1 TESALONIKA 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Paulus sedang membela diri. Itu terdengar aneh untuk seorang rasul, tetapi begitulah situasinya. Ia menulis kepada jemaat muda di Tesalonika, sebuah kota pelabuhan di Makedonia, dan rupanya ada orang-orang yang mulai berbisik: "Paulus itu cuma pembicara keliling. Datang, bicara manis, ambil uang, lalu kabur ketika keadaan memanas."
Tuduhan itu tidak sepenuhnya tanpa dasar dalam dunia kuno. Kota-kota Yunani penuh dengan guru bayaran, orator yang hidup dari kefasihan mulut mereka. Karena itu Paulus tidak mulai dengan teologi, melainkan dengan ingatan bersama: "kamu sendiri tahu bahwa kunjungan kami kepadamu tidak sia-sia." Kalian ada di sana. Kalian melihat sendiri.
Lalu ia menyebut Filipi. Di kota sebelumnya ia "dianiaya dan dihina." Bukan metafora. Ia datang ke Tesalonika dengan tubuh yang masih ingat rasa sakit itu, dan tetap berbicara. Bukan karena ia bermental baja, tetapi karena, tulisnya, "kami memiliki keberanian di dalam Allah."
Kemudian datang serangkaian penyangkalan yang tajam. Nasihat kami tidak berasal dari kesesatan, ketidakmurnian, atau kepalsuan. Kami tidak pernah datang dengan kata-kata yang merayu. Kami tidak memakai kedok untuk menutupi keserakahan. Kami tidak mencari pujian manusia, padahal sebagai rasul kami berhak menuntut sesuatu. Perhatikan alasannya: kami berbicara "bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kami." Allah membaca motif, bukan hanya kata-kata.
Setelah itu bahasanya berubah menjadi mengejutkan lembut. Paulus, laki-laki keras yang pernah memburu orang Kristen, memakai gambaran seorang ibu: "seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat anak-anaknya sendiri." Dan ia berkata bahwa mereka ingin memberikan bukan hanya Injil, tetapi "juga hidup kami sendiri." Beberapa ayat kemudian ia beralih ke gambaran ayah: menasihati, menghibur, mendorong setiap orang, satu per satu.
Ia juga menyebut pekerjaannya: bekerja siang dan malam supaya tidak menjadi beban. Paulus membuat tenda dengan tangannya sendiri sambil memberitakan Injil, supaya tidak ada yang bisa berkata bahwa ia mengajar demi uang.
Puncaknya ada di ayat 13. Paulus bersyukur bukan karena jemaat menyukai gaya bicaranya, tetapi karena mereka menerima apa yang mereka dengar "bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana yang seharusnya, yaitu perkataan Allah, yang sedang bekerja di antara kamu."
Bagian selanjutnya berat. Jemaat itu menderita dari orang-orang sebangsanya sendiri, sama seperti jemaat-jemaat di Yudea. Paulus menulis kalimat-kalimat keras tentang mereka yang membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan menghalangi Injil sampai kepada bangsa-bangsa lain. Ia bukan sedang menyerang sebuah bangsa; ia sedang menyebut penolakan yang konkret yang ia alami sendiri, dan ia menyerahkan penghakimannya kepada Allah.
Ia menutup dengan kerinduan yang hampir menyayat. Dipisahkan "secara fisik, bukan secara roh." Sudah beberapa kali ingin datang, tetapi terhalang. Dan pertanyaan retoris yang indah: siapakah mahkota kebanggaan kami di hadapan Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya? "Bukankah kamu?"
What Does This Mean?
Pasal ini menunjukkan sesuatu yang jarang dibicarakan: pesan dan pembawa pesan tidak bisa dipisahkan begitu saja.
Kita hidup di zaman di mana orang berkata, "Jangan lihat orangnya, lihat pesannya." Kedengarannya bijak, tetapi Paulus tidak berpikir begitu. Ia tahu bahwa kalau hidupnya kotor, Injil yang ia bawa akan tercemar di mata orang Tesalonika. Karena itu ia menyerahkan hidupnya untuk diperiksa: "Kamu adalah saksi-saksi, dan juga Allah."
Ada dua bahaya yang ia tolak. Yang pertama adalah manipulasi: kata-kata yang merayu, memakai agama sebagai alat mendapat uang, pengaruh, atau tepuk tangan. Yang kedua adalah kekerasan hati: memberitakan kebenaran tanpa kasih. Paulus melawan keduanya dengan satu hal: keterlibatan penuh. Bukan hanya Injil, tetapi juga hidup kami sendiri.
Dan ayat 13 melindungi kita dari kesimpulan yang salah. Jemaat itu tidak bertumbuh karena Paulus hebat. Firman itu sendiri "sedang bekerja." Pembawa pesan boleh diperiksa, tetapi kuasanya tidak pernah berasal darinya.
The Common Thread
Gambaran ibu dan ayah yang dipakai Paulus bukan hiasan sastra. Itu cara Allah sendiri memperlakukan umat-Nya sepanjang Alkitab: memanggil, memelihara, mendidik, menghibur. Paulus hanya meneruskan apa yang ia terima.
Lebih dalam lagi: Paulus memberikan hidupnya karena Yesus lebih dahulu memberikan hidup-Nya. Yesus tidak datang dengan kata-kata yang merayu. Ia tidak mencari pujian manusia. Ia berkata apa yang benar, ditolak, dan mati. Ayat 15 menyebutnya tanpa hiasan: mereka membunuh Tuhan Yesus. Salib adalah bentuk paling ekstrem dari "memberikan hidup kami sendiri."
Dan ada arah ke depan. Paulus menyebut kerajaan dan kemuliaan Allah, dan kedatangan Tuhan Yesus. Ia membayangkan hari itu dan melihat orang-orang muda di Tesalonika berdiri di sana. Itulah mahkotanya. Bukan proyek, bukan reputasi, tetapi manusia.
For You
Kamu hidup di dunia yang sangat mahir dalam kata-kata yang merayu. Konten yang dibuat untuk membuatmu merasa kurang, lalu menawarkan solusinya. Orang yang ramah kepadamu selama kamu berguna. Bahkan dalam lingkungan gereja bisa ada bentuk halus dari itu: berbicara rohani karena itu memberi status.
Pertanyaan Paulus adalah pertanyaan motif, dan itu berlaku juga untukmu. Ketika kamu memposting sesuatu, membantu seseorang, berbicara tentang imanmu, siapa yang sebenarnya ingin kamu senangkan? Allah "menguji hati kami." Itu tidak enak, tetapi juga membebaskan: kamu tidak perlu lagi mengemis pengakuan dari orang yang menilaimu dari jauh.
Dan yang kedua: berhentilah berpikir bahwa mengasihi orang berarti bersikap manis. Paulus lembut seperti ibu dan berterus terang seperti ayah, kepada orang yang sama. Kalau ada teman yang sedang merusak dirinya sendiri, kelembutan sejati bukan diam. Tetapi kamu hanya berhak berkata sesuatu kalau kamu juga bersedia memberikan waktu, tenaga, dan hatimu. Kata-kata tanpa hidup yang ikut diberikan hanyalah suara.
Talk About It
Coba jujur: dalam hal apa kamu paling sering mencari "pujian dari manusia," dan apa yang akan berubah kalau kamu benar-benar percaya bahwa Allah menguji hatimu?
Siapa orang di sekitarmu yang membutuhkan bukan hanya nasihatmu, tetapi sebagian dari hidupmu, dan apa yang menghalangimu memberikannya?
Praying Together
Tuhan, Engkau menguji hati kami dan Engkau tahu betapa sering kami berbicara demi diri sendiri. Bersihkanlah motif kami. Berilah kami keberanian untuk jujur dan kelembutan untuk mengasihi. Biarlah firman-Mu bekerja di dalam kami, bukan sekadar terdengar. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang 1 TESALONIKA 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 TESALONIKA 2?
Apa yang dikatakan 1 TESALONIKA 2?
Apa yang 1 TESALONIKA 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 1 TESALONIKA 2?
Mengapa 1 TESALONIKA 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kamu tahu bahwa kami memperlakukan kamu masing-masing seperti seorang ayah memperlakukan anak-anaknya sendiri." Perhatikan dua kata itu: masing-masing. Paulus tidak menggembalakan kerumunan, ia mengenal orang per orang. Siapa satu orang yang Tuhan titipkan padamu, yang selama ini hanya kamu sapa sebagai bagian dari kelompok?
Mereka disebut "peniru jemaat-jemaat Allah" bukan karena meniru cara ibadah, melainkan karena menderita hal yang sama. Dan yang melukai mereka adalah "orang-orang sebangsamu", orang paling dekat. Kalau imanmu membuatmu ditolak keluargamu sendiri, itu bukan tanda Tuhan pergi. Itu tanda kamu sedang berjalan di jalan yang sama dengan saudara seimanmu di tempat lain.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak