MATIUS 6:33
Teks Itu
Setelah mendaftar semua kekhawatiran yang menguras manusia, makanan, minuman, pakaian, Yesus tidak berkata "berhentilah cemas" lalu diam. Ia memberi arah: "Akan tetapi, carilah dahulu Kerajaan dan kebenaran-Nya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Satu perintah, satu janji. Yang dicari bukan lagi hal-hal itu sendiri, melainkan Allah yang memerintah; dan hal-hal itu justru menyusul, sebagai tambahan, bukan sebagai upah yang dihitung.
Inti
Kata "dahulu" dalam ayat ini terlalu sering kita baca sebagai urutan waktu: doa pagi lebih dahulu, lalu pekerjaan. Tetapi prōton di sini lebih berat daripada jadwal; ia menyangkut apa yang menjadi pusat, apa yang menentukan segala sesuatu yang lain. Yesus tidak menyusun daftar prioritas; Ia sedang memindahkan poros hidup. Dan perhatikan: Kerajaan itu bukan milik kita, melainkan "kebenaran-Nya", kebenaran Allah, cara Allah menata hal-hal. Mencari berarti mengakui bahwa saya belum memilikinya. Ada kerendahan hati yang aneh dalam perintah ini: orang percaya tidak digambarkan sebagai pemilik yang tenang, tetapi sebagai pencari yang terus mencari. Mungkin di situlah letak damai yang dijanjikan; bukan pada kepastian yang sudah tergenggam, melainkan pada arah yang benar.
Benang Merah
Yesus tidak sedang menemukan gagasan baru. Israel sudah pernah hidup dari roti yang turun setiap pagi, cukup untuk sehari, tidak bisa ditimbun (Ulangan 8 menafsirkan itu sebagai pelajaran bahwa manusia hidup bukan dari roti saja). Padang gurun adalah sekolah tempat umat belajar bahwa Allah memberi tanpa dapat dikendalikan. Sekarang Yesus berdiri di sebuah bukit dan berkata: begitulah hidup di Kerajaan. Dan Ia sendiri yang menjalaninya sampai habis, tanpa tempat berbaring, tanpa lumbung, sampai salib. Kerajaan yang kita cari bukan gagasan; ia mempunyai wajah. Maka "carilah dahulu" akhirnya berarti: carilah Dia yang lebih dahulu mencari kita.
Cermin
Kekhawatiran jarang datang sebagai kekhawatiran. Ia datang sebagai tanggung jawab, sebagai kehati-hatian, sebagai kasih kepada anak-anak. Anda membuka aplikasi bank sebelum membuka Alkitab, dan itu tidak terasa seperti penyembahan berhala; itu terasa dewasa. Ayat ini tidak menuduh Anda malas atau tidak bijak. Ia hanya bertanya dengan tenang: apa yang pertama-tama Anda pikirkan ketika Anda terbangun pukul tiga pagi? Itulah tuan Anda. Dan mungkin pertanyaan yang lebih sulit: apakah Anda benar-benar ingin Kerajaan itu datang, dengan segala kebenaran-Nya, juga ke dalam cara Anda bicara tentang atasan Anda, cara Anda menyusun anggaran, cara Anda memandang orang yang berutang maaf kepada Anda? Ayat ini tidak menjanjikan kenyamanan. Ia menjanjikan kecukupan.
Profil
Yang mendengar ini bukan orang kaya yang perlu diingatkan agar tidak materialistis. Mereka petani kecil dan buruh harian Galilea, orang-orang yang penghasilannya benar-benar berhenti kalau hujan tidak turun, yang pajaknya mengalir ke Roma dan ke Herodes, yang pakaiannya mungkin hanya satu lapis. Ketika Yesus berkata "apa yang akan kami makan", itu bukan hiperbola retoris; itu percakapan meja mereka. Justru kepada mereka Ia berkata: bangsa-bangsa lain mencari-cari semua ini, kalian jangan. Itu terasa hampir kejam, kecuali kalau perkataan itu keluar dari mulut seseorang yang miskinnya sama dengan mereka. Ia tidak berbicara dari atas; Ia berbicara dari dalam kekurangan yang sama, dan menyebut Allah "Bapa surgawimu".
Tokoh Utama
Tokoh yang sebenarnya dalam ayat ini adalah Allah, dan Ia digambarkan dengan sangat sedikit kata. Ia "tahu bahwa kamu membutuhkan semua ini" (ayat 32), dan Ia "menambahkan". Kata itu, ditambahkan, hampir sepele; sesuatu yang diberikan di samping hal yang utama, tanpa diminta, tanpa dicatat. Allah dalam Khotbah di Bukit adalah Bapa yang melihat yang tersembunyi, yang mendandani rumput yang besok dibakar, yang memberi sebelum ditanya. Tidak ada tawar-menawar di sini, tidak ada transaksi. Yang mengherankan justru keheningan-Nya: Ia tidak menjelaskan bagaimana Ia akan memberi, atau kapan, atau berapa banyak. Kita diberi janji tanpa mekanisme. Barangkali itulah bentuk paling murni dari iman: percaya kepada Pribadi, bukan kepada penjelasan.
Konteks
Kita berada di jantung Khotbah di Bukit, dan pasal 6 mempunyai satu urat saraf: yang tersembunyi. Memberi tanpa trompet, berdoa di kamar dengan pintu tertutup, berpuasa dengan muka yang dicuci. Lalu harta, lalu mata, lalu dua tuan, lalu kekhawatiran. Semua itu bermuara di ayat 33. Dan di tengahnya berdiri doa yang sudah lebih dahulu mengucapkan hal yang sama: "Datanglah kerajaan-Mu… Berikanlah kami, pada hari ini, makanan kami yang secukupnya." Urutannya sama persis: Kerajaan dahulu, roti kemudian, dan roti hanya untuk hari ini. Dunia pendengar-Nya adalah dunia tanpa jaring pengaman, tanpa asuransi, di bawah kekuasaan asing. Dalam dunia seperti itu, ayat ini bukan nasihat gaya hidup. Ia adalah tawaran untuk hidup dari tangan yang tidak kelihatan.
Refleksi
Kalau seseorang mengamati satu minggu hidup Anda tanpa mendengar sepatah kata pun dari mulut Anda, apa yang akan ia simpulkan sebagai hal yang Anda cari dahulu?
Yesus tidak menjelaskan bagaimana "semuanya itu" akan ditambahkan. Apa yang terjadi di dalam diri Anda ketika sebuah janji dibiarkan tanpa penjelasan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 6:33
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 6:33?
Tentang apakah MATIUS 6:33?
Apa konteks historis dari MATIUS 6:33?
Apa yang MATIUS 6:33 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 6:33 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, untuk makanan di meja hari ini dan pakaian yang menutupi tubuhku. Terima kasih karena Engkau mengingatkan bahwa hidupku lebih penting daripada makanan, sehingga aku boleh meletakkan kekhawatiranku tentang hari esok ke dalam tangan-Mu.
Yesus tidak melarangmu memiliki apa pun. Dia hanya menunjukkan ke mana semuanya bermuara: "Namun, kumpulkanlah harta bagimu di surga, di mana ngengat dan karat tidak merusak, dan pencuri tidak membongkar serta mencuri." Ngengat bekerja diam-diam, karat tidak pernah terburu-buru. Yang kaurawat mati-matian hari ini, perlahan hilang juga. Lalu apa yang sedang kaukumpulkan yang tidak bisa dicuri dari hatimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi