Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

ESTER 4

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

Penjelasannya

Di kota Susan, matahari bersinar terang. Ada istana besar di sana. Sangat besar. Di istana itu tinggal seorang ratu, namanya Ester.

Tapi di luar istana, ada laki-laki bernama Mordekhai. Dia mendengar kabar yang sangat buruk. Ada orang jahat bernama Haman. Haman ingin membunuh semua orang Yahudi.

Mordekhai sangat sedih. Sangat sedih sekali. Dia merobek bajunya sendiri. Dia memakai kain kabung yang kasar. Dia menaburkan abu di kepalanya. Lalu dia pergi ke tengah kota. Dia berteriak. Keras, dan pilu.

Di mana-mana orang Yahudi menangis. Mereka berpuasa. Mereka tidak makan, tidak minum. Mereka juga memakai kain kabung yang kasar. Semua orang sedih. Sangat, sangat sedih.

Para pelayan Ester datang berlari ke istana. Mereka bercerita tentang Mordekhai yang menangis. Ester jadi gelisah. Hatinya berdebar kencang. Dia mengirim baju bagus untuk Mordekhai. Tapi Mordekhai tidak mau memakainya. Dia masih memakai kain kabungnya.

Apa Artinya Ini?

Ester ingin tahu, apa yang terjadi. Dia memanggil pelayannya, namanya Hatah. "Pergilah, tanyakan pada Mordekhai," kata Ester. Hatah berlari ke pintu gerbang istana. Mordekhai bercerita semuanya kepada Hatah. Tentang Haman. Tentang surat jahatnya. Surat itu berkata, bunuh semua orang Yahudi. Mordekhai memberi salinan surat itu kepada Hatah. "Bawa ini kepada Ester," katanya. "Suruh dia pergi kepada raja." "Minta dia menolong bangsanya."

Hatah berlari kembali ke Ester. Dia menceritakan semua perkataan Mordekhai. Ester jadi takut. Sungguh takut. "Kalau aku pergi kepada raja tanpa dipanggil," kata Ester, "aku bisa dibunuh." "Hanya kalau raja mengulurkan tongkat emasnya, aku hidup." "Tapi raja belum memanggilku, sudah tiga puluh hari." Ester takut sekali. Tangannya dingin.

Benang Merahnya

Lalu jawaban Mordekhai datang. "Ester," katanya, "jangan hanya diam." "Kalau kamu diam, bangsamu tetap ditolong." "Tapi kamu sendiri bisa binasa." "Mungkin Tuhan membuatmu jadi ratu, untuk saat ini juga." Mordekhai percaya, Tuhan punya rencana. Tuhan bisa menolong umat-Nya, walau lewat siapa saja. Tuhan tidak pernah melupakan orang-orang-Nya.

Ester mendengar kata-kata itu. Dia diam sebentar. Memikirkannya baik-baik. Lalu dia berkata, "Baiklah." "Kumpulkan semua orang Yahudi di Susan." "Berpuasalah bersamaku, tiga hari lamanya." "Jangan makan, jangan minum, siang dan malam." "Aku dan pelayan-pelayanku juga berpuasa." "Sesudah itu, aku akan menghadap raja." "Walaupun itu berbahaya bagiku." "Jika aku harus mati, aku mati."

Ester berani. Sangat berani. Dia berdoa dulu, lewat puasa. Baru sesudah itu dia bertindak.

Untukmu

Kadang kamu juga merasa takut. Mungkin takut gelap, atau sendirian, atau suara keras. Ester juga takut. Tapi dia tidak lari. Dia berdoa dulu, baru berani melangkah. Kamu juga bisa berdoa, saat takut. Tuhan mendengar, sama seperti mendengar Ester. Tuhan menyertai orang yang berani karena-Nya.

Yuk, Bicarakan

Apa yang dilakukan Ester saat dia takut? Pernahkah kamu merasa takut? Apa yang kamu lakukan waktu itu?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih Engkau mendengar Ester. Kalau aku takut, tolong aku juga. Buat aku berani, seperti Ester. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang ESTER 4

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah ESTER 4?
Di kota Susan, matahari bersinar terang. Ada istana besar di sana. Sangat besar. Di istana itu tinggal seorang ratu, namanya Ester.
Apa yang dikatakan ESTER 4?
Mordekhai sangat sedih. Sangat sedih sekali. Dia merobek bajunya sendiri. Dia memakai kain kabung yang kasar. Dia menaburkan abu di kepalanya. Lalu dia pergi ke tengah kota. Dia berteriak. Keras, dan pilu.
Apa yang ESTER 4 ajarkan tentang Tuhan?
Para pelayan Ester datang berlari ke istana. Mereka bercerita tentang Mordekhai yang menangis. Ester jadi gelisah. Hatinya berdebar kencang. Dia mengirim baju bagus untuk Mordekhai. Tapi Mordekhai tidak mau memakainya. Dia masih memakai kain kabungnya.
Apa yang dapat dipelajari balita dari ESTER 4?
Hatah berlari kembali ke Ester. Dia menceritakan semua perkataan Mordekhai. Ester jadi takut. Sungguh takut. "Kalau aku pergi kepada raja tanpa dipanggil," kata Ester, "aku bisa dibunuh." "Hanya kalau raja mengulurkan tongkat emasnya, aku hidup." "Tapi raja belum memanggilku, sudah tiga puluh hari.
Mengapa ESTER 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Ester mendengar kata-kata itu. Dia diam sebentar. Memikirkannya baik-baik. Lalu dia berkata, "Baiklah." "Kumpulkan semua orang Yahudi di Susan." "Berpuasalah bersamaku, tiga hari lamanya." "Jangan makan, jangan minum, siang dan malam." "Aku dan pelayan-pelayanku juga berpuasa.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 9

Hatah pun datang dan memberitahukan perkataan Mordekhai kepada Ester." Hanya satu kalimat, dan Hatah tidak pernah disebut lagi sesudah itu. Tapi tanpa dia yang bolak-balik antara gerbang istana dan kamar ratu, pesan itu tidak sampai. Mungkin peranmu hari ini juga terasa kecil: sekadar menyampaikan, mengantar, mengingatkan. Allah memakai kaki yang mau melangkah, bukan hanya nama yang dikenang.

Wawasan Editorial pada ayat 16

Jika aku harus mati, aku akan mati." Ester tidak berkata Tuhan pasti melindunginya. Dia tidak punya jaminan apa pun, hanya tiga hari puasa dan sebuah keputusan. Beriman ternyata tidak selalu berarti tahu hasilnya. Kadang beriman berarti melangkah masuk ke ruangan yang menakutkan itu, dengan tangan gemetar, dan tetap masuk.

Wawasan Editorial pada ayat 13

Jangan mengira bahwa kamu akan lolos di dalam istana raja lebih daripada semua orang Yahudi lainnya." Mordekhai tidak menyentuh rasa iba Ester, melainkan rasa amannya. Sebab di situlah kita paling sering bersembunyi. Tembok yang kaubangun, jabatan, kenyamanan, diam yang kausebut bijak. Semua itu tidak membuatmu luput. Lalu, apa yang sedang kaudiamkan hari ini?

Wawasan Editorial pada ayat 5

Ester tinggal di istana, jauh dari kabar buruk yang sudah menggemparkan kota. Ia hanya tahu Mordekhai berkabung, dan itu cukup membuatnya gelisah: "Ester memanggil Hatakh... dan memerintahkannya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Mordekhai dan mengapa hal itu terjadi."

Keberanian besar sering dimulai dari pertanyaan kecil. Maukah kau bertanya, atau lebih nyaman tidak tahu?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network