Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

KELUARAN 4

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

The Explanation

Musa sudah mendengar panggilan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir, tetapi ia masih ragu. Ia berkata, "Bagaimana kalau mereka tidak percaya kepadaku?" Tuhan lalu memberi tiga tanda ajaib. Tongkat di tangan Musa berubah menjadi ular, lalu kembali menjadi tongkat. Tangan Musa menjadi kena kusta seperti salju, lalu sembuh kembali. Dan air sungai akan berubah menjadi darah jika dituangkan ke tanah kering. Semua tanda ini membuktikan bahwa Tuhan sendiri yang mengutus Musa.

Tetapi Musa belum juga puas. Ia berkata bahwa ia lambat bicara dan lambat lidah. Tuhan menjawab dengan pertanyaan yang tajam, "Siapakah yang membuat mulut manusia? Bukankah Aku, Tuhan?" Musa tetap memohon, "Utuslah orang lain saja." Di sinilah kemarahan Tuhan menyala. Namun Tuhan tidak membatalkan rencana-Nya, Ia memberi Musa seorang penolong, yaitu Harun, kakaknya, yang akan berbicara bagi Musa.

Musa kemudian pamit kepada Yitro, mertuanya, dan berangkat kembali ke Mesir bersama istri dan anak-anaknya, dengan tongkat Allah di tangannya. Tuhan memberitahu bahwa Ia akan mengeraskan hati Firaun, dan bahwa Israel adalah anak sulung Tuhan yang harus dilepaskan.

Lalu terjadi peristiwa yang aneh dan sulit dipahami. Dalam perjalanan, Tuhan menjumpai Musa dan hendak membunuhnya. Zipora, istri Musa, segera menyunat anaknya dan menyentuhkan kulit itu ke kaki Musa, lalu berkata, "Kamu adalah mempelai darah bagiku." Setelah itu Tuhan membiarkannya. Teks tidak menjelaskan semuanya, tetapi tampaknya Musa lalai menjalankan tanda perjanjian Allah, yaitu sunat, pada keluarganya sendiri.

Akhirnya Harun bertemu Musa, mereka pergi bersama ke Israel, melakukan tanda-tanda itu di depan para tua-tua, dan bangsa itu percaya lalu menyembah Tuhan.

What Does This Mean?

Pasal ini menunjukkan Musa sebagai manusia yang sungguh takut dan ragu, bukan pahlawan tanpa cela. Ia memberi empat alasan untuk menolak panggilan Tuhan. Namun Tuhan tidak marah karena Musa bertanya atau takut, Tuhan marah ketika Musa terus menolak padahal sudah diberi bukti dan jawaban. Ada perbedaan antara jujur mengakui kelemahan dan terus-menerus lari dari panggilan.

Bagian tentang Zipora memang sulit dan Alkitab sendiri tidak menjelaskan semuanya secara rinci. Yang jelas, Tuhan sangat serius soal perjanjian-Nya, tanda sunat yang diberikan sejak zaman Abraham tidak boleh diabaikan, bahkan oleh orang yang dipilih-Nya sendiri.

The Common Thread

Tuhan menyebut Israel sebagai "anak-Ku, anak sulung-Ku". Ini bukan sekadar kata manis, ini soal hubungan yang dekat, seperti bapak dengan anaknya sendiri. Jauh kemudian, Allah mengutus Anak-Nya yang sebenarnya, Yesus Kristus, ke Mesir dan kembali lagi, mengulang jalan yang pernah dilalui bangsa Israel. Musa menerima tongkat sebagai tanda kuasa Allah menyertainya. Yesus kelak tidak memerlukan tongkat sebab Ia sendiri adalah Firman dan kuasa Allah yang datang langsung kepada manusia. Allah yang sabar terhadap keraguan Musa adalah Allah yang sama yang kelak sabar terhadap murid-murid-Nya yang juga penuh keraguan.

For You

Mungkin kamu pernah merasa seperti Musa, merasa tidak cukup pintar, tidak cukup berani, atau tidak cukup pandai bicara untuk melakukan sesuatu yang Tuhan minta. Musa menyampaikan rasa takutnya dengan jujur kepada Tuhan, dan itu baik. Tuhan tidak marah karena ketakutan itu, Ia hanya minta Musa tetap pergi meski takut. Ketakutanmu tidak membuat Tuhan berhenti memakaimu, asal kamu tidak terus bersembunyi di baliknya.

Talk About It

Menurutmu, kenapa Tuhan tetap marah kepada Musa padahal Ia sudah memberi tiga tanda ajaib sebagai bukti?

Peristiwa Zipora dan sunat itu memang sulit dipahami. Hal apa dalam cerita Alkitab yang menurutmu masih menjadi misteri, dan menurutmu bolehkah kita bertanya tentang itu kepada Tuhan?

Praying Together

Tuhan, kadang kami juga takut dan merasa tidak mampu seperti Musa. Terima kasih karena Engkau tetap sabar dan memberi kami teman untuk membantu ketika kami lemah. Ajar kami berani melangkah meski masih ragu, karena kami tahu Engkau yang menyertai. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang KELUARAN 4

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah KELUARAN 4?
Musa sudah mendengar panggilan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir, tetapi ia masih ragu. Ia berkata, "Bagaimana kalau mereka tidak percaya kepadaku?" Tuhan lalu memberi tiga tanda ajaib. Tongkat di tangan Musa berubah menjadi ular, lalu kembali menjadi tongkat.
Apa yang dikatakan KELUARAN 4?
Musa kemudian pamit kepada Yitro, mertuanya, dan berangkat kembali ke Mesir bersama istri dan anak-anaknya, dengan tongkat Allah di tangannya. Tuhan memberitahu bahwa Ia akan mengeraskan hati Firaun, dan bahwa Israel adalah anak sulung Tuhan yang harus dilepaskan.
Apa yang KELUARAN 4 ajarkan tentang Tuhan?
Akhirnya Harun bertemu Musa, mereka pergi bersama ke Israel, melakukan tanda-tanda itu di depan para tua-tua, dan bangsa itu percaya lalu menyembah Tuhan.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari KELUARAN 4?
Bagian tentang Zipora memang sulit dan Alkitab sendiri tidak menjelaskan semuanya secara rinci. Yang jelas, Tuhan sangat serius soal perjanjian-Nya, tanda sunat yang diberikan sejak zaman Abraham tidak boleh diabaikan, bahkan oleh orang yang dipilih-Nya sendiri.
Mengapa KELUARAN 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mungkin kamu pernah merasa seperti Musa, merasa tidak cukup pintar, tidak cukup berani, atau tidak cukup pandai bicara untuk melakukan sesuatu yang Tuhan minta. Musa menyampaikan rasa takutnya dengan jujur kepada Tuhan, dan itu baik. Tuhan tidak marah karena ketakutan itu, Ia hanya minta Musa tetap pergi meski takut.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 12

Musa beralasan, "Aku ini berat mulut dan berat lidah." Tuhan tidak menyembuhkan lidahnya. Dia berkata, "Sekarang, pergilah! Aku akan menyertai mulutmu dan mengajarimu apa yang harus kamu katakan." Kelemahanmu tidak dihapus, tapi ditemani. Mungkin kamu menunggu merasa mampu dulu baru melangkah. Tuhan justru menunggumu melangkah.

Wawasan Editorial pada ayat 6

Dan, ketika dia mengeluarkannya, tangannya menjadi kusta, putih seperti salju." Tangan itu masuk ke dada, dekat jantung, dan keluar dalam keadaan sakit. Allah tidak takut menunjukkan kepada Musa apa yang tersembunyi di tempat paling dalam. Mungkin itu juga yang sedang Dia lakukan padamu. Bukan untuk mempermalukan, tetapi karena yang disembunyikan tidak pernah sembuh.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak