OBAJA 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Kitab Obaja adalah kitab terpendek di Perjanjian Lama. Hanya satu pasal. Tetapi isinya keras, seperti pukulan.
Obaja mendapat sebuah penglihatan, semacam pesan yang Tuhan tunjukkan kepadanya. Pesan itu bukan untuk Israel, melainkan untuk sebuah bangsa tetangga: Edom.
Untuk mengerti kitab ini, kamu harus tahu satu hal. Orang Edom adalah keturunan Esau. Dan Esau adalah saudara kembar Yakub, yang kemudian dinamai Israel. Jadi Edom dan Israel bukan orang asing satu sama lain. Mereka sepupu jauh. Keluarga.
Edom tinggal di daerah pegunungan berbatu. Rumah-rumah mereka dipahat di celah-celah tebing, tinggi di atas, sulit dijangkau musuh. Dan itu membuat mereka merasa aman sekali. Tuhan menyebutnya begini: "Keangkuhan hatimu telah menipumu." Mereka berkata dalam hati: "Siapa yang akan menurunkan aku ke tanah?" Tidak ada yang bisa menyentuh kami.
Jawaban Tuhan sangat langsung. Sekalipun kamu terbang setinggi burung rajawali, sekalipun kamu membuat sarang di antara bintang-bintang, Aku akan membawamu turun.
Lalu Tuhan menyebut apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Yerusalem diserbu dan dihancurkan, ketika orang-orang asing membagi-bagi kota itu dengan undian, Edom berdiri di seberang. Mereka menonton. Ayat 11 berkata: "kamu adalah salah seorang dari mereka." Menonton saja sudah membuat mereka ikut bersalah.
Tetapi mereka tidak hanya menonton. Mereka masuk lewat pintu gerbang, mengambil barang-barang, dan berdiri di persimpangan jalan untuk menghadang orang-orang yang melarikan diri. Bayangkan itu. Tetanggamu kebakaran rumah, dan kamu berdiri di pintu pagar supaya mereka tidak bisa keluar.
Karena itu Tuhan berkata: "Sama seperti yang kamu telah lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu." Apa yang kamu lemparkan, kembali menimpa kepalamu sendiri.
Bagian akhir berbalik arah. Di atas Gunung Sion akan ada pembebasan. Umat Tuhan akan kembali dan tinggal di tanah mereka lagi. Dan kalimat terakhir kitab ini adalah kunci dari seluruhnya: "kerajaan akan menjadi milik TUHAN."
What Does This Mean?
Ada dua dosa besar dalam kitab ini, dan keduanya tidak kelihatan seperti dosa besar.
Yang pertama adalah kesombongan. Edom merasa tidak butuh siapa-siapa. Tebing mereka tinggi, tentara mereka kuat, penasihat mereka pintar. Tetapi Tuhan berkata: semua itu akan hilang. Bahkan sekutu-sekutu mereka, teman-teman yang pernah makan roti bersama mereka, akan berbalik. Kesombongan membuat orang buta terhadap kenyataan bahwa hidup mereka bergantung pada Tuhan.
Yang kedua adalah sikap senang melihat orang lain jatuh. Tuhan berkata dengan sangat rinci: jangan memandang rendah saudaramu pada hari kesusahannya, jangan bergembira, jangan berbicara dengan bangga. Rupanya Tuhan memperhatikan hal itu. Tertawa saat orang lain kena musibah bukan hal kecil di mata-Nya. Apalagi kalau orang itu keluargamu sendiri.
Ada bagian yang sulit di sini, dan aku tidak mau menutupinya. Ayat 18 berkata bahwa tidak akan ada yang selamat dari rumah Esau. Itu keras sekali. Aku tidak punya jawaban yang rapi untuk itu. Yang aku tahu: Tuhan tidak bisa membiarkan kejahatan berjalan terus seolah tidak apa-apa. Kalau Tuhan tidak pernah marah pada kekejaman, Dia bukan Tuhan yang baik. Tetapi bagaimana persisnya keadilan Tuhan dan kasih Tuhan bertemu, itu tetap lebih besar daripada yang bisa aku jelaskan.
The Common Thread
Kitab ini berakhir dengan Gunung Sion, tempat ada pembebasan dan kekudusan. Dan dengan kalimat: kerajaan akan menjadi milik Tuhan.
Itulah benang merah yang berjalan terus sampai ke Yesus Kristus. Yesus datang dan berkata bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Dia sendirilah Raja yang dijanjikan itu.
Dan lihat perbedaannya. Edom berdiri di seberang saat saudaranya menderita. Yesus melakukan yang sebaliknya. Dia tidak menonton dari jauh. Dia turun, masuk ke dalam penderitaan kita, dan menanggungnya sendiri. Di kayu salib, apa yang seharusnya menimpa kepala kita, ditanggung oleh-Nya.
Jadi Obaja mengajukan sebuah pertanyaan tanpa sadar: siapa yang mau berdiri di sisi orang yang jatuh? Dan Yesus adalah jawabannya.
For You
Di sekolah selalu ada momen seperti Edom. Seseorang dipermalukan di depan kelas. Seseorang tersandung dan barangnya jatuh berhamburan. Seseorang yang selalu sok pintar tiba-tiba dapat nilai jelek.
Dan ada perasaan kecil di dalam hati yang berbisik: bagus, rasakan itu.
Perasaan itu manusiawi. Tetapi Obaja menunjukkan ke mana arahnya kalau dibiarkan. Mula-mula kamu hanya menonton. Lalu kamu ikut tertawa. Lalu kamu ikut melakukan.
Kamu bisa memutus rantai itu di awal. Bukan dengan menjadi anak yang sempurna, tetapi dengan satu langkah kecil: berjalan ke arah orang itu, bukan menjauh. Bertanya, "Kamu tidak apa-apa?"
Dan tentang tebing tinggi Edom: apa tebingmu? Nilai bagus, penampilan, teman-teman yang keren? Semua itu boleh. Tetapi tidak satu pun bisa menahanmu kalau Tuhan tidak memegangmu.
Talk About It
Pernahkah kamu merasa diam-diam senang ketika seseorang yang kamu tidak suka mengalami hal buruk? Apa yang bisa kamu lakukan dengan perasaan itu?
Ayat 18 terdengar sangat keras. Apa yang kamu rasakan waktu membacanya, dan apa yang ingin kamu tanyakan kepada Tuhan tentang itu?
Praying Together
Tuhan, Engkau melihat lebih dalam daripada yang orang lain lihat. Engkau melihat juga apa yang ada di hatiku ketika orang lain jatuh. Ampuni aku kalau aku pernah berdiri di seberang dan hanya menonton. Ajari aku berjalan ke arah orang yang sedang susah, seperti Yesus berjalan ke arah kami. Dan tolong aku untuk tidak bersandar pada tebingku sendiri, melainkan pada-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang OBAJA 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah OBAJA 1?
Apa yang dikatakan OBAJA 1?
Apa yang OBAJA 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari OBAJA 1?
Mengapa OBAJA 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kamu seharusnya tidak berdiri di persimpangan jalan untuk melenyapkan mereka yang melarikan diri." Edom tidak menyerang kota itu. Mereka hanya berdiri di jalan keluar, menunggu orang yang sudah hancur lewat. Ada cara jahat yang tampak pasif: menutup pintu bagi orang yang sedang mencari napas. Bagi orang yang lari kepadamu hari ini, kamu jadi jalan keluar atau jalan buntu?
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, hai engkau yang tinggal di celah-celah bukit batu," kata TUHAN kepada Edom. Mereka tinggal di tebing tinggi dan merasa tak tersentuh. Yang menipu mereka bukan musuh, melainkan hati mereka sendiri. Benteng apa yang sedang kamu percayai hari ini sampai kamu merasa tidak perlu berlutut lagi?
Edom menyembunyikan hartanya di celah batu, yakin tak seorang pun menemukannya. Tapi Obaja berkata, "Betapa Esau akan digeledah, harta-hartanya yang tersembunyi akan dicari!" Yang kita kubur diam-diam tetap terlihat oleh Allah. Adakah sesuatu yang kamu simpan rapat-rapat, berharap tak pernah ketahuan?
Edom merasa aman di celah-celah batu, tinggi dan tak tersentuh. Tapi Tuhan menyebut mereka "jerami", bukan batu. Yang tampak kokoh di mata manusia ternyata ringan sekali di tangan Tuhan. Bangsa itu jatuh bukan karena kalah perang, melainkan karena bersorak waktu saudaranya jatuh. Apa yang kausorakkan diam-diam saat orang lain terpuruk?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak