ROMA 12:1
Teks
Sesudah sebelas pasal yang menelusuri murka dan kasih karunia Allah, keras kepala manusia dan kesetiaan Allah kepada Israel, Paulus berbalik kepada pembacanya dan tidak memerintah melainkan memohon: "oleh kemurahan Allah, aku memohon kepadamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah." Satu kalimat, tetapi di dalamnya seluruh kosakata Bait Allah dipindahkan dari mezbah batu ke tubuh manusia yang berkeringat, lelah, dan makan siang. Dan Paulus menutupnya dengan sebuah definisi yang mengejutkan: "itulah penyembahanmu rohanimu." Ibadah, dalam kalimat ini, bukan sesuatu yang Anda hadiri, melainkan sesuatu yang Anda serahkan, dan yang Anda serahkan adalah diri Anda sendiri dalam wujudnya yang paling jasmani.
Inti
Perhatikan urutannya, karena di situlah seluruh bobot teologisnya. Paulus tidak berkata "persembahkanlah tubuhmu supaya Allah bermurah hati," tetapi "oleh kemurahan Allah." Belas kasihan itu sudah ada, sudah diuraikan panjang lebar dalam pasal 3 sampai 11, dan baru sesudah itu datang permohonan. Injil tidak pernah menjadi transaksi; ia menjadi tanggapan. Yang kedua: Allah meminta tubuh, bukan hanya hati. Dalam dunia yang membagi manusia menjadi jiwa mulia dan daging rendahan, Paulus menolak pembagian itu mentah-mentah. Yang dikuduskan adalah tangan, mulut, jadwal, dan tenaga Anda. Dan korban ini "hidup", artinya tidak disembelih sekali lalu selesai, melainkan terus bernapas di atas mezbah, setiap pagi kembali menyerahkan diri, setiap pagi tergoda untuk turun lagi.
Benang Merah
Bahasa ayat ini dicuri dari Imamat. Kata "persembahan", "kudus", "berkenan" adalah kosakata teknis mezbah: hewan tanpa cacat, diperiksa imam, dibakar sampai asapnya naik sebagai bau yang menyenangkan bagi Allah. Paulus memakai istilah-istilah itu bukan sebagai kiasan longgar, melainkan sebagai klaim: sistem korban itu sudah mencapai tujuannya di dalam Kristus, dan sekarang mezbahnya adalah umat. Bukan karena korban tidak lagi penting, tetapi karena korban yang menentukan sudah dipersembahkan satu kali dan kini melahirkan korban-korban turunan yang hidup. Inilah sebabnya Paulus meletakkan seruan ini tepat sesudah sebelas pasal tentang Kristus dan kesetiaan Allah. Yang dulu dilakukan seekor domba di halaman Bait Allah, kini dilakukan tubuh Anda di dapur, di kantor, di ruang tunggu rumah sakit.
Cermin
Persoalannya bukan apakah Anda percaya ini, melainkan apakah tubuh Anda tahu. Tubuh Anda punya kebiasaan yang jujur: ke mana kaki melangkah saat lelah, untuk apa uang keluar tanpa dipikir, berapa jam layar merebut mata Anda, siapa yang Anda peluk dan siapa yang Anda hindari. Semua itu adalah liturgi, entah kepada Allah atau kepada sesuatu yang lain. Dan "korban yang hidup" selalu punya satu masalah khas: ia bisa turun dari mezbah. Anda menyerahkan diri Minggu pagi dan menariknya kembali Senin siang, biasanya bukan lewat dosa besar, melainkan lewat penjadwalan ulang yang halus. Maka hari ini, sebelum tidur, sebutkan dengan suara keras satu bagian tubuh Anda dan satu perbuatan nyata besok yang akan Anda lakukan dengannya bagi orang lain, lalu serahkan itu kepada Allah dalam doa singkat.
Intertekstual
Ayat ini bergema dengan Roma 6:13, di mana Paulus sudah meminta jemaat menyerahkan anggota tubuh mereka kepada Allah sebagai senjata kebenaran, bukan kepada dosa. Jadi pasal 12 bukan tema baru, melainkan pengulangan dengan tekanan ibadah: apa yang di pasal 6 disebut ketaatan, di sini disebut penyembahan. Gema kedua lebih tua dan lebih tajam. Ketika Samuel menegur Saul bahwa mendengarkan lebih baik daripada lemak domba jantan, ia sedang membongkar ilusi yang sama yang dibongkar Paulus: bahwa Allah dapat dipuaskan dengan sesuatu yang dipersembahkan sebagai pengganti diri sendiri. Israel selalu tergoda menyerahkan hewan agar tidak perlu menyerahkan hati; kita tergoda menyerahkan waktu ibadah agar tidak perlu menyerahkan minggu.
Detail
Kata terakhir itulah yang paling sering salah dibaca: "penyembahanmu rohanimu". Kata Yunaninya logikos, yang berakar pada logos, kata atau nalar. Artinya bukan "rohani" sebagai lawan dari jasmani, karena justru tubuhlah yang dipersembahkan. Maksudnya ibadah yang masuk akal, ibadah yang sesuai dengan kenyataan, ibadah yang merupakan satu-satunya tanggapan logis bagi orang yang sudah membaca sebelas pasal tentang belas kasihan Allah. Paulus tidak sedang membujuk dengan emosi; ia sedang mengajukan kesimpulan. Jika benar Allah menyelamatkan Anda tanpa jasa, maka menahan tubuh Anda bagi diri sendiri bukan hanya salah secara moral, tetapi tidak nyambung secara nalar. Terjemahan "rohani" mudah membuat kita memikirkan suasana hati; teksnya justru memikirkan konsistensi.
Konteks
Surat ini ditulis sekitar pertengahan tahun lima puluhan kepada jemaat di ibu kota kekaisaran, jemaat yang Paulus sendiri belum pernah kunjungi. Di Roma, ibadah adalah urusan publik dan politis: kuil-kuil di setiap sudut, asap korban yang nyata baunya, kaisar yang dihormati dengan persembahan. Di antara pembacanya ada orang Yahudi yang baru kembali sesudah pengusiran oleh Klaudius dan mendapati jemaat kini didominasi orang bukan Yahudi, dengan segala gesekan yang wajar menyusul. Kepada kelompok yang rapuh dan bercampur inilah Paulus berkata: mezbah kalian bukan di kuil mana pun, melainkan tubuh kalian sendiri, dan kekudusan itu akan langsung diuji di ayat-ayat berikutnya, dalam kerendahan hati, pelayanan, dan sikap terhadap penganiaya.
Refleksi
Kalau seseorang hanya melihat pemakaian waktu, uang, dan tenaga Anda selama seminggu terakhir, kepada siapa mereka akan menyimpulkan tubuh Anda dipersembahkan?
Di titik mana Anda paling sering "turun dari mezbah", dan apa yang biasanya menjadi alasan yang terdengar masuk akal?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Romans 12:1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ROMA 12:1?
Tentang apakah ROMA 12:1?
Apa konteks historis dari ROMA 12:1?
Apa yang ROMA 12:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ROMA 12:1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Romans 12
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, ajar aku mengasihi orang-orang di sekitarku seperti keluarga, bukan sekadar kenalan. Tolong aku lebih dulu menghargai mereka, tanpa menunggu dihargai. Aku sering ingin diperhatikan lebih dulu; lembutkan hatiku hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi