MIKHA 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Mikha hidup di zaman ketika Israel kelihatan baik-baik saja dari luar. Ada rumah-rumah bagus, ada ladang yang panen, ada ibadah di Bait Suci. Tetapi Mikha melihat apa yang terjadi di balik dinding rumah-rumah itu, dan ia mulai bicara.
Pasal ini dibuka dengan kalimat yang menusuk: "Celakalah orang-orang yang merancang kejahatan dan berbuat kekejian di tempat tidurnya!" Bayangkan orang berbaring di kasur, lampu sudah dimatikan, dan di dalam kepalanya ia sedang menyusun rencana. Bukan rencana untuk besok pagi bangun lebih awal supaya bisa menolong seseorang. Rencana untuk mengambil. Dan begitu fajar menyingsing, rencana itu langsung dijalankan, "karena hal itu ada dalam kekuasaan tangannya." Artinya: mereka bisa. Mereka punya uang, punya koneksi, punya kuasa. Dan siapa yang bisa, ia melakukannya.
Apa yang mereka ambil? Ladang dan rumah. Bagi kita itu kedengaran seperti urusan harta biasa. Bagi orang Israel itu jauh lebih dalam. Tanah itu "milik pusaka", warisan yang dulu Tuhan sendiri bagikan kepada setiap keluarga. Mengambil ladang seseorang sama dengan mengatakan: kamu tidak berhak ada di sini. Ayat 9 malah lebih pedih lagi. Para perempuan diusir dari rumah yang mereka cintai, dan bayi-bayi kehilangan tempat berlindung.
Lalu Tuhan menjawab. Ia berkata: kalian merancang, Aku juga merancang. "Lihat, Aku merencanakan malapetaka terhadap kaum ini, sehingga kamu tidak dapat menghindarkan lehermu darinya." Orang-orang yang tadinya berjalan dengan dada terangkat, tidak bisa lagi berjalan angkuh. Nanti mereka sendiri akan menyanyikan lagu duka: "Kita telah dihancurleburkan! Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang yang menawan kita." Orang yang mencuri tanah, kehilangan tanah.
Reaksi para pendengar? "Jangan mengucapkan nubuat," kata mereka. Diam saja, Mikha. Jangan bicara hal-hal seperti itu. Dan Mikha menunjuk pada nabi-nabi yang lebih disukai orang: kalau ada orang datang berkata, "Aku akan bernubuat kepadamu mengenai anggur dan arak," nah, itu baru nabi yang cocok untuk bangsa ini. Nabi yang hanya menjanjikan pesta.
Tetapi pasal ini tidak berakhir di kegelapan. Dua ayat terakhir berubah nadanya sama sekali. Tuhan berkata: Aku akan mengumpulkan kamu, seperti kambing domba yang dituntun masuk ke kandang. Dan lalu ada gambar yang aneh dan indah: "Seorang penerobos maju di hadapan mereka." Seseorang membuka jalan, mendobrak pintu gerbang, dan umat itu berjalan keluar. Di depan barisan itu berjalan Raja mereka: Tuhan sendiri.
Apa Artinya?
Yang mengganggu di pasal ini adalah kalimat "hal itu ada dalam kekuasaan tangannya." Kejahatan di sini bukan kejahatan orang yang lepas kendali karena marah. Ini kejahatan yang direncanakan dengan tenang, oleh orang yang cukup kuat untuk tidak takut ketahuan.
Dan Tuhan tidak menganggap itu urusan kecil. Ia menyebut Diri-Nya sebagai lawan dari orang-orang itu. Menyakiti seorang perempuan yang kehilangan rumahnya bukan hanya masalah antara dua manusia; itu menyentuh Allah.
Ada bagian yang jujur saja tetap sulit. Tuhan berkata Ia merencanakan malapetaka. Apakah Tuhan sekasar itu? Perhatikan ayat 7: "Bukankah firman-Ku mengerjakan yang baik bagi orang-orang yang hidup benar?" Firman Tuhan yang sama terasa seperti berkat bagi yang jujur dan seperti ancaman bagi yang menindas. Bukan Tuhan yang berubah. Yang berbeda adalah di sisi mana kita berdiri. Tetap saja aku tidak bisa menjelaskan semuanya dengan enak, dan aku tidak akan berpura-pura bisa.
Benang Merah
"Seorang penerobos maju di hadapan mereka." Siapa dia? Mikha tidak menyebut nama. Tetapi orang Kristen sejak dulu membaca ayat ini dan berpikir tentang Yesus Kristus. Ia adalah Raja yang tidak berjalan di belakang, aman di tengah pengawal, melainkan di paling depan. Ia yang menerobos pintu paling keras, pintu kematian, supaya umat-Nya bisa berjalan keluar mengikuti Dia.
Itulah kebalikan sempurna dari orang-orang di ayat 1 dan 2. Mereka memakai kekuasaan untuk mengambil. Yesus memakai kekuasaan-Nya untuk memberi, bahkan memberikan diri-Nya sendiri.
Untuk Kamu
Kamu mungkin belum bisa merampas ladang siapa pun. Tetapi kalimat "karena hal itu ada dalam kekuasaan tangannya" tetap berlaku. Ada saat-saat kamu punya kuasa: kamu lebih pandai bicara, lebih populer, lebih besar, atau kamu tahu rahasia seseorang. Pada saat itu selalu ada pertanyaan: apa yang akan kulakukan dengan kuasa yang ada di tanganku?
Dan ada pertanyaan kedua. Mikha diminta diam. Kalau kamu melihat seseorang diperlakukan tidak adil, apakah kamu memilih diam karena lebih nyaman, atau kamu berani berkata sesuatu?
Bahan Diskusi
Mengapa orang-orang itu lebih suka nabi yang bicara tentang anggur dan pesta daripada Mikha? Apakah kamu juga kadang lebih suka mendengar hal yang menyenangkan daripada yang benar?
Yesus disebut Raja yang berjalan di depan barisan. Di bagian hidupmu mana kamu paling butuh seseorang berjalan di depanmu?
Doa Bersama
Tuhan, Engkau melihat apa yang kami rencanakan, bahkan di dalam hati kami yang paling tersembunyi. Bersihkan rencana-rencana kami. Ajar kami memakai apa yang ada di tangan kami untuk menolong, bukan untuk mengambil. Dan terima kasih bahwa Engkau berjalan di depan kami sebagai Raja. Kami mau mengikuti Engkau. Amin.
Pertanyaan tentang MIKHA 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MIKHA 2?
Apa yang dikatakan MIKHA 2?
Apa yang MIKHA 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MIKHA 2?
Mengapa MIKHA 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Mereka merancang kejahatan sambil berbaring di tempat tidur, lalu TUHAN menjawab dengan kata yang sama: "Lihatlah, Aku sedang merancangkan malapetaka terhadap kaum ini, yang darinya kamu tidak dapat melepaskan lehermu." Rencana yang kau susun diam diam malam ini ternyata bukan rencana satu satunya. Leher yang biasa tegak bisa tunduk juga. Apa yang sedang kau rancang?
Perhatikan apa yang membuat seorang pengkhotbah disukai di sana: "Aku akan bernubuat kepadamu tentang anggur dan minuman keras." Bukan isinya yang dinilai, melainkan menunya. Umat itu tidak menolak suara Tuhan karena sulit dimengerti, tetapi karena tidak enak didengar. Adakah pesan yang selama ini kamu hindari, bukan sebab keliru, melainkan justru sebab benar?
Hai kamu yang disebut keturunan Yakub, apakah Roh TUHAN sudah tidak sabar? Apakah semuanya ini perbuatan-Nya? Bukankah firman-Ku baik terhadap orang yang lurus jalannya?"
Umat itu sedang menyangkal. Mereka tidak suka pesan keras dari Mikha, lalu mereka bertanya: masa iya Tuhan sekejam itu? Tapi Tuhan membalik pertanyaan mereka. Bukan Aku yang berubah, kata-Nya. Firman-Ku selalu baik, bagi orang yang jalannya lurus.
Kadang kita juga begitu. Kita merasa firman Tuhan terlalu tajam, terlalu menusuk. Padahal mungkin bukan firman-Nya yang keras, hanya saja jalan kita sedang tidak lurus, dan yang lurus terasa asing di hati yang bengkok.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak