EZRA 7
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Ezra 7
Penjelasan
Ada lompatan waktu yang besar sebelum bab ini. Kurang lebih enam puluh tahun berlalu sejak Bait Allah selesai dibangun di akhir Ezra 6. Sekarang kita berada di masa pemerintahan Artahsasta, raja Persia, dan tokoh baru masuk ke dalam cerita: Ezra.
Penulis tidak langsung menceritakan apa yang Ezra lakukan. Ia dulu memberi kita silsilahnya, sampai ke belakang, ke Harun, Imam Agung pertama Israel. Ini bukan sekadar daftar nama yang membosankan. Ini adalah cara penulis berkata, orang ini punya akar. Ezra bukan orang yang muncul begitu saja dengan ide-ide barunya sendiri. Ia berdiri dalam garis panjang orang-orang yang melayani Allah di hadapan bangsa ini.
Lalu ayat 6 memberi kita inti siapa Ezra sebenarnya. Ia ahli kitab, mahir dalam Hukum Musa. Dan ada satu frasa yang diulang dua kali dalam bab ini, di ayat 6 dan ayat 9, seperti sebuah nada dasar yang terus bergema: tangan TUHAN Allahnya menaungi dia. Bukan kebetulan Ezra berhasil mendapat izin raja. Bukan keberuntungan politik. Ada tangan Tuhan yang bekerja di baliknya.
Ayat 10 memberi kita satu kalimat yang layak dibaca dua kali: Ezra telah menetapkan hatinya untuk meneliti Hukum TUHAN, melakukannya, dan mengajarkannya. Tiga hal, berurutan, dan urutannya penting. Dulu ia belajar. Dulu ia menjalankannya sendiri, dalam hidupnya. Baru setelah itu ia mengajarkannya ke orang lain. Bukan sebaliknya.
Kemudian datang surat panjang dari Raja Artahsasta, dikutip hampir kata demi kata dalam bab ini. Raja pagan ini memberi Ezra kebebasan luar biasa: izin membawa siapa saja yang mau ikut ke Yerusalem, hak membawa emas dan perak untuk Bait Allah, akses ke perbendaharaan kerajaan, pembebasan pajak untuk para pelayan Allah, dan otoritas untuk menetapkan hakim-hakim yang mengadili menurut hukum Allah. Raja bahkan menyebut Allah Israel sebagai Allah semesta langit, dan berkata alasan semua ini dilakukan supaya tidak ada murka yang menimpa kerajaannya sendiri.
Bab ini ditutup dengan doa syukur Ezra sendiri, di ayat 27 dan 28. Ia tidak menyombongkan diri karena berhasil meyakinkan raja. Ia memuji TUHAN karena Tuhanlah yang menaruh hal ini di hati raja.
Apa Artinya Ini?
Ada godaan untuk membaca bab ini hanya sebagai birokrasi kuno, surat resmi dari seorang raja Persia yang sudah lama mati. Tapi perhatikan siapa yang sebenarnya bekerja di balik semua kertas dan stempel ini. Bukan Artahsasta yang mengendalikan cerita ini. Tuhan yang mengendalikan hati Artahsasta.
Ini penting untuk kamu pahami, terutama kalau kamu hidup di dunia yang terasa dikuasai oleh orang-orang berkuasa yang jauh dari Tuhan, entah itu pemimpin negara, algoritma media sosial, atau sistem yang terasa tidak peduli pada imanmu. Ezra hidup di bawah kekuasaan raja asing, di negeri asing, jauh dari tanah perjanjian. Dan tepat di situ, Tuhan bekerja, bahkan lewat keputusan seorang raja yang menyembah dewa-dewa lain.
Tapi bab ini juga tidak berhenti pada mukjizat politik. Ia berhenti pada hati satu orang: Ezra menetapkan hatinya. Sebelum ada surat kerajaan, sebelum ada emas dan perak, ada keputusan pribadi Ezra untuk meneliti, melakukan, dan mengajarkan Firman Tuhan. Tuhan memakai orang yang sudah menyiapkan hatinya, bukan orang yang menunggu keadaan sempurna dulu baru serius dengan imannya.
Alur yang Menghubungkan
Ezra adalah imam, keturunan Harun, dan ia datang untuk mengajarkan Hukum kepada umat yang sudah lama jauh dari negerinya sendiri, jauh dari pengajaran yang benar. Ia adalah jembatan antara umat yang tercerai-berai dan Firman Tuhan yang mereka lupakan cara membacanya.
Ratusan tahun kemudian, ada Pribadi lain yang datang bukan hanya untuk mengajarkan Hukum, tapi untuk menggenapinya secara sempurna dalam diri-Nya sendiri. Yesus Kristus juga seorang yang, seperti Ezra, menetapkan hati-Nya, tapi dengan kedalaman yang jauh lebih besar: Ia menjalankan seluruh kehendak Bapa-Nya sampai kepada salib. Dan sama seperti tangan Tuhan menaungi Ezra dalam perjalanannya, tangan Bapa menyertai Yesus, meski jalan-Nya jauh lebih berat, jauh lebih gelap dari perjalanan Babel ke Yerusalem.
Kalau Ezra dipakai Tuhan untuk membawa umat kembali kepada Firman, Yesus dipakai Tuhan untuk membawa umat kembali kepada Bapa sendiri, secara utuh dan permanen.
Untukmu
Barangkali kamu sedang di titik hidup yang mirip dengan Ezra sebelum ia berangkat. Kamu punya kesempatan menetapkan hatimu sekarang, sebelum keadaan menuntutmu untuk itu. Tidak perlu menunggu krisis besar untuk mulai serius meneliti Firman Tuhan, bukan sekadar membaca sepintas, tapi benar-benar menyelidikinya, lalu menjalankannya dalam hidupmu sendiri sebelum kamu berani membagikannya ke orang lain.
Perhatikan juga bahwa Tuhan tidak terbatas oleh sistem yang kamu anggap tidak peduli pada-Nya. Sekolahmu, tempat kerjamu nanti, negara tempatmu tinggal, semuanya bisa jadi tempat asing seperti Persia bagi Ezra. Tapi Tuhan bisa menaruh sesuatu dalam hati siapa pun, bahkan orang yang jauh dari-Nya, untuk membuka jalan bagi rencana-Nya. Itu bukan alasan untuk pasif. Itu alasan untuk berani, seperti Ezra yang berani meminta, berani berangkat, berani percaya tangan Tuhan menaunginya bahkan sebelum ia tahu hasilnya.
Diskusikan
Ezra menetapkan hatinya untuk meneliti Firman sebelum ia mengajarkannya ke orang lain. Menurutmu, apa yang membuat orang lebih cepat ingin membagikan iman daripada benar-benar menyelidikinya sendiri dulu?
Tuhan memakai hati seorang raja pagan untuk menggenapi rencana-Nya bagi umat-Nya. Di area hidupmu yang terasa paling jauh dari Tuhan, apa yang berubah kalau kamu percaya Ia bisa bekerja bahkan di sana?
Berdoa Bersama
Tuhan, kami mengaku sering menunggu keadaan sempurna dulu sebelum serius mencari-Mu. Ajar kami menetapkan hati seperti Ezra, bukan menunggu, tapi memulai sekarang untuk menyelidiki Firman-Mu dan menjalankannya lebih dulu dalam hidup kami sendiri. Kami percaya tangan-Mu bisa menaungi kami bahkan di tempat yang terasa asing dan jauh dari-Mu. Kuatkan hati kami untuk berani melangkah, seperti Engkau menguatkan Ezra. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, amin.
Pertanyaan tentang EZRA 7
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah EZRA 7?
Apa yang dikatakan EZRA 7?
Apa yang EZRA 7 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari EZRA 7?
Mengapa EZRA 7 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Raja Artahsasta menulis kepada Ezra, "Apa pun yang tampak baik bagimu dan saudara-saudaramu untuk dilakukan dengan sisa perak dan emas itu, lakukanlah sesuai dengan kehendak Allahmu." Ada kebebasan di situ, tapi kebebasan yang punya arah. Tidak semua keputusanmu akan diberi petunjuk detail. Kadang Tuhan mempercayakan sisanya padamu, dan justru di situ ketahuan apa yang kamu cari: kehendak-Nya, atau kenyamananmu sendiri.
Perhatikan satu kata kecil dalam titah raja itu: "dengan sukarela." Artahsasta bisa memerintahkan perak dari perbendaharaan kerajaan, tetapi ia tidak bisa memerintahkan hati orang untuk memberi. Ada bagian dari persembahan yang hanya bisa lahir dari kerelaan. Hari ini pun begitu. Tuhan bisa menerima banyak hal darimu, tetapi kerelaan hatimu tidak bisa dipaksa siapa pun. Itu murni pemberianmu.
Sebab, Ezra telah mengarahkan hatinya untuk menyelidiki hukum TUHAN dan melakukannya, serta mengajarkan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan di Israel." Perhatikan urutannya: menyelidiki, melakukan, baru mengajar. Ezra tidak buru-buru bicara sebelum ia sendiri hidup di dalamnya. Bagaimana urutanmu hari ini?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak