1 TESALONIKA 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Tesalonika, sebuah kota di Yunani. Ia pernah datang ke sana untuk bercerita tentang Yesus Kristus, tetapi itu tidak mudah. Sebelum tiba di Tesalonika, Paulus dan teman-temannya baru saja dipukuli dan dihina di kota Filipi. Bayangkan, badan masih sakit, tetapi mereka tetap berani berbicara tentang Allah di kota berikutnya, di tengah orang-orang yang menentang mereka.
Paulus ingin jemaat tahu bahwa ia tidak datang untuk menipu atau mencari keuntungan. Ia tidak merayu dengan kata-kata manis supaya orang menyukainya, dan ia juga tidak mengharapkan pujian. Sebaliknya, ia menggambarkan dirinya seperti seorang ibu yang merawat anaknya sendiri, lembut dan penuh kasih sayang. Lalu dalam ayat 11, gambarannya berubah menjadi seorang ayah yang menasihati dan mendorong anak-anaknya untuk hidup baik. Dua gambaran itu sangat hangat, seorang ibu yang menyusui dan seorang ayah yang mendidik, dipakai Paulus untuk satu hal yang sama, yaitu kasihnya yang sungguh-sungguh kepada jemaat ini.
Paulus juga bercerita bahwa jemaat Tesalonika mengalami penderitaan, sama seperti jemaat-jemaat lain yang percaya kepada Yesus Kristus. Ia menulis tentang orang-orang yang menghalangi pemberitaan Injil, bahkan sampai membunuh Tuhan Yesus dan para nabi. Ini bagian yang berat dan jujur dari suratnya. Paulus tidak menutupi bahwa mengikut Yesus Kristus bisa mendatangkan kesulitan dan permusuhan.
Di akhir pasal ini, kita merasakan rindu Paulus yang begitu besar untuk bertemu lagi dengan jemaat itu. Ia bahkan berkata bahwa Iblis menghalangi rencananya untuk datang. Paulus menyebut jemaat Tesalonika sebagai harapan, sukacita, dan mahkota kebanggaannya di hadapan Tuhan Yesus.
What Does This Mean?
Bagian ini menunjukkan bahwa memberitakan Injil, yaitu kabar baik tentang Yesus Kristus, bukan pekerjaan yang mudah atau menyenangkan diri sendiri. Paulus bekerja siang dan malam, menderita, dihina, tetapi tetap setia. Mengapa? Karena ia sungguh-sungguh percaya bahwa berita tentang Yesus Kristus itu benar dan penting, dan karena ia sungguh mengasihi orang-orang yang mendengarnya.
Yang menarik, Paulus tidak pernah berkata bahwa hidup orang percaya akan selalu mudah. Ia malah jujur bahwa ada permusuhan, bahkan dari orang-orang yang seharusnya mengenal Allah. Ini mengajarkan kita bahwa iman yang sejati tidak selalu disambut baik oleh dunia, dan itu tidak apa-apa. Yang penting adalah tetap setia, seperti Paulus, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah.
The Common Thread
Di tengah pasal ini ada satu kalimat penting, yaitu bahwa Allah memanggil jemaat Tesalonika ke dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya sendiri. Panggilan ini bukan hal baru. Sejak awal cerita Alkitab, Allah selalu memanggil manusia untuk hidup bersama-Nya, mulai dari Abraham, bangsa Israel, sampai sekarang jemaat-jemaat yang percaya kepada Yesus Kristus.
Paulus rela menderita karena ia tahu Injil ini bukan buatannya sendiri, melainkan firman Allah yang hidup dan bekerja di dalam hati orang percaya. Semua kesetiaan Paulus, kasihnya seperti ibu dan ayah, kerinduannya untuk bertemu jemaat lagi, semuanya berakar pada satu hal, yaitu Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit, dan yang akan datang kembali. Paulus bahkan berbicara tentang "kedatangan-Nya", saat semua kasih dan kerja keras itu akan terlihat maknanya di hadapan Tuhan Yesus.
For You
Mungkin kamu pernah merasa sulit untuk jujur tentang imanmu, karena takut ditertawakan atau dijauhi teman. Paulus mengajarkan bahwa hidup mengikut Yesus Kristus memang kadang membuat kita berbeda dari orang lain, dan itu bisa terasa berat. Tetapi kamu tidak sendiri. Ada orang-orang seperti Paulus, dan mungkin juga orang-orang di sekitarmu, yang mengasihi dan mendoakanmu seperti orang tua mengasihi anaknya.
Cobalah pikirkan, siapa di hidupmu yang seperti Paulus, yang jujur mengajarimu tentang Allah bukan untuk mencari pujian, tetapi karena benar-benar mengasihimu? Bersyukurlah untuk mereka. Dan doakan supaya kamu sendiri bisa menjadi orang yang jujur dan setia, seperti yang Paulus tunjukkan.
Talk About It
Mengapa menurutmu Paulus memakai gambaran seorang ibu dan seorang ayah untuk menjelaskan kasihnya kepada jemaat Tesalonika?
Pernahkah kamu mengalami kesulitan karena kamu percaya kepada Yesus Kristus? Bagaimana perasaanmu saat itu?
Praying Together
Tuhan Yesus, terima kasih karena ada orang-orang yang dengan setia menceritakan tentang-Mu, meskipun itu tidak selalu mudah bagi mereka. Ajari kami untuk berani jujur tentang iman kami, dan tolong kami untuk saling mengasihi seperti Paulus mengasihi jemaatnya. Amin.
Pertanyaan tentang 1 TESALONIKA 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 TESALONIKA 2?
Apa yang dikatakan 1 TESALONIKA 2?
Apa yang 1 TESALONIKA 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari 1 TESALONIKA 2?
Mengapa 1 TESALONIKA 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kamu tahu bahwa kami memperlakukan kamu masing-masing seperti seorang ayah memperlakukan anak-anaknya sendiri." Perhatikan dua kata itu: masing-masing. Paulus tidak menggembalakan kerumunan, ia mengenal orang per orang. Siapa satu orang yang Tuhan titipkan padamu, yang selama ini hanya kamu sapa sebagai bagian dari kelompok?
Mereka disebut "peniru jemaat-jemaat Allah" bukan karena meniru cara ibadah, melainkan karena menderita hal yang sama. Dan yang melukai mereka adalah "orang-orang sebangsamu", orang paling dekat. Kalau imanmu membuatmu ditolak keluargamu sendiri, itu bukan tanda Tuhan pergi. Itu tanda kamu sedang berjalan di jalan yang sama dengan saudara seimanmu di tempat lain.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak