NAHUM 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
The Explanation
Nahum 2 menggambarkan hari ketika kota besar Niniwe akan jatuh. Niniwe adalah ibu kota Asyur, kerajaan yang dulu menindas bangsa-bangsa lain dengan kejam, termasuk Israel. Pasal ini dimulai dengan peringatan, "Pembongkar telah maju melawan engkau." Artinya, musuh sedang datang menyerang. Niniwe disuruh berjaga, mengintai, dan mengumpulkan kekuatan, tetapi semuanya sia-sia.
Nahum melukiskan serangan itu seperti film yang bergerak cepat. Perisai para prajurit berwarna merah, kereta perang berkilat seperti obor dan berlari secepat kilat di jalan-jalan kota. Pasukan tersandung saking terburu-burunya menuju tembok. Pintu gerbang dibuka, istana menjadi panik. Huzab, mungkin seorang ratu atau nama lambang kota itu sendiri, dibawa pergi sementara para dayangnya menangis seperti burung merpati.
Niniwe digambarkan seperti telaga yang airnya bocor dan terus mengalir keluar, artinya kekuatan dan penduduknya lari tanpa bisa dihentikan. Orang berteriak "Berhenti! Berhenti!" tetapi tidak ada yang mendengarkan. Harta kekayaan kota yang selama ini menumpuk dirampas habis. Kota yang dulu megah itu kini kosong, sunyi, dan hancur, membuat hati penduduknya hancur dan lutut mereka gemetar ketakutan.
Lalu Nahum memakai gambaran singa. Niniwe dulu seperti sarang singa yang penuh makanan, karena mereka merampas dan menindas bangsa lain untuk kekayaan mereka sendiri. Tetapi di akhir pasal, Tuhan semesta alam sendiri berbicara, "Aku akan menjadi lawanmu." Ia akan membakar kereta-kereta itu, membinasakan singa-singa muda itu dengan pedang, dan membungkam suara kekuasaan Niniwe untuk selamanya.
What Does This Mean?
Nahum menulis ini untuk menunjukkan bahwa Tuhan melihat kekejaman yang dilakukan Niniwe selama bertahun-tahun, dan Dia tidak diam selamanya. Niniwe memang kuat, kaya, dan menakutkan, tetapi kekuatan manusia ada batasnya di hadapan Tuhan. Ayat 2 juga mengatakan sesuatu yang penting di tengah semua kehancuran ini, bahwa Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub dan Israel, bangsa yang dulu dihancurkan oleh penjajah seperti Asyur. Jadi di balik kejatuhan Niniwe ada pemulihan bagi umat Tuhan yang selama ini tertindas.
Kita boleh jujur bahwa pasal ini tidak mudah dibaca. Ada sukacita karena penindas jatuh, tetapi juga digambarkan ketakutan dan air mata orang-orang di Niniwe, bahkan dayang-dayang yang menangis. Alkitab tidak menyembunyikan bahwa penghakiman itu berat dan menyedihkan, bukan sesuatu yang dirayakan dengan ringan.
The Common Thread
Sepanjang Alkitab, Tuhan berjanji untuk membela umat-Nya yang tertindas dan suatu hari menegakkan keadilan sepenuhnya. Pemulihan "kebanggaan Yakub" di ayat 2 adalah bagian dari janji besar itu, bahwa Tuhan tidak melupakan umat-Nya meskipun mereka pernah dihancurkan. Jauh di kemudian hari, Yesus Kristus datang sebagai Raja yang membawa keadilan yang sempurna, bukan dengan kereta perang dan pedang, tetapi dengan mengalahkan dosa dan kematian lewat salib. Dia juga akan datang kembali untuk menuntaskan keadilan bagi semua yang tertindas, seperti yang dijanjikan sejak zaman Nahum.
For You
Kadang kamu melihat orang yang berkuasa bertindak semena-mena, entah itu di sekolah, di berita, atau bahkan dalam sejarah bangsa-bangsa. Nahum 2 mengingatkan bahwa Tuhan melihat semuanya itu, dan kekuatan yang dipakai untuk menindas orang lain tidak akan bertahan selamanya. Ini bukan alasan untuk membalas dendam sendiri, tetapi untuk percaya bahwa Tuhan itu adil dan bisa dipercaya untuk urusan yang jauh lebih besar dari yang bisa kamu selesaikan sendiri. Kamu juga boleh belajar jujur soal perasaanmu sendiri, karena bahkan Alkitab tidak malu menunjukkan ketakutan dan air mata orang-orang yang kalah.
Talk About It
Mengapa menurutmu Tuhan membiarkan Niniwe begitu lama berkuasa dan menindas sebelum akhirnya menghukum mereka?
Apakah ada bedanya antara senang karena keadilan ditegakkan dan senang melihat orang lain menderita? Coba jelaskan.
Praying Together
Tuhan yang adil, terima kasih karena Engkau melihat semua yang terjadi di dunia, bahkan yang tidak terlihat oleh kami. Tolong kami percaya bahwa Engkau membela yang tertindas dan menegakkan keadilan pada waktunya. Ajar kami untuk hidup jujur dan tidak memakai kekuatan untuk menyakiti orang lain. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang NAHUM 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah NAHUM 2?
Apa yang dikatakan NAHUM 2?
Apa yang NAHUM 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari NAHUM 2?
Mengapa NAHUM 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kereta-kereta melaju kencang di jalan-jalan, saling berlomba di lapangan-lapangan." Jalan-jalan Niniwe itu dulu dipakai untuk pawai kemenangan, tempat rakyat menyaksikan rampasan perang dibawa pulang. Sekarang jalan yang sama dipenuhi kereta musuh. Yang berkilau seperti obor tidak selalu berarti berkat. Apa yang kamu banggakan hari ini, sanggupkah bertahan kalau Tuhan berkata cukup?
Pintu-pintu gerbang sungai telah dibuka, dan istana itu runtuh." Niniwe jatuh bukan karena tembok yang kurang tebal, tetapi karena air sungai yang selama ini menghidupinya berbalik menerjang. Apa yang kau andalkan hari ini bisa menjadi pintu masuk kehancuranmu. Hanya Tuhan yang tidak pernah berbalik melawanmu.
Perisai para pahlawannya merah, prajurit-prajuritnya berpakaian kirmizi," begitu Nahum melukiskan pasukan yang datang menyerbu Niniwe. Megah, berkilau, menakutkan. Persis seperti Niniwe dulu saat ia menakuti bangsa-bangsa. Yang kau tebarkan, suatu hari berbaris kembali ke gerbangmu sendiri. Apa yang sedang kau tabur hari ini?
Niniwe pernah seperti kolam yang penuh, air mengalir masuk dari mana-mana. Lalu semuanya bocor: "Berhenti! Berhenti!" Namun tidak ada yang berbalik. Ada hal-hal yang kita kumpulkan bertahun-tahun, dan hanya butuh satu malam untuk menguap. Apa yang sedang kamu genggam erat hari ini? Dan suara siapa yang masih memanggilmu berbalik, sebelum semuanya mengalir pergi?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak