1 PETRUS 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Petrus menulis surat ini kepada orang-orang Kristen yang hidup di tengah tetangga yang tidak percaya kepada Yesus. Mereka bukan kelompok besar dan berkuasa. Mereka justru sering diejek, dicurigai, bahkan difitnah. Bayangkan kamu satu-satunya di kelasmu yang percaya kepada Yesus, dan orang lain menertawakan itu. Kira-kira begitulah rasanya.
Petrus mulai dengan hal yang sangat nyata: rumah tangga. Ada perempuan yang percaya kepada Yesus, sementara suaminya tidak. Apa yang harus ia lakukan? Petrus tidak berkata: berdebatlah sampai menang. Ia berkata bahwa suaminya bisa "dimenangkan oleh tingkah laku istrinya tanpa kata-kata". Jadi bukan dengan ceramah panjang, melainkan dengan cara hidup yang murni dan terhormat. Lalu Petrus berbicara tentang kecantikan. Bukan kepang rambut, perhiasan emas, atau pakaian mahal yang membuat seseorang berharga, kata dia, melainkan "kecantikan yang tidak dapat layu", yang tumbuh di dalam hati. Menarik, ya: Petrus tahu bahwa hal-hal luar itu selalu memudar, tetapi ada yang tidak.
Kemudian Petrus menoleh kepada para suami. Mereka harus hidup "dengan penuh pengertian" dan menghormati istri mereka sebagai "sesama ahli waris". Ahli waris berarti: sama-sama menerima warisan dari Allah, sama-sama anak-Nya. Di zaman Petrus itu bukan hal biasa; perempuan sering dianggap kurang berharga. Petrus berkata sebaliknya. Dan ia menambahkan sesuatu yang mengejutkan: kalau seorang suami tidak menghormati istrinya, doa-doanya terhalang. Bagaimana kita memperlakukan orang di rumah ternyata berhubungan langsung dengan hubungan kita dengan Allah.
Lalu Petrus berbicara kepada semua orang. Sehati, penuh belas kasih, lemah lembut, rendah hati. Dan satu kalimat yang paling sulit dilakukan di seluruh pasal ini: "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau makian dengan makian. Sebaliknya, hendaklah kamu memberkati." Kalau ada yang menghinamu, jangan hina balik. Berkati dia. Petrus lalu mengutip Mazmur 34 tentang menjaga lidah dan mencari perdamaian, dan mengingatkan bahwa mata Tuhan memperhatikan orang benar dan telinga-Nya mendengar doa mereka.
Bagian terakhir bicara tentang penderitaan. Kalau kamu menderita karena berbuat baik, kata Petrus, kamu diberkati. Dan kalau ada yang bertanya mengapa kamu masih punya harapan, kamu harus siap menjawab, "dengan lemah lembut dan hormat". Bukan dengan marah.
Dan di ayat 18 sampai 22 ada bagian yang sungguh sulit. Kristus mati sekali untuk semua orang, dan di dalam Roh Ia memberitakan sesuatu kepada "roh-roh di penjau", kepada mereka yang tidak taat pada zaman Nuh. Delapan orang diselamatkan melalui air bah, dan Petrus berkata bahwa air itu melambangkan baptisan. Aku jujur kepadamu: para ahli Alkitab sudah ratusan tahun berdebat tentang apa persisnya arti ayat 19. Aku tidak tahu pasti. Yang jelas dari teks ini: Yesus tidak berhenti di kubur, Ia hidup, Ia naik ke surga, dan segala kuasa ditundukkan kepada-Nya.
Apa Artinya Ini?
Petrus mengajarkan kekuatan yang tidak terlihat seperti kekuatan. Di dunia, orang yang menang adalah yang paling keras suaranya, yang paling cepat membalas, yang paling mahal pakaiannya. Petrus berkata: yang berharga di mata Allah justru "roh yang lemah lembut dan tenang".
Itu bukan berarti menjadi lemah atau penakut. Perhatikan ayat 6: berbuat baik "dengan tidak dikuasai oleh rasa takut". Justru dibutuhkan keberanian besar untuk tidak membalas. Membalas itu mudah dan cepat. Memberkati orang yang menyakitimu, itu butuh hati yang kuat.
Benang Merah
Mengapa Petrus berani meminta hal sesulit itu? Karena Yesus melakukannya lebih dulu. "Yang benar mati untuk yang tidak benar, sehingga Ia dapat membawa kita kepada Allah." Yesus tidak bersalah, tetapi Ia menderita. Ia tidak membalas. Dan justru lewat jalan itu Ia membuka jalan bagi kita kepada Allah.
Jadi ketika kamu memilih untuk tidak membalas, kamu tidak sedang mengikuti aturan yang kaku. Kamu sedang berjalan di jalan yang sudah dilalui Yesus. Dan jalan itu tidak berakhir di kubur, tetapi di surga, di sebelah kanan Allah.
Untuk Kamu
Ada seseorang di kelasmu, mungkin di rumahmu, yang tahu persis cara membuatmu marah. Kata-kata yang membuat dadamu panas. Petrus tidak berkata bahwa kamu harus berpura-pura tidak apa-apa. Ia berkata: jangan balas dengan kata yang sama.
Coba satu hal minggu ini. Ketika seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan, tahan tiga detik sebelum menjawab. Dalam tiga detik itu, mintalah kepada Allah kata-kata yang lain.
Dan hal kedua: Petrus berkata kamu harus siap menjawab tentang harapanmu. Coba pikirkan sekarang, dalam kata-katamu sendiri: mengapa kamu percaya kepada Yesus? Kamu tidak perlu jawaban yang hebat. Jawaban yang jujur sudah cukup.
Bicarakan Bersama
Menurutmu, apa bedanya "tidak membalas karena takut" dan "tidak membalas karena kamu memilih untuk memberkati"?
Kalau ada teman bertanya mengapa kamu percaya kepada Yesus, apa yang akan kamu katakan? Coba katakan sekarang, dengan kata-katamu sendiri.
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau disakiti tetapi tidak membalas. Aku sering ingin langsung membalas. Berilah aku hati yang tenang dan berani seperti hati-Mu. Dan tolong aku menjawab dengan jujur kalau ada yang bertanya tentang Engkau. Amin.
Pertanyaan tentang 1 PETRUS 3
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 PETRUS 3?
Apa yang dikatakan 1 PETRUS 3?
Apa yang 1 PETRUS 3 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 PETRUS 3?
Mengapa 1 PETRUS 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Supaya doa-doamu tidak terhalang." Petrus menaruh kalimat itu di ujung, dan itu mengguncang. Cara kamu bicara pada istrimu pagi ini ternyata sampai ke ruang doamu malam nanti. Tidak ada dinding antara meja makan dan mezbah. Hidup bijaksana, menghormati dia sebagai sesama ahli waris anugerah kehidupan, itu bukan tambahan. Itu bagian dari ibadahmu.
Selalu siap sedia memberi jawaban kepada setiap orang yang memintamu untuk menjelaskan tentang pengharapan yang ada padamu."
Perhatikan: orang bertanya bukan karena kamu pandai berdebat, tetapi karena mereka melihat kamu tetap berpengharapan saat hidupmu sedang sulit. Itulah yang mengundang pertanyaan. Dan jawabnya pun bukan dengan nada menang, melainkan dengan lemah lembut dan hormat. Apakah hidupmu hari ini membuat orang penasaran?
Petrus menyebutnya "perhiasan yang tidak dapat binasa, yaitu roh yang lembut dan tenteram." Emas bisa hilang, wajah berubah, pakaian usang. Tetapi hati yang tenang di hadapan Allah tidak pernah pudar. Kamu rela berjam-jam merapikan yang dilihat orang. Siapa yang merawat bagian dirimu yang hanya dilihat Allah?
Petrus menulis kepada orang percaya yang sedang difitnah, dituduh macam-macam hanya karena mengikut Kristus. Dan nasihatnya mengejutkan: jangan balas dengan lidah tajam, tapi jaga hati nurani yang baik. "Miliki hati nurani yang baik, supaya sementara mereka memfitnahmu sebagai orang jahat, mereka menjadi malu karena mereka memfitnah cara hidupmu yang baik dalam Kristus."
Pembelaan terbaikmu bukan kata-kata, melainkan hidupmu sendiri. Ketika kamu difitnah hari ini, mungkin di kantor atau di keluarga, tidak semua tuduhan perlu dijawab. Ada yang cukup dijawab dengan tetap hidup lembut, jujur, dan setia. Waktu akan membuat fitnah itu malu sendiri.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak