AMOS 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasan
Dengarlah sebentar. Dulu sekali, ada sebuah kota di atas bukit. Namanya Samaria. Matahari bersinar panas di sana.
Di kota itu tinggal orang-orang kaya. Mereka duduk di rumah yang besar. Meja mereka penuh makanan. Mereka minum dan tertawa keras. "Bawa lagi! Ayo kita minum!" kata mereka.
Tetapi di luar, di pinggir jalan, duduklah orang-orang miskin. Perut mereka kosong. Mereka tidak punya roti. Dan orang-orang kaya itu berjalan lewat begitu saja. Mereka mendorong orang miskin ke samping.
Allah melihat itu. Allah melihat semuanya.
Lalu Allah memanggil seorang laki-laki. Namanya Amos. "Amos," kata Allah, "pergilah. Katakan kepada mereka."
Maka Amos pergi. Dan Amos berbicara. Dengarkan apa yang dikatakan Allah.
"Hujan tidak turun di ladangmu. Rumput menjadi kering dan cokelat. Kamu haus. Kamu berjalan jauh sekali mencari air. Tetapi kamu tidak kembali kepada-Ku."
"Roti di rumahmu habis. Perutmu kosong. Tetapi kamu tidak kembali kepada-Ku."
"Belalang datang. Krek, krek, krek. Mereka memakan daun di kebunmu. Semua pohon menjadi kosong. Tetapi kamu tidak kembali kepada-Ku."
Dengar, ada satu kalimat yang terus datang lagi. Kamu mendengarnya juga?
"Kamu tidak kembali kepada-Ku."
Apa Artinya Ini?
Tahukah kamu apa yang paling ingin Allah katakan?
Bukan: "Aku marah sekali."
Tetapi ini: "Pulanglah. Kembalilah kepada-Ku."
Allah memanggil, dan memanggil, dan memanggil lagi. Seperti ayah yang berdiri di pintu. Hari sudah gelap. Dan ayah memanggil namamu. "Anakku! Pulanglah! Ayo pulang!"
Orang-orang di Samaria mendengarnya. Tetapi mereka menutup telinga. Mereka tetap duduk di meja mereka. Mereka tidak pulang.
Itu membuat hati Allah sedih. Sangat sedih.
Benang Merah
Tetapi Allah tidak berhenti memanggil. Tidak pernah.
Allah yang membuat gunung-gunung yang besar. Allah yang meniupkan angin. Allah yang menyalakan matahari setiap pagi. Allah yang begitu besar itu tetap memanggil orang-orang kecil seperti kita.
Dan tahukah kamu apa yang Allah lakukan kemudian? Bertahun-tahun kemudian, Allah mengirim Yesus. Yesus berjalan di jalan-jalan yang berdebu. Dan Yesus juga memanggil.
"Datanglah kepada-Ku," kata Yesus. "Datanglah."
Tangan-Nya terbuka lebar. Yesus tidak mendorong orang kecil ke samping. Yesus mengangkat mereka. Yesus memeluk mereka.
Untuk Kamu
Kadang kamu melakukan sesuatu yang tidak baik. Kamu memukul. Atau kamu berbohong. Dan lalu kamu bersembunyi. Di bawah selimut, atau di belakang pintu.
Kamu berpikir: sekarang aku tidak boleh datang.
Tetapi dengarkan. Allah memanggil namamu. Pelan-pelan. Dengan sayang.
"Kembalilah kepada-Ku."
Kamu boleh keluar dari tempat sembunyimu. Kamu boleh berkata: "Maaf, Tuhan." Dan Allah tidak mendorongmu pergi. Tidak pernah. Dia senang sekali kamu pulang.
Dan lihat orang di sebelahmu. Anak yang duduk sendirian. Anak yang tidak punya roti. Kamu boleh berjalan ke sana. Kamu boleh berbagi. Itu membuat hati Allah senang.
Mari Bicarakan
Apa yang terus Allah katakan kepada orang-orang itu? Coba katakan bersama-sama.
Kalau kamu melakukan sesuatu yang salah, apa yang boleh kamu lakukan?
Mari Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau memanggil namaku. Terima kasih. Aku mau datang kepada-Mu. Tolong aku berbagi dengan anak lain. Amin.
Pertanyaan tentang AMOS 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah AMOS 4?
Apa yang dikatakan AMOS 4?
Apa yang AMOS 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari AMOS 4?
Mengapa AMOS 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Serukanlah persembahan sukarela, umumkanlah itu!" Itu ironi yang pedih. Persembahan sukarela mestinya lahir diam diam, tapi mereka mengumumkannya. Lalu Allah menutup dengan kalimat yang menelanjangi: "Sebab, itulah yang kamu sukai." Bukan Dia yang mereka sukai, melainkan rasa puas saat memberi. Ibadahmu hari ini, menyenangkan siapa?
Aku menurunkan hujan ke atas satu kota, tetapi tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain." Itu bukan cuaca yang kebetulan, itu ketukan di pintu. Allah membuat satu bagian hidupmu terasa kering supaya kamu menoleh dan bertanya. Dan Amos terus mengulang kalimat yang sama: kamu tetap tidak kembali kepada-Ku. Kekeringan kecil apa yang sedang Ia pakai untuk memanggilmu hari ini?
Aku juga telah memberi kamu gigi yang bersih di semua kotamu, dan kekurangan roti di semua tempatmu, tetapi kamu tidak kembali kepada-Ku." Perut kosong itu bukan akhir cerita, itu ketukan di pintu. Yang paling menyedihkan bukan kelaparannya, melainkan kalimat terakhirnya. Adakah kekurangan dalam hidupmu sekarang yang sebenarnya sedang memanggilmu pulang?
Datanglah ke Betel dan berbuat dosa, ke Gilgal dan perbanyaklah pelanggaran!" Undangan yang terdengar seperti ajakan ibadah, tetapi Allah menyebutnya dosa. Mereka rajin, bahkan lebih rajin dari yang diminta. Yang kurang bukan persembahan, melainkan keadilan bagi orang kecil di sekitar mereka. Ibadahmu minggu ini, apa kata Tuhan tentangnya?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak