MATIUS 6:14
Teksnya
Setelah mengajarkan doa yang paling dikenal di dunia, Yesus berhenti pada satu baris saja dan mengulanginya. Bukan pada "Datanglah kerajaan-Mu", bukan pada "makanan kami yang secukupnya", melainkan pada permohonan tentang pengampunan. Ayat 14 berbunyi: "Karena jika kamu mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain, Bapa surgawimu juga akan mengampunimu." Kalimatnya pendek, hampir terlalu pendek untuk beban yang dipikulnya. Ada syarat di dalamnya, ada janji, dan ada sebuah nama: Bapa surgawi. Dan tepat di ayat berikutnya kalimat itu dibalik menjadi peringatan yang jauh lebih tajam. Yesus tidak melunakkan apa pun. Ia meletakkan pengampunan kita kepada orang lain dan pengampunan Allah kepada kita dalam satu tarikan napas, lalu membiarkan kita duduk dengan ketidaknyamanan itu.
Intinya
Yang membuat ayat ini sulit bukan tuntutannya, melainkan urutannya. Sepertinya Yesus berkata bahwa pengampunan Allah bergantung pada prestasi hati kita, dan itu bertentangan dengan segala yang kita percaya tentang kasih karunia. Tetapi perhatikan: Yesus tidak sedang menjelaskan bagaimana seseorang masuk ke dalam kasih karunia, melainkan bagaimana kasih karunia itu bekerja setelah masuk. Pengampunan bukanlah barang yang kita simpan; ia adalah aliran. Hati yang menutup salurannya kepada sesama sedang menunjukkan bahwa ia belum benar-benar terbuka kepada Allah. Kata "Bapa surgawimu" bukan hiasan di sini. Ini bahasa keluarga, bukan bahasa pengadilan. Dan mungkin justru di situ letak misterinya: apakah kita menolak mengampuni karena kita belum sungguh mengerti betapa besar yang telah diampunkan kepada kita, atau karena kita mengerti dan tetap ingin menyimpan hak kita sendiri?
Benang Merah
Perintah untuk mengampuni bukan penemuan baru di Bukit itu. Seluruh Perjanjian Lama bergerak di sekitar Allah yang menanggung kesalahan umat-Nya tahun demi tahun, korban demi korban, dan tetap kembali. Tetapi ada satu hal yang belum bisa dikatakan sebelum salib: bahwa pengampunan itu mahal bagi Allah sendiri. Ketika Yesus mengucapkan ayat ini, Ia sedang berjalan menuju tempat di mana kalimat itu akan dibayar lunas. "Bapa surgawimu juga akan mengampunimu" bukan janji murah dari seorang guru moral; itu janji dari Dia yang akan menanggung sendiri harga pengampunan tersebut. Karena itu ayat ini bukan hukum baru yang lebih berat, melainkan undangan untuk hidup dalam logika salib sebelum salib itu terjadi. Kita mengampuni bukan untuk membeli, tetapi karena kita sudah dibeli.
Cermin
Sebutkan nama itu dalam hati Anda sekarang. Hampir setiap orang punya satu. Rekan kerja yang mengambil kredit atas pekerjaan Anda dan tidak pernah meminta maaf. Orang tua yang mengucapkan satu kalimat dua puluh tahun lalu dan kalimat itu masih hidup. Saudara yang berutang, secara harfiah maupun secara batin. Kita menyimpan kesalahan orang lain seperti tabungan: ada rasa aman di sana, rasa berhak, rasa bahwa selama saya belum melepaskan, saya masih memegang sesuatu atas dia. Yesus menyentuh persis tabungan itu. Dan Ia tidak menjanjikan bahwa mengampuni akan terasa adil. Sering kali tidak. Yang Ia janjikan hanyalah bahwa tangan yang terbuka bisa menerima. Hari ini, tulislah satu nama itu di secarik kertas, ucapkan dengan suara pelan, "Bapa, aku melepaskan dia kepada-Mu," lalu simpan atau robek kertasnya.
Detailnya
Kata yang dipakai untuk "kesalahan" di sini, dalam bahasa Yunani paraptōma, secara harfiah berarti langkah yang meleset, tergelincir ke samping. Bukan kata besar untuk kejahatan terencana, melainkan kata untuk terpeleset dari jalan. Menarik, karena kata yang sama dipakai untuk kesalahan orang lain terhadap kita dan untuk kesalahan kita di hadapan Allah. Yesus menempatkan keduanya dalam kategori yang persis sama. Kita cenderung memakai dua timbangan: kesalahan saya adalah kekhilafan, kesalahan Anda adalah karakter. Bahasa Yesus menolak pemisahan itu. Orang yang melukai Anda tergelincir; Anda pun tergelincir. Ini tidak meremehkan luka, tetapi menempatkan Anda dan dia di jalan yang sama, sama-sama berdebu, sama-sama membutuhkan tangan yang mengangkat.
Profilnya
Orang-orang yang duduk di lereng bukit itu hidup di bawah pendudukan Roma. Mereka tahu apa artinya diperlakukan tidak adil oleh orang yang tidak pernah minta maaf. Di desa kecil, di mana semua orang saling mengenal seumur hidup, sebuah kesalahan tidak bisa dihindari dengan pindah kota; Anda bertemu orang itu di sumur setiap pagi. Dendam adalah cara bertahan hidup sosial, cara menjaga kehormatan keluarga. Ketika Yesus berkata "Bapa surgawimu", Ia sedang menawarkan sesuatu yang mengubah seluruh perhitungan: kehormatan Anda tidak lagi bergantung pada apakah tetangga itu membayar utangnya, karena identitas Anda datang dari Bapa. Bagi telinga mereka ini pembebasan sekaligus ancaman terhadap seluruh sistem harga diri yang mereka kenal.
Kaitannya
Ayat 12 dari doa itu sendiri sudah menyiapkan kita: "Dan, ampunilah kesalahan-kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami." Kata "seperti" itu berbahaya, dan Yesus tahu. Karena itu Ia mengulangnya, seolah berkata: kamu baru saja mengucapkan kalimat itu, apakah kamu sadar apa yang kamu minta? Setiap kali kita berdoa Doa Bapa Kami, kita sebenarnya mengundang Allah memperlakukan kita dengan ukuran yang kita pakai terhadap orang lain. Di ayat 15 pintunya ditutup dari sisi lain: "jika kamu tidak mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu." Bukan karena Allah menjadi kikir, tetapi karena hati yang terkepal tidak bisa menerima apa pun.
Refleksi
Ketika saya berkata "saya belum siap mengampuni", apa sebenarnya yang sedang saya lindungi, dan apa yang saya takut kehilangan jika saya melepaskannya?
Jika Allah memperlakukan saya hari ini persis dengan ukuran yang saya pakai terhadap orang yang paling melukai saya, seperti apa hidup saya jadinya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 6:14
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 6:14?
Tentang apakah MATIUS 6:14?
Apa konteks historis dari MATIUS 6:14?
Apa yang MATIUS 6:14 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 6:14 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, untuk makanan di meja hari ini dan pakaian yang menutupi tubuhku. Terima kasih karena Engkau mengingatkan bahwa hidupku lebih penting daripada makanan, sehingga aku boleh meletakkan kekhawatiranku tentang hari esok ke dalam tangan-Mu.
Yesus tidak melarangmu memiliki apa pun. Dia hanya menunjukkan ke mana semuanya bermuara: "Namun, kumpulkanlah harta bagimu di surga, di mana ngengat dan karat tidak merusak, dan pencuri tidak membongkar serta mencuri." Ngengat bekerja diam-diam, karat tidak pernah terburu-buru. Yang kaurawat mati-matian hari ini, perlahan hilang juga. Lalu apa yang sedang kaukumpulkan yang tidak bisa dicuri dari hatimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi