tanah di seberang timur berjanji ikut berperang sampai saudara-saudara mereka juga beristirahat.
Inti
Ini bukan sekadar pergantian pemimpin. Ini adalah momen ketika sebuah janji yang berumur sekitar empat ratus tahun, sejak Abraham, akhirnya mau digenapi dengan tanah nyata di bawah kaki nyata. Yang menarik: TUHAN tidak berkata "Aku akan memberikanmu keberanian." Ia memerintahkan keberanian. "Jadilah kuat dan berani." Perintah, bukan hadiah. Namun perintah itu berdiri di atas janji yang lebih dalam: "Aku tidak akan meninggalkanmu atau tidak akan mengabaikanmu." Keberanian di sini bukan sifat karakter; itu adalah respons terhadap kehadiran. Yosua diperintahkan berani karena ada Seseorang yang menyertainya, bukan karena ia secara alami pemberani.
Benang Merah
Nama Yosua dalam bahasa Ibrani, Yehoshua, adalah nama yang sama dengan Yesus. Kedua-duanya berarti "TUHAN menyelamatkan." Yosua memimpin umat menyeberangi air menuju tanah perhentian; Yesus memimpin umat-Nya melalui kematian dan kebangkitan menuju perhentian yang lebih dalam. Surat Ibrani secara eksplisit mengambil benang ini: perhentian yang diberikan Yosua ternyata belum lengkap, masih ada perhentian yang tersisa bagi umat Allah. Janji "Aku tidak akan meninggalkanmu" pada ayat 5 juga dikutip dalam Ibrani 13, kini diberikan kepada semua orang yang percaya. Apa yang di Yosua 1 dikatakan kepada satu pemimpin militer, di Kristus dibagikan kepada seluruh gereja.
Cermin
Perhatikan bahwa Yosua sudah puluhan tahun berdiri di samping Musa. Ia bukan pemuda hijau. Namun ketika giliran memimpin datang, ia jelas takut, kalau tidak, tiga kali "jangan takut" tidak perlu diucapkan. Ini menghibur, dan mengganggu. Menghibur karena Anda tidak sendirian merasa gemetar di ambang sesuatu yang besar, entah itu jabatan baru, anak yang lepas dari rumah, diagnosis dokter, atau pernikahan yang harus dibangun ulang. Mengganggu karena TUHAN tidak menghapus rasa takut itu; Ia memerintahkan Anda melangkah dengan takut itu masih ada. Renungkan Taurat siang malam, kata ayat 8. Bukan sebagai jimat penenang, tetapi sebagai jangkar ketika kaki mulai menginjak tanah yang belum pernah Anda pijak.
Pertanyaan
Ada satu kalimat yang sulit ditelan: "Siapa pun yang memberontak terhadap perintahmu… ia harus dihukum mati." Suku-suku itu memberi Yosua wewenang hidup dan mati. Bagi telinga modern, itu terdengar seperti militerisme suci. Kita tidak boleh terlalu cepat melembutkannya. Ini konteks perang, sebuah kampanye yang seluruh Kitab Yosua akan bergumul untuk kita pahami, termasuk kekerasannya. Namun perhatikan: kesetiaan kepada Yosua di sini terkait langsung dengan kesetiaan kepada janji TUHAN. Memberontak melawan Yosua berarti menggagalkan pemenuhan janji bagi seluruh bangsa. Tetap saja, teks ini tidak menawarkan kita jalan pintas moral. Ia meminta kita membaca seluruh alkitab, sampai ke Yesus yang menolak pedang, sebelum kita menetap dalam kesimpulan.
Konteks
Bayangkan sebuah perkemahan besar di dataran Moab, di sisi timur Yordan, mungkin sekitar tahun 1400 atau 1250 SM, tergantung tarikh yang Anda ikuti. Di depan mereka: sungai yang sedang meluap karena musim panen (kita tahu ini dari pasal 3). Di seberang: kota-kota berbenteng Kanaan, dengan tembok-tembok yang oleh mata-mata satu generasi sebelumnya disebut "sampai ke langit." Musa, satu-satunya pemimpin yang pernah dikenal generasi ini, baru saja dikuburkan di suatu tempat di gunung, tanpa makam yang bisa dikunjungi. Yosua bukan raja, bukan imam. Ia panglima yang menerima jabatannya langsung dari suara, tanpa upacara publik yang kita saksikan dalam teks ini. Ia harus meyakinkan dua belas suku yang cemburuan, keras kepala, dan lelah, untuk mempercayakan nyawa mereka kepadanya.
Profil
Para pendengar pertama kemungkinan besar adalah keturunan mereka yang menyeberang, yang mendengar kisah ini diceritakan berabad-abad kemudian, mungkin di masa kerajaan atau sesudah pembuangan. Mereka tahu bahwa tanah itu memang direbut, lalu perlahan hilang lagi. Bagi mereka, Yosua 1 bukan dongeng kemenangan mudah; itu adalah pengingat pahit tentang bagaimana segalanya bisa dimulai dengan benar. Mereka mendengar penekanan pada "Kitab Taurat ini tidak boleh jauh dari mulutmu" dengan telinga yang tahu apa yang terjadi ketika Taurat justru dilupakan. Bagi mereka, janji "Aku tidak akan meninggalkanmu" bukan slogan motivasi; itu adalah tali penyelamat di tengah puing. Ketika suku Ruben, Gad, dan Manasye berjanji setia, pendengar tahu, mereka akhirnya sungguh memenuhi janji itu, dan itu langka dalam sejarah mereka.
Refleksi
Di ambang mana Anda saat ini berdiri, dan apa artinya "jadilah kuat dan berani" bukan sebagai perasaan yang harus Anda hasilkan, melainkan sebagai langkah yang harus Anda ambil sambil tetap gemetar?
Yosua diperintahkan merenungkan Taurat siang malam justru pada saat ia paling sibuk memimpin. Kesibukan apa dalam hidup Anda saat ini yang Anda gunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan hal yang sama?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Joshua 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOSUA 1?
Tentang apakah YOSUA 1?
Apa konteks historis dari YOSUA 1?
Apa yang YOSUA 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOSUA 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Joshua 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Kepada suku suku yang tanahnya sudah didapat, Yosua berkata: "Ingatlah akan perkataan yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, katanya, 'TUHAN, Allahmu, memberikan tempat perhentian kepadamu dan memberikan negeri ini kepadamu.'" Mereka sudah beristirahat, tetapi tetap harus menyeberang, berperang bagi saudara saudaranya. Perhentianmu bukan hanya milikmu. Siapa yang masih menunggu kamu berjalan bersamanya?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau memerintahkan Yosua, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu." Aku bersyukur Engkau juga berbicara seperti itu kepadaku hari ini, saat kakiku gemetar menghadapi tugas di depan. Engkau sendiri yang memberi kekuatan untuk melangkah, dan Engkau yang menepati janji atas warisan-Mu.
Bapa, ajar aku untuk tidak sekadar membaca firman-Mu sambil lalu, tetapi merenungkannya siang dan malam. Biar apa yang Kau katakan menetap di hati dan mengalir dalam tindakanku hari ini. Tuntun langkahku agar tidak menyimpang, dan kiranya hidupku berbuah karena berakar pada-Mu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
