WAHYU 10
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)
Penjelasan
Yohanes melihat malaikat lain yang sangat kuat turun dari surga. Malaikat ini begitu besar dan mengesankan: ia berpakaian awan, ada pelangi di atas kepalanya, wajahnya bersinar seperti matahari, dan kakinya seperti tiang api. Satu kaki berdiri di laut, kaki yang lain di darat, seolah ia menguasai seluruh bumi. Di tangannya ada sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
Malaikat itu berteriak sekeras auman singa, dan tujuh guntur menjawab dengan suara mereka sendiri. Yohanes mau menuliskan apa yang dikatakan guntur-guntur itu, tetapi suara dari surga melarangnya. Ada hal yang harus tetap menjadi rahasia Allah.
Lalu malaikat itu mengangkat tangan kanannya dan bersumpah demi Allah yang hidup selama-lamanya, Pencipta langit, bumi, dan laut: tidak akan ada penundaan lagi. Ketika malaikat ketujuh meniup trompetnya, rencana rahasia Allah akan selesai, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada para nabi.
Yohanes disuruh mengambil gulungan kitab itu dan memakannya. Di mulutnya terasa manis seperti madu, tetapi di perutnya terasa pahit. Setelah itu ia diberi tugas: ia harus bernubuat lagi, berbicara tentang banyak bangsa, suku, bahasa, dan raja-raja.
Apa Artinya Ini?
Kisah ini penuh gambaran besar, tetapi intinya sederhana: Allah tahu segalanya, bahkan hal-hal yang tidak diberitahukan kepada kita. Ketujuh guntur berbicara, tetapi Yohanes tidak boleh menuliskannya. Kita bahkan tidak pernah tahu apa yang mereka katakan. Ini mengajarkan sesuatu yang penting: tidak semua rahasia Allah akan dibuka kepada kita, dan itu tidak apa-apa. Iman tidak berarti kita mengerti segalanya tentang Allah.
Kemudian ada sumpah malaikat itu: waktu penantian akan segera berakhir, rencana Allah akan digenapi. Ini janji bahwa sejarah bukan kekacauan tanpa arah. Allah sedang menuju sesuatu, walau kita belum melihat akhirnya.
Lalu ada gulungan kitab yang dimakan Yohanes. Ini terdengar aneh kalau dibayangkan secara harfiah, tetapi maksudnya jelas: firman Allah harus benar-benar masuk ke dalam diri kita, bukan cuma dibaca lewat begitu saja. Firman itu terasa manis karena berisi janji dan kasih Allah. Tetapi bisa terasa pahit juga, karena firman itu juga berbicara tentang penghakiman dan tugas berat yang harus dijalani Yohanes: bernubuat lagi di depan bangsa-bangsa dan raja-raja yang mungkin tidak mau mendengar.
Benang Merah
Malaikat itu bersumpah bahwa rahasia Allah akan digenapi, "seperti yang Ia sampaikan kepada para hamba-Nya: para nabi." Sepanjang Alkitab, Allah berjanji menyelamatkan dunia lewat seorang Juru Selamat. Janji itu digenapi dalam Yesus Kristus, yang sudah datang, mati, dan bangkit. Namun Wahyu menunjukkan bahwa penggenapan penuh dari semua janji itu, saat Allah membereskan segala sesuatu untuk selama-lamanya, masih akan datang.
Rasa manis dan pahit dari gulungan kitab itu juga mengingatkan kita pada Yesus sendiri. Kabar tentang Dia adalah kabar paling manis yang pernah ada, Allah yang mengasihi kita begitu besar. Tetapi mengikuti Yesus juga berarti memikul salib, menerima bahwa hidup bersama-Nya tidak selalu mudah. Firman Allah tidak pernah berhenti hanya pada rasa manis saja.
Untukmu
Pernahkah kamu membaca sesuatu di Alkitab yang terasa indah sekaligus sulit? Itu wajar. Firman Allah memang bisa terasa manis, seperti waktu kamu membaca tentang kasih-Nya, tetapi juga pahit, seperti waktu kamu membaca tentang dosa atau penghakiman. Jangan buru-buru melewati bagian yang sulit itu. Izinkan dirimu bertanya, sama seperti Yohanes yang jujur menuliskan bahwa sebagian hal tetap menjadi rahasia.
Kamu juga, seperti Yohanes, mungkin suatu hari diminta mengatakan kebenaran kepada orang yang tidak ingin mendengarnya, entah itu teman, keluarga, atau orang yang kamu kagumi. Itu tidak selalu nyaman. Tetapi kalau firman Allah sudah benar-benar "dimakan", masuk ke dalam hatimu, kamu akan punya keberanian untuk mengatakannya, walau rasanya pahit sebelum terasa manis lagi nanti.
Mari Bicarakan
Menurutmu, mengapa Allah tidak mengizinkan Yohanes menuliskan apa yang dikatakan oleh ketujuh guntur itu?
Pernahkah kamu membaca atau mendengar sesuatu tentang Allah yang terasa manis sekaligus sulit untuk diterima? Ceritakan.
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memegang semua rahasia dunia, bahkan yang tidak kami mengerti. Tolong kami mencintai firman-Mu, baik yang terasa manis maupun yang terasa berat. Berikan kami keberanian untuk berbicara jujur tentang Engkau kepada orang lain. Amin.
Pertanyaan tentang WAHYU 10
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah WAHYU 10?
Apa yang dikatakan WAHYU 10?
Apa yang WAHYU 10 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari WAHYU 10?
Mengapa WAHYU 10 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak