ULANGAN 9
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Bayangkan kamu berdiri di tepi sungai. Di seberang ada negeri yang sudah lama dijanjikan, tetapi juga ada kota-kota dengan tembok yang begitu tinggi sampai Musa menyebutnya "temboknya setinggi langit". Di sana hidup orang Enak, bangsa yang tinggi besar. Orang-orang biasa berkata tentang mereka: "Siapa yang sanggup menghadapi orang Enak?" Itu bukan pertanyaan sungguhan. Itu cara mengatakan: tidak ada satu pun yang sanggup.
Di tempat itulah Musa berbicara kepada Israel. Ia tidak berkata, "Ayo, kalian pasti bisa!" Ia berkata sesuatu yang jauh lebih besar: TUHAN, Allahmu berjalan di depanmu bagaikan api yang menghanguskan. Bukan kekuatan Israel yang akan membuka jalan, melainkan Allah sendiri.
Lalu Musa mengatakan hal yang mungkin terasa tidak enak didengar. Ia melarang mereka berpikir dalam hati: "TUHAN membawa kami ke sini untuk mendiami tanah ini karena kami orang benar." Tidak, kata Musa. Kamu tidak mendapat tanah ini karena kamu baik. Kamu bahkan bangsa yang tegar tengkuk. Tegar tengkuk itu gambaran tentang seekor lembu yang mengeraskan lehernya supaya tidak bisa diarahkan. Keras kepala. Tidak mau ikut.
Untuk membuktikannya, Musa membuka kembali kenangan yang paling memalukan. Ia pernah naik ke gunung, empat puluh hari empat puluh malam, tanpa makan dan tanpa minum. Di sana ia menerima dua loh batu, loh perjanjian, yang ditulis dengan jari Allah sendiri. Perjanjian artinya ikatan yang Allah buat dengan umat-Nya: Aku Allahmu, kamu umat-Ku. Tetapi sementara Musa masih di atas, di bawah gunung umat itu sudah membuat patung anak sapi dari logam yang dilebur. Allah berfirman kepada Musa: bangsamu sudah rusak, mereka begitu cepat menyimpang.
Musa turun dari gunung yang menyala, dua loh batu di kedua tangannya. Ia melihat patung itu. Lalu ia melempar loh batu itu dan memecahkannya di depan mata mereka. Perjanjian yang baru saja diberikan, hancur berkeping-keping di tanah. Anak sapi itu pun ia bakar, ia giling menjadi abu, dan abunya ia buang ke sungai.
Dan sesudah itu Musa melakukan sesuatu yang luar biasa. Ia sujud lagi empat puluh hari empat puluh malam, tanpa makan dan minum, memohon supaya Allah jangan membinasakan bangsa itu. Ia juga berdoa untuk Harun, kakaknya sendiri, yang ikut bersalah. Musa mengaku: "Aku takut akan murka TUHAN." Ia tidak pura-pura tenang. Dalam doanya ia tidak berkata, "Mereka sebenarnya orang baik." Ia berkata: mereka adalah umat-Mu, milik-Mu. Engkau yang membawa mereka keluar dari Mesir. Ingatlah Abraham, Ishak, dan Yakub.
Apa Artinya Ini?
Pasal ini merobohkan satu pikiran yang sangat mudah tumbuh di hati kita: pikiran bahwa Allah baik kepadaku karena aku pantas menerimanya. Israel akan menerima negeri yang subur, tetapi bukan sebagai upah. Mereka menerimanya karena Allah setia pada janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, ratusan tahun sebelumnya.
Ada bagian yang tetap sulit di sini, dan aku tidak mau menutupinya. Allah sungguh murka. Ia bahkan berbicara tentang membinasakan umat-Nya. Mengapa Allah bisa begitu marah? Karena Ia bukan Allah yang cuek. Ia terikat pada umat-Nya, dan pengkhianatan itu menyakiti-Nya. Tetapi perhatikan: murka itu tidak jadi kata terakhir. Doa Musa didengar. Aku tidak bisa menjelaskan sampai habis bagaimana doa satu orang bisa mengubah begitu banyak. Itu tetap sebuah misteri yang mengagumkan.
Benang Merah
Musa berdiri di antara Allah yang murka dan umat yang bersalah. Ia berpuasa, ia sujud, ia memohon, dan umat itu tetap hidup. Orang seperti itu disebut perantara.
Perjanjian Baru menunjukkan Perantara yang jauh lebih besar. Yesus Kristus juga berpuasa empat puluh hari. Ia juga berdiri di antara Allah dan manusia yang bersalah. Tetapi Ia tidak hanya berdoa untuk kita; Ia menanggung sendiri akibat dosa kita di kayu salib. Dan alasannya sama seperti di Ulangan 9: bukan karena kita orang benar, tetapi karena Allah setia dan penuh kasih.
Untuk Kamu
Coba perhatikan hatimu minggu ini. Kalau ada hal baik yang kamu terima, apakah kamu langsung berpikir, "Wajar, aku memang pantas"? Ulangan 9 mengajakmu berpikir lain: ini pemberian, bukan upah.
Dan ada hal kedua. Musa berdoa untuk orang-orang yang membuatnya marah, termasuk kakaknya sendiri. Siapa orang yang paling membuatmu kesal saat ini? Doakan dia, satu kali, dengan sungguh-sungguh. Itu jauh lebih berat daripada terlihat, dan justru di situ kamu mulai menyerupai Musa, dan menyerupai Yesus.
Bicarakan Bersama
Kalau Allah memberi bukan karena kita baik, apakah usaha kita untuk taat masih ada gunanya? Mengapa?
Musa mengaku bahwa ia takut. Apakah menurutmu takut kepada Allah itu sama dengan takut pada hantu atau ujian? Apa bedanya?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau tahu hatiku bisa keras seperti tengkuk yang tidak mau diarahkan. Terima kasih Engkau tetap setia, bukan karena aku pantas, tetapi karena Engkau menepati janji-Mu. Terima kasih untuk Yesus yang berdiri di tempatku. Ajar aku berdoa bagi orang yang sulit kukasihi. Amin.
Pertanyaan tentang ULANGAN 9
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ULANGAN 9?
Apa yang dikatakan ULANGAN 9?
Apa yang ULANGAN 9 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari ULANGAN 9?
Mengapa ULANGAN 9 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Musa berbicara kepada bangsa yang sebentar lagi masuk tanah perjanjian. Mereka mungkin akan berpikir, "Tuhan mengusir bangsa-bangsa ini karena aku benar." Tapi Musa menegur lebih dulu: bukan karena kebenaranmu, melainkan karena kejahatan bangsa-bangsa itu.
Berapa sering aku diam-diam merasa berkat Tuhan adalah hadiah atas kesalehanku? Padahal setiap hal baik dalam hidupku bukan bayaran, melainkan anugerah. Saat kau merasa layak, berhentilah sebentar. Ingat: kau berdiri di tanah yang tidak kau taklukkan sendiri.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak