Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

1 SAMUEL 1

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Ada seorang perempuan bernama Hana. Ia menikah dengan Elkana, seorang yang baik hati. Tapi Elkana punya istri lain juga, namanya Penina. Penina punya banyak anak. Hana tidak punya anak sama sekali.

Setiap tahun mereka pergi ke Silo untuk berdoa dan membawa persembahan kepada Tuhan. Di sana Penina selalu mengejek Hana. Ia sengaja membuat Hana sedih karena Hana tidak punya anak. Hana sampai menangis dan tidak mau makan. Bayangkan, betapa sakit hatinya setiap tahun diejek seperti itu.

Elkana melihat istrinya menangis. Ia bertanya dengan lembut, “Hana, mengapa kamu menangis? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?” Tapi kata-kata itu tidak membuat hati Hana lega.

Maka Hana pergi sendiri ke rumah Tuhan. Hatinya begitu getir, begitu pedih, sampai ia menangis tersedu-sedu saat berdoa. Ia berjanji kepada Tuhan, “Ya Tuhan, kalau Engkau memberiku seorang anak laki-laki, aku akan memberikan dia kembali kepada-Mu seumur hidupnya.”

Imam Eli duduk di dekat pintu Bait Suci. Ia melihat bibir Hana bergerak-gerak tapi tidak ada suara keluar. Eli mengira Hana mabuk! Ia pun menegurnya. Tapi Hana menjawab, “Bukan, Tuanku. Aku sedang mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan, karena aku sangat bersedih.” Mendengar itu, Eli berkata, “Pergilah dengan tenang. Kiranya Tuhan mengabulkan permintaanmu.” Wajah Hana pun berubah, ia bisa makan lagi dan hatinya tidak sedih lagi.

Apakah Tuhan mendengar doa Hana? Ya! Tidak lama kemudian Hana mengandung, lalu lahirlah seorang anak laki-laki. Hana menamainya Samuel, yang berarti “aku telah memintanya dari Tuhan.”

Apa Artinya Ini?

Cerita ini mengajarkan bahwa Tuhan mendengar orang yang hatinya sedih, bahkan ketika mereka hanya bisa menangis tanpa kata-kata. Hana tidak punya kuasa untuk membuat dirinya punya anak. Tapi ia punya Tuhan untuk diajak bicara. Ia mencurahkan semua yang ada di hatinya, yang sakit, yang kecewa, semuanya, kepada Tuhan. Dan Tuhan tidak mengabaikannya.

Yang membuat cerita ini makin indah adalah, setelah Tuhan menjawab doanya, Hana tidak menyimpan Samuel untuk dirinya sendiri. Ia membawa anak itu kembali ke Silo dan menyerahkannya kepada Tuhan, seperti janjinya. Itu bukan hal mudah. Bayangkan harus mengantar anak yang sangat dicintai, yang sudah lama dinanti, untuk tinggal di rumah Tuhan. Tapi Hana percaya, anak itu memang milik Tuhan sejak awal.

Benang Merah

Tuhan mendengar doa orang yang tertindas dan sedih hati, itu benang merah yang terus muncul dalam Alkitab. Nanti, bertahun-tahun kemudian, ada perempuan lain yang juga memuji Tuhan karena Dia memperhatikan orang kecil dan yang dihina, yaitu Maria, ibu Yesus. Tuhan yang mendengar tangisan Hana adalah Tuhan yang sama yang kemudian mengirim Anak-Nya sendiri, Yesus Kristus, untuk menolong semua orang yang hatinya terluka.

Untuk Kamu

Kalau ada yang membuatmu sedih, kamu boleh melakukan seperti Hana. Kamu tidak perlu kata-kata yang indah atau panjang. Kamu boleh bicara kepada Tuhan dengan jujur, bahkan kalau hanya bisa menangis. Tuhan tidak menyuruhmu berpura-pura baik-baik saja. Ia ingin kamu mencurahkan isi hatimu kepada-Nya, seperti Hana.

Mari Bicarakan

Pernahkah kamu merasa sangat sedih sampai sulit mengatakannya dengan kata-kata? Apa yang kamu lakukan?

Mengapa menurutmu Hana tetap menepati janjinya untuk memberikan Samuel kepada Tuhan, walau itu pasti berat?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena Engkau mendengar hati yang sedih, seperti hati Hana. Kalau kami merasa sedih atau sulit, ajar kami untuk datang kepada-Mu dan menceritakan semuanya, sama seperti Hana. Terima kasih karena Engkau selalu memperhatikan kami. Dalam nama Yesus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang 1 SAMUEL 1

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah 1 SAMUEL 1?
Ada seorang perempuan bernama Hana. Ia menikah dengan Elkana, seorang yang baik hati. Tapi Elkana punya istri lain juga, namanya Penina. Penina punya banyak anak. Hana tidak punya anak sama sekali.
Apa yang dikatakan 1 SAMUEL 1?
Elkana melihat istrinya menangis. Ia bertanya dengan lembut, “Hana, mengapa kamu menangis? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?” Tapi kata-kata itu tidak membuat hati Hana lega.
Apa yang 1 SAMUEL 1 ajarkan tentang Tuhan?
Imam Eli duduk di dekat pintu Bait Suci. Ia melihat bibir Hana bergerak-gerak tapi tidak ada suara keluar. Eli mengira Hana mabuk! Ia pun menegurnya. Tapi Hana menjawab, “Bukan, Tuanku. Aku sedang mencurahkan isi hatiku di hadapan Tuhan, karena aku sangat bersedih.” Mendengar itu, Eli berkata, “Pergilah dengan tenang.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 SAMUEL 1?
Cerita ini mengajarkan bahwa Tuhan mendengar orang yang hatinya sedih, bahkan ketika mereka hanya bisa menangis tanpa kata-kata. Hana tidak punya kuasa untuk membuat dirinya punya anak. Tapi ia punya Tuhan untuk diajak bicara. Ia mencurahkan semua yang ada di hatinya, yang sakit, yang kecewa, semuanya, kepada Tuhan.
Mengapa 1 SAMUEL 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan mendengar doa orang yang tertindas dan sedih hati, itu benang merah yang terus muncul dalam Alkitab. Nanti, bertahun-tahun kemudian, ada perempuan lain yang juga memuji Tuhan karena Dia memperhatikan orang kecil dan yang dihina, yaitu Maria, ibu Yesus.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak