EZRA 7
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Cerita ini terjadi lama setelah orang Israel dibuang ke Babel. Sebagian dari mereka sudah kembali ke Yerusalem, tetapi kota itu masih perlu dibangun kembali, termasuk cara hidup sesuai Firman Tuhan. Di sinilah Ezra muncul. Ia keturunan Harun, imam besar pertama Israel, jadi silsilahnya yang panjang di awal bab ini menunjukkan bahwa Ezra berasal dari keluarga imam yang dipercaya untuk mengajarkan Hukum Tuhan.
Ezra bukan hanya imam, ia juga ahli kitab, orang yang benar-benar mempelajari Taurat, yaitu hukum yang Tuhan berikan lewat Musa. Raja Artahsasta, raja Persia yang berkuasa saat itu, memberi izin bahkan surat resmi kepada Ezra untuk pergi ke Yerusalem. Ini luar biasa, sebab raja itu bukan penyembah Tuhan, tetapi ia mengizinkan Ezra membawa rombongan besar, membawa emas dan perak untuk Bait Allah, dan bahkan menyediakan uang tambahan dari perbendaharaan kerajaan. Raja juga membebaskan para imam dan pelayan Bait Allah dari pajak, serta memberi Ezra kuasa untuk menetapkan hakim yang mengajarkan Hukum Tuhan kepada rakyat.
Perjalanan dari Babel ke Yerusalem itu jauh, sekitar empat bulan. Ezra sendiri menulis bahwa semuanya berjalan baik karena, seperti dikatakan berulang kali dalam bab ini, "tangan TUHAN Allahnya menaungi dia". Di akhir bab, Ezra memuji Tuhan karena semua ini terjadi bukan karena kepintaran atau kekuatannya sendiri, tetapi karena Tuhan yang menaruh hal itu di hati raja.
What Does This Mean?
Ayat 10 adalah kunci untuk memahami siapa Ezra sebenarnya. Di sana tertulis bahwa ia menetapkan hatinya untuk tiga hal, meneliti Hukum Tuhan, melakukannya, dan mengajarkannya. Perhatikan urutannya. Ezra tidak berhenti setelah mempelajari Firman Tuhan, seolah cukup tahu isinya saja. Ia juga melakukannya dalam hidupnya sendiri, baru kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Banyak orang bisa tahu banyak tentang Tuhan tanpa benar-benar hidup bersama-Nya, atau bisa mengajar orang lain tanpa lebih dulu diubah oleh apa yang diajarkannya. Ezra tidak begitu.
Yang juga menarik adalah bagaimana Tuhan bekerja lewat seorang raja kafir yang tidak mengenal-Nya. Artahsasta punya kekuasaan besar, tetapi Kitab Ezra menunjukkan bahwa hatinya sendiri digerakkan oleh Tuhan untuk mendukung pembangunan Bait Allah. Ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak terbatas pada orang-orang yang percaya kepada-Nya saja untuk mewujudkan rencana-Nya.
The Common Thread
Tuhan pernah berjanji kepada nenek moyang Israel bahwa Ia akan menjaga umat-Nya dan membawa mereka pulang ke tanah yang dijanjikan. Perjalanan Ezra ke Yerusalem adalah salah satu bukti kecil dari janji besar itu, yang orang Israel sebut sebagai perjanjian, yaitu ikatan setia antara Tuhan dan umat-Nya yang tidak pernah Ia putuskan meskipun umat-Nya sering tidak setia. Bait Allah yang dibangun kembali di Yerusalem penting karena di sanalah Tuhan berjanji hadir di tengah umat-Nya.
Kisah ini juga menjadi bagian dari jalan panjang sejarah yang akhirnya menuju Yesus Kristus. Dari keturunan Israel yang dijaga, dibawa pulang, dan diajar kembali mengenal Hukum Tuhan inilah, ratusan tahun kemudian, Yesus lahir. Ezra mengajarkan Taurat supaya umat hidup benar di hadapan Tuhan, tetapi Taurat sendiri tidak bisa menyelamatkan siapa pun. Yesus datang justru untuk melakukan apa yang Taurat tuntut, dan memberikan diri-Nya supaya kita yang gagal melakukannya tetap boleh diterima Tuhan.
For You
Cobalah pikirkan, apakah kamu lebih suka tahu banyak tentang Tuhan, atau benar-benar hidup bersama-Nya setiap hari? Ezra tidak puas hanya membaca Firman Tuhan. Ia ingin hidupnya berubah karena itu, baru kemudian ia berani mengajarkannya kepada orang lain. Mungkin kamu juga punya kesempatan mengajarkan sesuatu tentang Tuhan kepada adikmu atau temanmu. Tanyakan pada dirimu sendiri dulu, apakah kamu sendiri sudah melakukannya.
Kamu juga bisa percaya bahwa tangan Tuhan bisa menaungi hidupmu, bahkan lewat orang-orang yang mungkin tidak mengenal Tuhan sama sekali, seperti raja Artahsasta. Tuhan bisa memakai siapa saja, bahkan gurumu, tetanggamu, atau kejadian yang kelihatannya kebetulan, untuk menolongmu.
Talk About It
Menurutmu, mengapa Ezra ingin melakukan Firman Tuhan dulu sebelum mengajarkannya kepada orang lain? Apa yang bisa terjadi kalau urutannya dibalik?
Raja Artahsasta bukan orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi Tuhan memakainya untuk menolong umat-Nya. Pernahkah kamu melihat Tuhan menolongmu lewat orang yang tidak kamu duga?
Praying Together
Tuhan, terima kasih karena tangan-Mu selalu menaungi orang-orang yang percaya kepada-Mu, seperti Ezra dulu. Ajar kami untuk tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi juga hidup sesuai Firman-Mu setiap hari. Buka mata kami untuk melihat cara-cara-Mu menolong lewat orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.
Pertanyaan tentang EZRA 7
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah EZRA 7?
Apa yang dikatakan EZRA 7?
Apa yang EZRA 7 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari EZRA 7?
Mengapa EZRA 7 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Raja Artahsasta menulis kepada Ezra, "Apa pun yang tampak baik bagimu dan saudara-saudaramu untuk dilakukan dengan sisa perak dan emas itu, lakukanlah sesuai dengan kehendak Allahmu." Ada kebebasan di situ, tapi kebebasan yang punya arah. Tidak semua keputusanmu akan diberi petunjuk detail. Kadang Tuhan mempercayakan sisanya padamu, dan justru di situ ketahuan apa yang kamu cari: kehendak-Nya, atau kenyamananmu sendiri.
Perhatikan satu kata kecil dalam titah raja itu: "dengan sukarela." Artahsasta bisa memerintahkan perak dari perbendaharaan kerajaan, tetapi ia tidak bisa memerintahkan hati orang untuk memberi. Ada bagian dari persembahan yang hanya bisa lahir dari kerelaan. Hari ini pun begitu. Tuhan bisa menerima banyak hal darimu, tetapi kerelaan hatimu tidak bisa dipaksa siapa pun. Itu murni pemberianmu.
Sebab, Ezra telah mengarahkan hatinya untuk menyelidiki hukum TUHAN dan melakukannya, serta mengajarkan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan di Israel." Perhatikan urutannya: menyelidiki, melakukan, baru mengajar. Ezra tidak buru-buru bicara sebelum ia sendiri hidup di dalamnya. Bagaimana urutanmu hari ini?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak