ROMA 12
Teks Itu Sendiri
Paulus berhenti berargumentasi dan mulai memohon: serahkan tubuhmu, yang konkret, yang bisa lelah dan lapar dan disakiti, sebagai kurban yang hidup. Jangan dibentuk oleh pola dunia ini, tetapi biarkan akal budimu diperbarui sampai kamu bisa membedakan kehendak Allah. Lalu ia turun ke tanah: jangan menilai dirimu lebih tinggi dari seharusnya, pakailah karuniamu di dalam satu tubuh, kasihilah tanpa topeng, berkatilah yang menganiaya, jangan membalas, dan kalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Inti
Kata "karena itu" di ayat 1 menanggung sebelas pasal. Setelah Paulus menghabiskan halaman demi halaman menjelaskan bahwa manusia tidak bisa membenarkan dirinya sendiri, bahwa keselamatan datang sebagai anugerah murni, ia tidak berkata: sekarang balaslah budi Allah. Ia berkata: "oleh kemurahan Allah, aku memohon kepadamu." Kemurahan itu bukan hutang yang harus dicicil, melainkan tanah tempat kaki kita berpijak saat kita mulai hidup baru. Dan yang dipersembahkan bukan perasaan religius, melainkan tubuh: jadwal, uang, mulut, tangan. Ibadah yang sejati, kata Paulus, terjadi bukan ketika mata terpejam dalam nyanyian, tetapi ketika tubuh yang sama itu melayani orang yang tidak menyenangkan. Anugerah selalu berakhir di dunia nyata, atau ia belum benar-benar dipahami.
Benang Merah
Bahasa ayat 1 diambil dari halaman-halaman Imamat: kurban, kudus, berkenan. Tetapi ada satu kata yang membalikkan segalanya, yaitu "hidup". Kurban di bait suci mati; kurban ini berjalan pulang setelah kebaktian dan pergi bekerja Senin pagi. Yang membuat pergeseran ini mungkin adalah Kristus, yang sekali untuk selamanya mempersembahkan diri-Nya sehingga tidak ada lagi darah yang perlu ditumpahkan. Maka yang tersisa bagi kita bukan menebus, melainkan menyerah. Dan pola hidup yang Paulus lukiskan di ayat 14 sampai 21, memberkati penganiaya, menolak balas dendam, mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, itu bukan idealisme moral. Itu potret Yesus di kayu salib, sekarang dititipkan ke dalam tubuh jemaat-Nya.
Cermin
Perhatikan di mana ayat 3 mendarat pada Anda. Paulus tidak berkata "jangan sombong" secara umum; ia berkata jangan memikirkan dirimu lebih tinggi dari yang seharusnya. Itu menyentuh cara Anda diam-diam membandingkan pelayanan Anda dengan pelayanan orang lain di grup WhatsApp gereja. Dan ayat 15 mungkin lebih perih lagi: menangis dengan yang menangis relatif mudah, karena air mata orang lain menempatkan kita di posisi penolong. Tetapi bersukacita dengan yang bersukacita, ketika rekan kerja mendapat promosi yang Anda incar, ketika sahabat mengumumkan kehamilan sementara rahim Anda tetap sunyi, itu menuntut kematian yang nyata. Lalu ayat 9: kasih tanpa pura-pura. Berapa banyak keramahan Anda minggu lalu yang sebenarnya adalah manajemen kesan? Paulus tidak menawarkan jalan pintas. Ia hanya menunjuk kemurahan Allah dan berkata: mulailah dari sana.
Profil Pembaca Pertama
Jemaat di Roma hidup di jantung kekuasaan dunia, di kota yang menghormati status, patronase, dan pembalasan sebagai kebajikan. Membalas penghinaan bukan dosa di sana; itu tanda seseorang punya harga diri. Dan jemaat itu retak: orang Yahudi yang baru kembali setelah pengusiran oleh Kaisar Klaudius, berhadapan dengan orang bukan Yahudi yang sudah mengambil alih kepemimpinan. Karena itu "bergaullah dengan mereka yang dianggap rendah" bukan nasihat manis, melainkan serangan langsung terhadap tangga sosial Romawi. Dan "jangan kamu sendiri membalas dendam" diucapkan kepada orang-orang yang tidak punya perlindungan hukum, yang bisa diseret ke pengadilan kapan saja. Paulus tidak meminta mereka pura-pura tidak terluka. Ia meminta mereka menyerahkan hak untuk membalas kepada Hakim yang lebih adil.
Gema Kitab Suci
Ayat 19 mengutip Ulangan 32, nyanyian Musa, di mana Allah bersumpah bahwa pembalasan adalah hak-Nya. Paulus memakainya bukan untuk menakuti, tetapi untuk melegakan: Anda boleh melepaskan dendam karena keadilan tidak akan hilang, hanya berpindah tangan. Ayat 20 mengambil Amsal 25, tentang memberi makan musuh yang lapar. Kedua kutipan itu berasal dari Perjanjian Lama, dari kitab-kitab yang sering dituduh keras, dan justru di sanalah dasar pengampunan Kristen diletakkan. Ini penting: menolak membalas bukan penemuan baru Perjanjian Baru yang lebih lembut. Itu selalu menjadi cara Allah, sejak Ia menahan tangan-Nya sendiri berkali-kali atas umat yang keras kepala.
Satu Detail
"Bara api di atas kepalanya" (ayat 20) sering dibaca sebagai kepuasan terselubung: berbuat baiklah, supaya musuhmu tersiksa. Tetapi gambaran itu kemungkinan besar berasal dari sebuah kebiasaan kuno: seseorang yang tungkunya padam membawa wadah tanah liat di atas kepala untuk mengangkut bara hidup dari rumah tetangga. Memberi bara berarti memberi kehidupan kembali kepada rumah yang dingin. Bahkan jika gambarannya adalah rasa malu yang membakar, arahnya tetap sama: rasa malu yang membawa kepada pertobatan, bukan kehancuran. Dan itu cocok dengan ayat berikutnya, yang menjadi puncak seluruh pasal. Kejahatan tidak dikalahkan dengan dibalas; ia hanya berpindah. Ia dikalahkan ketika seseorang menyerapnya dan mengembalikan kebaikan.
Refleksi
Siapa satu orang yang sukacitanya sulit Anda rayakan, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang apa yang sebenarnya Anda inginkan?
Di bagian mana hidup Anda "mempersembahkan tubuh" masih tinggal sebagai perasaan batin saja, belum menyentuh jadwal, dompet, atau mulut Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Romans 12
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ROMA 12?
Tentang apakah ROMA 12?
Apa konteks historis dari ROMA 12?
Apa yang ROMA 12 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ROMA 12 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Romans 12
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, ajar aku mengasihi orang-orang di sekitarku seperti keluarga, bukan sekadar kenalan. Tolong aku lebih dulu menghargai mereka, tanpa menunggu dihargai. Aku sering ingin diperhatikan lebih dulu; lembutkan hatiku hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
