Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

MARKUS 15

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

The Explanation

Pagi itu masih gelap. Udara dingin sekali. Kota masih sepi, belum banyak orang bangun. Tapi beberapa orang sudah berkumpul diam-diam. Mereka mengikat tangan Yesus dengan tali. Lalu membawa-Nya kepada seorang bernama Pilatus. Pilatus bertanya, "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?" Yesus hanya diam. Diam saja. Pilatus heran, kenapa Yesus tidak menjawab. Orang banyak mulai berteriak-teriak keras. "Salibkan Dia! Salibkan Dia!" teriak mereka. Semakin keras, semakin keras suaranya. Pilatus takut pada orang banyak itu. Ia menyuruh mencambuki Yesus. Lalu Yesus diserahkan untuk disalibkan.

Para prajurit membawa Yesus masuk ke istana. Mereka memakaikan jubah ungu pada-Nya. Mereka membuat mahkota dari duri tajam. Duri itu ditekan ke kepala Yesus. Sakit sekali. Mereka berkata, "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Lalu mereka memukul dan meludahi-Nya.

Setelah itu, Yesus harus memikul kayu salib. Kayu itu besar dan berat sekali. Ada seorang bernama Simon lewat di sana. Prajurit memaksa Simon membantu memikul salib itu. Mereka berjalan ke sebuah bukit bernama Golgota. Di sana, Yesus dipaku di kayu salib. Paku itu tajam. Kayu itu keras.

What Does This Mean?

Hari itu, langit menjadi gelap. Gelap sekali, seperti malam tiba-tiba datang. Yesus berseru dengan suara keras, "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Orang-orang di bawah salib masih mengejek-Nya. Lalu Yesus berseru sekali lagi. Ia menghembuskan napas-Nya yang terakhir. Yesus mati.

Pada saat itu juga, terjadi sesuatu di Bait Allah. Tirai besar di sana robek menjadi dua. Robek dari atas sampai ke bawah. Seorang kepala pasukan berdiri di dekat salib. Ia melihat semua yang terjadi itu. Ia berkata, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"

The Common Thread

Kenapa Yesus diam saja? Kenapa Ia tidak melawan? Yesus tahu, Ia datang ke dunia untuk ini. Ia mau menanggung semua yang salah pada kita. Itulah sebabnya Ia rela disakiti, rela mati. Ia melakukannya karena kasih-Nya sangat besar. Allah sudah lama berjanji akan mengutus-Nya. Sekarang janji itu terjadi, tepat di kayu salib.

For You

Beberapa perempuan berdiri melihat dari jauh. Ada Maria Magdalena, dan Maria yang lain. Mereka sedih sekali, tapi tidak pergi. Mereka tetap dekat dengan Yesus.

Lalu ada seorang bernama Yusuf. Ia berani pergi menemui Pilatus. Ia minta diberi tubuh Yesus. Yusuf membungkus tubuh Yesus dengan kain lembut. Ia membaringkan Yesus di kuburan batu. Lalu ia menggulingkan batu besar menutup pintunya.

Kamu juga bisa seperti mereka. Kamu bisa tetap dekat dengan Yesus. Walau sedih, walau takut, walau tidak mengerti. Yesus senang kalau kamu tetap dekat dengan-Nya.

Talk About It

Praying Together

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengasihi aku. Terima kasih Engkau rela disakiti untukku. Aku mau tetap dekat dengan-Mu, setiap hari. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang MARKUS 15

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah MARKUS 15?
Pagi itu masih gelap. Udara dingin sekali. Kota masih sepi, belum banyak orang bangun. Tapi beberapa orang sudah berkumpul diam-diam. Mereka mengikat tangan Yesus dengan tali. Lalu membawa-Nya kepada seorang bernama Pilatus. Pilatus bertanya, "Apakah Engkau Raja orang Yahudi?
Apa yang dikatakan MARKUS 15?
Setelah itu, Yesus harus memikul kayu salib. Kayu itu besar dan berat sekali. Ada seorang bernama Simon lewat di sana. Prajurit memaksa Simon membantu memikul salib itu. Mereka berjalan ke sebuah bukit bernama Golgota. Di sana, Yesus dipaku di kayu salib. Paku itu tajam. Kayu itu keras.
Apa yang MARKUS 15 ajarkan tentang Tuhan?
Pada saat itu juga, terjadi sesuatu di Bait Allah. Tirai besar di sana robek menjadi dua. Robek dari atas sampai ke bawah. Seorang kepala pasukan berdiri di dekat salib. Ia melihat semua yang terjadi itu. Ia berkata, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
Apa yang dapat dipelajari balita dari MARKUS 15?
Beberapa perempuan berdiri melihat dari jauh. Ada Maria Magdalena, dan Maria yang lain. Mereka sedih sekali, tapi tidak pergi. Mereka tetap dekat dengan Yesus.
Mengapa MARKUS 15 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kamu juga bisa seperti mereka. Kamu bisa tetap dekat dengan Yesus. Walau sedih, walau takut, walau tidak mengerti. Yesus senang kalau kamu tetap dekat dengan-Nya.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 36

Lalu, seseorang berlari dan mengisi bunga karang dengan anggur asam... sambil berkata, 'Tunggu! Mari kita lihat apakah Elia akan datang untuk menurunkan Dia.'"

Dia berlari. Ada usaha di situ, sedikit belas kasihan. Tapi kata-katanya membuat salib jadi tontonan: mari kita lihat apa yang terjadi.

Mungkin itu juga caraku mendekat pada Yesus. Cukup peduli untuk berlari, tapi masih berdiri sebagai penonton.

Wawasan Editorial pada ayat 11

Tetapi, imam-imam kepala menghasut orang banyak supaya Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka." Suara yang meneriakkan nama Barabas bukan lahir dari hati mereka sendiri. Ada yang menghasut, dan mereka ikut saja. Aku bertanya pada diriku: suara siapa yang sedang membentuk pilihanku hari ini? Kadang kita menolak Yesus bukan karena berpikir panjang, tapi karena ikut arus.

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network