1 TESALONIKA 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
The Explanation
Paulus duduk di meja kecil. Di depannya ada kertas panjang. Ia memegang pena, lalu mulai menulis. Di luar, matahari bersinar hangat. Angin bertiup pelan, menyejukkan wajah Paulus. Paulus menulis surat. Untuk teman-temannya di Tesalonika. Mereka tinggal jauh, jauh sekali. Di seberang laut yang biru. Paulus mengasihi mereka semua. Ia rindu bertemu mereka lagi. Paulus memikirkan wajah teman-temannya. Ia berdoa dahulu, sebelum menulis. Tapi sekarang ia hanya bisa menulis. Kata demi kata, pelan-pelan. "Salam, teman-temanku," tulis Paulus. "Aku senang mendengar kabar tentang kamu." Paulus tersenyum sambil menulis. Lalu ia menulis lebih banyak lagi. Tentang hidup. Tentang Allah. Tentang kasih.
What Does This Mean?
"Hiduplah dengan baik," tulis Paulus. "Senangkan hati Allah, lebih lagi." Seperti dulu, tapi lebih baik lagi. Paulus juga menulis tentang hati yang bersih. Allah ingin anak-anak-Nya hidup bersih. Hidup jujur, hidup baik. Bukan seperti orang yang tidak kenal Allah. Allah senang kalau kita hidup benar. Itu bukan aturan yang berat. Itu tanda kita anak-anak Allah. Lalu Paulus menulis kata yang hangat. "Kasihilah saudara-saudaramu," tulisnya. Teman-teman di Tesalonika sudah saling mengasihi. Mereka sudah berbagi roti. Sudah menolong yang sakit. Tapi Paulus berkata, "Kasihilah lagi, lebih banyak lagi." Seperti memberi satu kue, lalu memberi lagi. Kasih itu tidak pernah selesai diberi. Paulus juga menulis, "Bekerjalah dengan tanganmu sendiri." "Hiduplah dengan tenang." Supaya semua orang melihat, dan tidak kekurangan apa pun.
The Common Thread
Lalu Paulus menulis sesuatu yang membuat hati hangat. Tentang Tuhan Yesus. Yesus pernah mati di kayu salib. Tapi kubur-Nya kosong! Yesus bangkit lagi. Paulus berkata, orang yang mengasihi Yesus tidak perlu takut mati. Sebab suatu hari, Tuhan Yesus akan datang lagi. Dari surga, turun ke bawah. Akan ada suara nyaring. Suara malaikat. Suara trompet Allah, keras sekali. Bayangkan suara itu, keras sekali. Terdengar sampai ke seluruh langit. Orang yang sudah mati, yang mengasihi Yesus, akan bangkit dahulu. Lalu semua yang masih hidup, akan diangkat juga. Naik ke awan-awan putih. Tinggi, tinggi di langit. Semua bertemu Tuhan Yesus di sana. Kita akan berkumpul bersama Tuhan Yesus. Tidak akan ada lagi perpisahan. Lalu mereka akan selalu bersama Dia. Selamanya.
For You
Coba bayangkan itu. Kamu berdiri, memandang ke atas. Awan putih besar, seperti kapas. Lalu kamu melihat Tuhan Yesus. Dia tersenyum kepadamu. Dia memelukmu erat-erat. Rasakan pelukan-Nya yang hangat. Suara-Nya lembut, memanggil namamu. Kamu akan tertawa bahagia. Tidak ada lagi sedih di sana. Tidak ada lagi takut. Paulus menulis, "Hiburlah satu dengan yang lain." Sambil menunggu hari itu, kamu bisa mengasihi. Mengasihi orang di sekitarmu. Memeluk adikmu erat-erat. Membantu temanmu yang jatuh. Berbagi mainanmu, walau susah. Allah senang melihatmu mengasihi orang lain. Itu membuat hati-Nya bahagia.
Talk About It
Kalau kamu bertemu Tuhan Yesus di awan, apa yang ingin kamu katakan kepada-Nya?
Siapa yang bisa kamu peluk hari ini, supaya ia tahu kamu mengasihinya?
Praying Together
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau mengasihi aku. Aku mau mengasihi orang lain juga, lebih lagi. Aku senang, Engkau akan datang. Aku ingin bertemu Engkau di awan. Amin.
Pertanyaan tentang 1 TESALONIKA 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 TESALONIKA 4?
Apa yang dikatakan 1 TESALONIKA 4?
Apa yang 1 TESALONIKA 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari 1 TESALONIKA 4?
Mengapa 1 TESALONIKA 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Paulus tidak berkata, "Jangan menangis." Ia berkata, "supaya kamu tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak memiliki pengharapan." Dan ia menyebut kematian sebagai "tidur". Ada perbedaan antara air mata yang buntu dan air mata yang menatap ke depan. Dukamu boleh tetap ada. Hanya saja, kini ia tidak sendirian. Di dalamnya ada janji bahwa perpisahan ini tidak kekal.
Jemaat di Tesalonika takut orang yang mereka kasihi sudah ketinggalan. Paulus menjawab: "kita yang hidup, yang tetap tinggal sampai kedatangan Tuhan, sama sekali tidak akan mendahului mereka yang sudah meninggal." Kematian tidak membuat siapa pun terlambat. Nama yang kamu tangisi itu tetap ada dalam barisan yang menyambut Tuhan.
Berusahalah untuk hidup tenang, mengurus urusanmu sendiri, dan bekerja dengan tanganmu sendiri." Aneh, bukan? Kita diminta berjuang keras justru untuk sesuatu yang tidak terlihat orang. Paulus tidak menyuruh jemaat mengerjakan hal besar, tapi setia pada yang kecil. Pekerjaanmu hari ini yang tak dipuji siapa pun, itu pun ibadah.
Supaya setiap orang di antara kamu tahu bagaimana menguasai tubuhnya sendiri dalam kekudusan dan kehormatan." Perhatikan kata "tahu bagaimana". Itu keterampilan yang dipelajari, bukan sesuatu yang otomatis ada begitu kita percaya. Tubuhmu bukan musuh yang harus dibenci, melainkan titipan yang harus dihormati. Hari ini, bagaimana kau memperlakukannya?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak