YESAYA 40
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
The Explanation
Bayangkan sebuah bangsa yang sudah lama hidup jauh dari rumah, sebagai tawanan di negeri asing. Itulah umat Israel ketika Yesaya menuliskan pasal ini. Mereka sudah lelah, merasa dilupakan Allah. Lalu tiba-tiba terdengar suara yang berbeda. Bukan suara hukuman, melainkan suara penghiburan. "Hiburlah, hiburlah umat-Ku," demikian firman Allah. Kesalahan mereka sudah dihapus, hukuman sudah selesai.
Kemudian ada suara lain yang berseru di padang gurun, menyuruh orang mempersiapkan jalan bagi TUHAN. Lembah harus ditinggikan, gunung harus direndahkan, supaya jalan-Nya rata. Ini seperti mempersiapkan jalan untuk raja yang akan datang berkunjung. Kemuliaan TUHAN akan terlihat oleh semua orang.
Lalu ada perbandingan yang mengejutkan. Manusia disebut seperti rumput dan bunga liar, yang cepat layu kalau angin bertiup. Tapi firman Allah tidak pernah layu, tidak pernah berubah, tegak selama-lamanya.
Setelah itu Yesaya menggambarkan Allah dengan dua sisi yang tampak berlawanan tapi sebenarnya menyatu. Di satu sisi, Allah itu dahsyat dan besar, sampai-sampai bangsa-bangsa di bumi ini dianggap-Nya seperti setitik air dalam ember. Tidak ada yang bisa menasihati Dia, tidak ada yang bisa menyamai-Nya. Di sisi lain, Allah yang sama ini digambarkan seperti gembala yang lembut, yang menggendong anak domba di dada-Nya dan membimbing induk domba dengan sabar.
Pasal ini ditutup dengan janji yang terkenal. Orang muda yang kuat pun bisa lelah dan jatuh, tapi orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mendapat kekuatan baru, seperti burung rajawali yang terbang tinggi tanpa lelah.
What Does This Mean?
Pesan utama pasal ini sederhana tapi dalam: Allah yang sebesar dan sedahsyat itu, yang menciptakan bintang-bintang dan memanggil mereka satu per satu dengan nama, tidak pernah terlalu sibuk atau terlalu jauh untuk peduli pada umat-Nya yang kecil dan lelah. Umat Israel sempat berpikir, "jalanku tersembunyi dari TUHAN, keadilanku dijauhkan dari Allahku." Mereka merasa Allah tidak melihat, tidak peduli. Yesaya menjawab keraguan itu bukan dengan menjanjikan bahwa semua masalah langsung selesai, tapi dengan mengingatkan siapa sebenarnya Allah itu. Dia Mahakuasa, dan justru karena itu Dia bisa dipercaya untuk memberi kekuatan kepada yang lemah.
Menariknya, teks ini sendiri tidak menjelaskan kapan tepatnya penghiburan itu akan terasa nyata. Kadang kita juga menunggu lama sebelum merasakan jawaban Allah. Yesaya tidak menutup-nutupi itu. Dia hanya mengajak kita menanti dengan benar, bukan menanti dengan putus asa.
The Common Thread
Ada bagian dalam pasal ini yang nanti dikutip ulang di dalam Injil, yaitu suara yang berseru di padang gurun untuk mempersiapkan jalan TUHAN. Itulah yang digenapi ketika Yohanes Pembaptis muncul di padang gurun, menyerukan orang untuk bertobat sebelum Yesus Kristus datang. Jadi jalan yang diratakan dalam Yesaya 40 akhirnya adalah jalan menuju kedatangan Yesus sendiri ke dunia.
Gambaran gembala yang menggendong anak domba juga menunjuk ke Yesus, yang kelak menyebut diri-Nya Gembala yang baik. Allah yang Mahakuasa ini ternyata rela turun, mendekat, bahkan menggendong yang lemah di dada-Nya. Itulah inti dari seluruh cerita Alkitab, Allah yang besar memilih untuk dekat.
For You
Pernahkah kamu merasa seperti rumput yang layu, lelah dengan sesuatu yang sudah lama kamu usahakan? Mungkin lelah berusaha jadi anak baik, lelah menunggu doa dijawab, atau lelah karena merasa tidak diperhatikan. Yesaya 40 mengajak kamu untuk menanti TUHAN, bukan dengan diam saja menunggu keajaiban, tapi dengan tetap percaya bahwa Allah yang menciptakan bintang-bintang juga tahu persis siapa namamu. Dia tidak pernah lelah seperti kita. Menanti TUHAN berarti terus berdoa, terus membaca firman-Nya, dan percaya bahwa kekuatan baru akan datang pada waktunya, meskipun kita tidak tahu kapan tepatnya itu terjadi.
Talk About It
Allah digambarkan sangat besar dan berkuasa, tapi juga lembut seperti gembala. Menurutmu, kenapa Yesaya menulis dua gambaran yang begitu berbeda dalam satu pasal yang sama?
Pernahkah kamu merasa seperti Israel, bahwa jalanmu tersembunyi dari Allah? Apa yang bisa kamu lakukan saat merasa begitu?
Praying Together
Tuhan Allah, Engkau yang menciptakan langit dan memanggil setiap bintang dengan namanya, Engkau juga mengenal namaku. Saat aku lelah dan merasa sendirian, ingatkan aku bahwa Engkau tidak pernah lelah dan tidak pernah lupa aku. Berilah aku kekuatan baru untuk menanti-Mu dengan percaya. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 40
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 40?
Apa yang dikatakan YESAYA 40?
Apa yang YESAYA 40 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YESAYA 40?
Mengapa YESAYA 40 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak