IBRANI 10
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Bayangkan orang-orang zaman dulu yang setiap tahun harus membawa domba atau kambing ke bait Allah untuk dipersembahkan sebagai korban penghapus dosa. Mereka melakukannya lagi, dan lagi, dan lagi, setiap tahun tanpa henti. Ibrani 10 berkata bahwa Hukum Taurat, yaitu aturan-aturan yang diberikan Allah lewat Musa, hanya memberi bayangan tentang hal-hal baik yang akan datang, bukan kenyataannya sendiri. Kalau korban-korban itu benar-benar bisa membersihkan dosa untuk selamanya, orang tidak perlu mengulanginya terus, bukan? Tetapi kenyataannya mereka harus terus datang lagi, karena darah lembu dan kambing tidak pernah benar-benar bisa menghapus dosa.
Lalu penulis surat ini menceritakan sesuatu yang mengejutkan. Ketika Kristus datang ke dunia, Ia berkata kepada Allah bahwa Ia tidak datang membawa korban binatang, tetapi mempersembahkan diri-Nya sendiri, tubuh-Nya, untuk melakukan kehendak Allah. Yesus menggantikan cara lama dengan cara baru. Ia mempersembahkan diri-Nya satu kali saja, dan itu cukup untuk selama-lamanya. Setelah itu Ia duduk di sebelah kanan Allah, tanda bahwa pekerjaan-Nya sudah selesai, tidak seperti para imam yang harus berdiri terus bekerja setiap hari.
Bagian akhir pasal ini mengajak orang percaya untuk berani mendekat kepada Allah dengan hati yang jujur, saling menguatkan, dan tetap berkumpul beribadah bersama. Tetapi ada juga peringatan yang serius: kalau seseorang sengaja terus berbuat dosa padahal sudah tahu kebenaran, itu bukan hal main-main. Surat ini menutup dengan ajakan untuk tetap teguh, sabar, dan percaya, karena Allah yang berjanji itu setia.
What Does This Mean?
Coba pikirkan, capek juga ya kalau harus terus-menerus berusaha membuat sesuatu menjadi bersih, tapi selalu kotor lagi besoknya. Begitulah rasanya hidup dengan korban-korban lama itu. Setiap tahun orang diingatkan lagi akan dosa mereka, bukannya merasa lega.
Yang mau dikatakan penulis Ibrani adalah ini: korban-korban lama itu seperti perban yang harus diganti terus, sedangkan yang dilakukan Yesus adalah penyembuhan yang sungguh-sungguh selesai. Ia tidak sekadar menutupi dosa untuk sementara, tapi benar-benar menghapusnya. Sekali untuk selama-lamanya, kata ayat 10 dan 14. Itu bukan berarti kita jadi sempurna dan tidak pernah salah lagi, tetapi berarti hubungan kita dengan Allah sudah dibereskan sepenuhnya oleh apa yang dilakukan Yesus, bukan oleh usaha kita.
The Common Thread
Pasal ini mengutip janji Allah lewat Nabi Yeremia, tentang perjanjian baru, yaitu kesepakatan Allah dengan umat-Nya, di mana Allah akan menaruh hukum-hukum-Nya bukan lagi di atas batu atau kertas, tapi di dalam hati dan pikiran manusia. Allah juga berjanji akan melupakan dosa-dosa umat-Nya dan tidak mengingatnya lagi. Itu luar biasa. Bayangkan Allah yang mengenal segalanya, memilih untuk tidak mengingat-ingat dosa kita lagi.
Janji itu digenapi lewat Yesus. Ia adalah Imam Besar yang mempersembahkan diri-Nya sendiri, membuka jalan baru menuju Allah, seperti tirai Bait Allah yang robek sehingga manusia bisa masuk ke Ruang Mahakudus, tempat paling suci yang dulu hanya boleh dimasuki imam besar setahun sekali. Sekarang, karena Yesus, siapa pun yang percaya bisa datang dengan berani kepada Allah.
For You
Kadang kita berpikir harus terus berusaha supaya Allah senang sama kita, seperti mengumpulkan poin kebaikan. Tapi Ibrani 10 mengingatkan bahwa hubunganmu dengan Allah tidak dibangun dari usahamu sendiri, melainkan dari apa yang sudah selesai dikerjakan Yesus. Itu bukan alasan untuk malas atau sengaja berbuat salah, tapi alasan untuk hidup dengan hati yang lega dan berani.
Surat ini juga mengingatkan supaya kita tidak menjauh dari teman-teman seiman, tapi justru saling menguatkan. Mungkin kamu pernah malas ke gereja atau merasa lebih enak sendirian saja. Coba pikirkan, siapa yang bisa kamu dorong minggu ini untuk tetap semangat mengasihi dan berbuat baik?
Talk About It
Menurutmu, kenapa Allah memilih untuk "melupakan" dosa-dosa kita, padahal Dia sebenarnya tahu segalanya?
Apa bedanya berusaha membuat Allah senang dengan usahamu sendiri, dan percaya bahwa Yesus sudah menyelesaikan semuanya untukmu?
Praying Together
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mempersembahkan diri-Mu satu kali untuk selama-lamanya, supaya kami bisa datang kepada Allah dengan hati yang lega. Ajar kami untuk percaya penuh kepada-Mu, bukan kepada usaha kami sendiri. Tolong kami untuk terus setia, saling menguatkan, dan tidak menjauh dari teman-teman seiman. Amin.
Pertanyaan tentang IBRANI 10
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah IBRANI 10?
Apa yang dikatakan IBRANI 10?
Apa yang IBRANI 10 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari IBRANI 10?
Mengapa IBRANI 10 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku di dalam hati mereka, dan menuliskannya dalam pikiran mereka." Dulu hukum diukir di batu, di luar diri manusia. Sekarang Allah menulisnya di tempat yang paling dalam. Artinya, ketaatanmu bukan lagi soal menghafal aturan, melainkan soal siapa yang sudah mengubah keinginanmu dari dalam.
Jadi, Saudara-saudara, karena kita memiliki keberanian untuk masuk ke Tempat Yang Mahakudus melalui darah Yesus."
Pikirkan sebentar. Dahulu hanya imam besar yang boleh masuk, setahun sekali, dengan darah hewan, dengan gemetar. Sekarang kamu, ya kamu, dipanggil "Saudara" dan diundang masuk dengan berani.
Bukan karena kamu layak hari ini. Bukan karena doamu cukup rapi. Tapi karena darah Yesus sudah membuka jalan itu, dan tidak ada yang bisa menutupnya lagi.
Jangan berdiri jauh dari Bapa hari ini. Masuklah.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak