Untuk anak usia 7 hingga 12 tahun

MARKUS 15

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)

Alkitab

Penjelasan

Pagi itu masih gelap, tetapi para imam kepala sudah berkumpul. Mereka mengikat Yesus dan membawa-Nya kepada Pilatus, gubernur yang berkuasa menghukum orang. "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?" tanya Pilatus. Yesus menjawab singkat saja. Para imam terus menuduh-Nya, macam-macam tuduhan, tetapi Yesus diam. Pilatus heran. Mengapa Orang ini tidak membela diri sama sekali?

Setiap Paskah, Pilatus biasa membebaskan satu tahanan. Ada Barabas, orang yang pernah membunuh. Pilatus bertanya kepada orang banyak, "Apakah kalian mau aku membebaskan Raja orang Yahudi ini?" Ia menduga para imam iri hati kepada Yesus. Tetapi para imam menghasut orang banyak. Mereka berteriak, "Bebaskan Barabas!" Lalu, "Salibkan Dia!" Pilatus bertanya, "Kejahatan apa yang telah Dia lakukan?" Teriakan itu makin keras. Akhirnya Pilatus menyerah. Barabas dibebaskan. Yesus dicambuk, lalu diserahkan untuk disalibkan.

Para prajurit mengejek-Nya habis-habisan. Mereka memakaikan jubah ungu, seperti jubah raja, dan mahkota berduri yang tajam menusuk kepala-Nya. "Salam, hai Raja orang Yahudi!" ejek mereka, sambil memukul dan meludahi-Nya. Setelah puas mengolok-olok, mereka membawa Yesus keluar kota. Seorang bernama Simon dipaksa memikul salib-Nya karena Yesus sudah terlalu lemah.

Mereka sampai di Golgota, artinya Tempat Tengkorak. Di sana Yesus disalibkan, bersama dua perampok, satu di kanan dan satu di kiri. Di atas salib-Nya tertulis tuduhan: "Raja Orang Yahudi." Orang-orang yang lewat menggeleng-geleng kepala dan menghina-Nya. Bahkan para imam kepala ikut mengejek, "Dia menyelamatkan orang lain, tetapi tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri!"

Lalu terjadi hal yang aneh. Pada siang hari, langit menjadi gelap, selama tiga jam penuh. Kemudian Yesus berseru dengan suara keras, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Beberapa orang mengira Ia memanggil Nabi Elia. Seseorang memberi-Nya minum dari bunga karang berisi anggur asam. Lalu Yesus berseru sekali lagi, dengan suara keras, dan mengembuskan napas-Nya yang terakhir.

Pada saat itu juga, tirai besar di Bait Allah robek menjadi dua, dari atas sampai bawah. Seorang kepala pasukan Romawi yang berdiri di situ, melihat semuanya itu, berkata, "Sungguh, Orang ini adalah Anak Allah!"

Malam harinya, seorang bernama Yusuf dari Arimatea memberanikan diri menemui Pilatus. Ia meminta tubuh Yesus untuk dikuburkan dengan layak. Yusuf membungkus tubuh Yesus dengan kain linen, membaringkan-Nya di kuburan batu, lalu menggulingkan batu besar menutup pintunya.

Artinya Apa Ini?

Yesus dihina, disakiti, dan dibunuh, padahal Ia tidak bersalah apa-apa. Itu sangat tidak adil. Tetapi Yesus tidak melarikan diri. Ia tetap di sana, sampai akhir, karena Ia tahu inilah jalan yang harus Ia tempuh untuk menyelamatkan manusia. Robeknya tirai Bait Allah menunjukkan sesuatu yang besar: jalan menuju Allah yang tadinya tertutup, sekarang terbuka lebar.

Benang Merah

Sejak lama Allah sudah berjanji akan mengutus Seseorang yang menanggung hukuman bagi orang lain. Yesus adalah Raja sejati, bukan raja yang memakai mahkota emas, melainkan mahkota berduri. Ia menjadi Raja dengan cara mengorbankan diri-Nya sendiri, supaya kita bisa dekat dengan Allah lagi.

Untukmu

Ketika kamu melihat seseorang diperlakukan tidak adil, ingatlah Yesus pernah merasakannya juga. Kamu bisa berdoa untuk orang yang sedang disakiti atau diejek. Kamu juga bisa berterima kasih kepada Yesus, sebab Ia rela menderita supaya kamu bisa dekat dengan Allah.

Mari Bicarakan

Mengapa menurutmu Yesus tetap diam, padahal Ia dituduh macam-macam?

Apa yang kamu rasakan ketika mendengar bagaimana Yesus diejek dan disakiti?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menderita bagi kami. Tolong kami berani membela orang yang diperlakukan tidak adil. Buatlah hati kami dekat dengan-Mu, seperti tirai yang sudah robek itu. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang MARKUS 15

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah MARKUS 15?
Pagi itu masih gelap, tetapi para imam kepala sudah berkumpul. Mereka mengikat Yesus dan membawa-Nya kepada Pilatus, gubernur yang berkuasa menghukum orang. "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?" tanya Pilatus. Yesus menjawab singkat saja. Para imam terus menuduh-Nya, macam-macam tuduhan, tetapi Yesus diam.
Apa yang dikatakan MARKUS 15?
Para prajurit mengejek-Nya habis-habisan. Mereka memakaikan jubah ungu, seperti jubah raja, dan mahkota berduri yang tajam menusuk kepala-Nya. "Salam, hai Raja orang Yahudi!" ejek mereka, sambil memukul dan meludahi-Nya. Setelah puas mengolok-olok, mereka membawa Yesus keluar kota.
Apa yang MARKUS 15 ajarkan tentang Tuhan?
Lalu terjadi hal yang aneh. Pada siang hari, langit menjadi gelap, selama tiga jam penuh. Kemudian Yesus berseru dengan suara keras, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Beberapa orang mengira Ia memanggil Nabi Elia. Seseorang memberi-Nya minum dari bunga karang berisi anggur asam.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MARKUS 15?
Malam harinya, seorang bernama Yusuf dari Arimatea memberanikan diri menemui Pilatus. Ia meminta tubuh Yesus untuk dikuburkan dengan layak. Yusuf membungkus tubuh Yesus dengan kain linen, membaringkan-Nya di kuburan batu, lalu menggulingkan batu besar menutup pintunya.
Mengapa MARKUS 15 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Sejak lama Allah sudah berjanji akan mengutus Seseorang yang menanggung hukuman bagi orang lain. Yesus adalah Raja sejati, bukan raja yang memakai mahkota emas, melainkan mahkota berduri. Ia menjadi Raja dengan cara mengorbankan diri-Nya sendiri, supaya kita bisa dekat dengan Allah lagi.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 32

Biarlah Kristus, Raja Israel itu, sekarang turun dari salib supaya kami dapat melihat dan percaya." Mereka menuntut bukti dulu, baru percaya. Tapi justru karena Yesus tidak turun, ada yang bisa kita percayai. Kadang kita pun berdoa minta Dia turun dari salib kita. Dia malah tinggal, dan itulah kasih-Nya.

Wawasan Editorial pada ayat 36

Lalu, seseorang berlari dan mengisi bunga karang dengan anggur asam... sambil berkata, 'Tunggu! Mari kita lihat apakah Elia akan datang untuk menurunkan Dia.'"

Dia berlari. Ada usaha di situ, sedikit belas kasihan. Tapi kata-katanya membuat salib jadi tontonan: mari kita lihat apa yang terjadi.

Mungkin itu juga caraku mendekat pada Yesus. Cukup peduli untuk berlari, tapi masih berdiri sebagai penonton.

Wawasan Editorial pada ayat 11

Tetapi, imam-imam kepala menghasut orang banyak supaya Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka." Suara yang meneriakkan nama Barabas bukan lahir dari hati mereka sendiri. Ada yang menghasut, dan mereka ikut saja. Aku bertanya pada diriku: suara siapa yang sedang membentuk pilihanku hari ini? Kadang kita menolak Yesus bukan karena berpikir panjang, tapi karena ikut arus.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis untuk anak usia 7 hingga 12 tahun yang sudah bisa membaca sendiri. Cocok untuk ibadah keluarga dan pelajaran Alkitab di sekolah. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network