HOSEA 13
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Hosea 13 berbicara tentang Efraim, yaitu sebutan lain untuk bangsa Israel bagian utara. Dulu, ketika Efraim berbicara, orang-orang gentar dan menghormatinya. Tetapi Efraim jatuh karena menyembah Baal, berhala orang Kanaan. Bukan hanya menyembah, mereka bahkan membuat patung-patung dari perak dan besi dengan tangan mereka sendiri, lalu mencium anak sapi sembahan itu seolah itu benar-benar tuhan. Karena itu, kata Tuhan, mereka akan lenyap seperti kabut pagi, seperti asap yang keluar dari jendela. Cepat datang, cepat hilang.
Lalu Tuhan mengingatkan siapa diri-Nya. "Akulah TUHAN, Allahmu sejak dari Tanah Mesir… kecuali Aku, tidak ada Juru Selamat." Tuhan yang menuntun mereka di padang belantara, memberi mereka makan waktu mereka lapar. Tetapi begitu mereka kenyang dan hidup senang, hati mereka menjadi sombong dan mereka melupakan Tuhan. Karena itu Tuhan menggambarkan diri-Nya seperti singa, macan tutul, dan beruang yang mengejar mereka. Gambar ini keras dan menakutkan, dan memang dimaksudkan begitu, sebab dosa Israel sudah sangat dalam.
Ayat 9 sampai 11 bicara tentang raja-raja yang diminta Israel dahulu, seolah raja itu bisa menyelamatkan mereka. Tuhan bertanya, di manakah raja itu sekarang? Ayat 13 menggambarkan Efraim seperti bayi yang seharusnya lahir tetapi tidak mau keluar dari rahim pada waktunya, sebuah gambaran tentang bangsa yang tidak siap menghadapi apa yang akan terjadi.
Lalu datang ayat yang terkenal, ayat 14: "Haruskah Aku menyelamatkannya dari kuasa dunia orang mati? … Hai maut, di manakah kekuatanmu? Hai dunia orang mati, di manakah sengatmu?" Sayangnya, kalimat berikutnya berkata, "belas kasihan tersembunyi dari mata-Ku." Bab ini ditutup dengan hukuman yang sangat berat atas Samaria, kota utama Israel, karena mereka memberontak melawan Allah mereka sendiri.
Apa Artinya Ini?
Bab ini sulit, dan kita tidak perlu berpura-pura tidak begitu. Hosea menulis dengan jujur tentang bangsa yang berulang kali diberi kesempatan, tetapi terus memilih berhala daripada Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Pesannya bukan sekadar "jangan menyembah berhala." Pesannya lebih dalam: bahaya terbesar bukanlah saat hidup susah, melainkan saat hidup enak. Justru ketika Israel kenyang dan aman, mereka melupakan Tuhan. Kesenangan bisa membuat hati sombong tanpa kita sadari.
Tuhan tidak diam saja melihat itu. Ia marah, dan kemarahan-Nya di sini digambarkan sangat keras. Tetapi di tengah semua itu, Ia tetap menyebut diri-Nya "Juru Selamat" dan "penolongmu" (ayat 4 dan 9). Itu aneh sekaligus indah: Allah yang menghukum adalah Allah yang sama yang ingin menyelamatkan.
Benang Merah
Ayat 14 mungkin terasa membingungkan karena dalam Hosea sendiri kelihatannya jawabannya adalah "tidak, Aku tidak akan menyelamatkan mereka sekarang." Tetapi ratusan tahun kemudian, Rasul Paulus mengambil kata-kata ini dalam 1 Korintus 15:55 untuk merayakan kemenangan Yesus Kristus atas maut. Melalui kebangkitan Yesus, pertanyaan "hai maut, di manakah sengatmu?" akhirnya mendapat jawaban penuh sukacita: maut sudah dikalahkan.
Jadi ada benang merah yang mengagumkan di sini. Hosea 13 menunjukkan bagaimana dosa membawa akibat yang nyata dan berat. Tetapi jauh di ujung cerita besar Allah, ada Yesus, yang justru turun ke dalam kematian untuk mengalahkannya dari dalam, demi menyelamatkan orang-orang yang sudah melupakan Tuhan seperti Efraim.
Untukmu
Coba pikirkan, kapan kamu paling mudah melupakan Tuhan? Biasanya bukan saat kamu susah dan butuh Dia, tetapi saat semuanya berjalan lancar, saat kamu punya banyak teman, nilai bagus, atau mainan baru. Hosea 13 mengajak kita jujur soal itu. Tuhan tidak hanya ingin diingat saat kita dalam kesulitan, tetapi juga saat hidup terasa enak. Bersyukur bukan hanya kata-kata sopan, tetapi cara hati kita tetap ingat dari mana pertolongan sebenarnya datang.
Mari Bicarakan
Mengapa menurutmu Tuhan menggambarkan diri-Nya seperti singa dan beruang dalam bab ini? Apa yang ingin Ia sampaikan lewat gambaran yang menakutkan itu?
Ayat 14 terasa seperti pertanyaan tanpa jawaban dalam Hosea, tetapi mendapat jawaban dalam Yesus Kristus. Apa yang membuatmu percaya bahwa Allah yang menghukum juga Allah yang menyelamatkan?
Berdoa Bersama
Tuhan, kami mudah melupakan-Mu, apalagi saat hidup kami terasa cukup dan aman. Ajar kami untuk tetap mengingat-Mu setiap hari, bukan hanya saat kami susah. Terima kasih karena Engkau, melalui Yesus, sudah mengalahkan maut yang paling kami takutkan. Jaga hati kami agar tidak sombong, dan tetap dekat pada-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang HOSEA 13
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HOSEA 13?
Apa yang dikatakan HOSEA 13?
Apa yang HOSEA 13 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari HOSEA 13?
Mengapa HOSEA 13 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Dulu, ketika Efraim berbicara, orang gentar. Ia terpandang di Israel. Lalu satu kalimat pendek mengakhiri semuanya: "ia bersalah karena Baal, maka ia mati." Yang membunuhnya bukan tentara asing, melainkan sesuatu yang ia sendiri pilih untuk dipeluk. Wibawa bisa tetap bertahan lama setelah hati padam. Apa yang sedang kamu peluk diam-diam?
Di tengah pasal yang penuh peringatan keras bagi Efraim, tiba-tiba terdengar suara lain: "Aku akan menebus mereka dari kuasa dunia orang mati, Aku akan menebus mereka dari maut." Seolah hati Allah tidak tahan berlama-lama menghukum. Kalimat itu kemudian dikutip Paulus di depan kubur yang kosong. Apa yang kaupikir sudah terlalu rusak untuk diperbaiki, masih Dia sebut layak ditebus.
Kesalahan Efraim disimpan, dosanya ditimbun." Dosa yang tidak pernah kita bawa keluar tidak lenyap, ia hanya menumpuk dalam kegelapan, tersimpan rapi seperti tagihan yang menunggu hari jatuh tempo. Kamu mungkin sudah lupa, tetapi tumpukan itu masih ada. Hari ini masih ada waktu untuk membukanya di hadapan Tuhan, sebelum ada yang lain yang membukanya.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak