ESTER 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Mordekhai mendengar kabar yang mengerikan: ada perintah untuk membinasakan seluruh orang Yahudi di kerajaan Persia. Reaksinya bukan reaksi orang yang bisa menahan diri. Dia mengoyak pakaiannya, mengenakan kain kabung dan abu, lalu berjalan ke tengah kota sambil berteriak dengan pedih. Ini bukan drama berlebihan. Ini adalah cara orang kuno menunjukkan bahwa dunia mereka sedang runtuh. Perkabungan yang sama terjadi di seluruh provinsi, di mana-mana orang Yahudi berpuasa, menangis, dan meratap.
Ester, yang hidup di dalam istana, pada awalnya tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Dia hanya mendengar bahwa pamannya berpakaian kabung, dan itu membuatnya gelisah. Responsnya pertama adalah mengirim pakaian baru, seakan masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti baju. Mordekhai menolak. Dia tidak butuh pakaian, dia butuh seseorang yang berani bertindak.
Melalui sida-sida Hatah, Mordekhai mengirim pesan yang jelas dan berat: jumlah uang yang dijanjikan Haman untuk membinasakan bangsa Yahudi, dan salinan surat perintah pembunuhan itu. Pesannya singkat tapi menentukan, Ester harus menghadap raja untuk memohon belas kasihan bagi bangsanya.
Jawaban Ester menunjukkan betapa nyata ketakutannya. Menghadap raja tanpa dipanggil berarti hukuman mati, kecuali raja mengulurkan tongkat emas sebagai tanda pengampunan. Dan raja belum memanggilnya selama tiga puluh hari, tanda bahwa posisinya di istana mungkin tidak sekuat yang orang kira.
Lalu Mordekhai menjawab dengan kata-kata yang menjadi inti seluruh kitab ini. Dia tidak membiarkan Ester bersembunyi di balik status amannya. Ia mengatakan bahwa pertolongan bagi orang Yahudi akan tetap datang, entah lewat Ester atau lewat jalan lain, tetapi jika Ester berdiam diri, dia dan keluarganya sendiri akan binasa. Lalu ada satu kalimat yang menggantung di udara tanpa jawaban pasti, "siapa tahu mungkin engkau beroleh kedudukan di kerajaan pada saat seperti ini?"
Ester memutuskan untuk bertindak. Dia meminta seluruh orang Yahudi di Susan berpuasa bersamanya selama tiga hari, siang dan malam. Lalu dia mengucapkan kalimat yang paling berani dalam seluruh kitab ini, "aku akan menghadap raja, sekalipun bertentangan dengan hukum; jika aku harus mati, aku mati."
What Does This Mean?
Pasal ini adalah tentang keputusan di tengah ketidakpastian total. Tidak ada jaminan apa pun bagi Ester. Tidak ada suara dari langit yang berkata "lakukan ini, dan semua akan baik." Dia harus memilih, dengan risiko nyawa, tanpa tahu hasilnya.
Yang menarik, dan ini penting untuk kamu sadari, dalam seluruh kitab Ester nama Allah tidak pernah disebut secara langsung. Tidak di pasal ini, tidak di pasal lain. Ini bukan kecerobohan penulis. Ini mencerminkan pengalaman iman yang sangat nyata bagi banyak orang: masa-masa ketika Allah seakan diam, ketika kamu harus bertindak tanpa mendengar suara-Nya secara jelas, hanya berdasarkan apa yang kamu yakini benar.
Tapi di balik keheningan itu ada sesuatu yang bergerak. Kalimat Mordekhai, bahwa pertolongan "akan muncul dari tempat lain" kalau Ester tidak bertindak, menunjukkan keyakinan bahwa nasib bangsa Yahudi tidak sepenuhnya di tangan Ester. Ada kuasa yang lebih besar yang bekerja, bahkan ketika namanya tidak diucapkan.
The Common Thread
Sepanjang Kitab Suci, Allah sering bekerja lewat orang-orang yang tidak merasa siap, dan lewat situasi yang kelihatannya kacau atau bahkan tanpa petunjuk jelas dari-Nya. Yusuf dijual sebagai budak sebelum dia menyelamatkan keluarganya dari kelaparan. Musa gagap dan takut sebelum dia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Pola ini berulang terus, Allah memakai keterbatasan manusia, bukan meniadakannya.
Keheningan Allah dalam kitab Ester bukan satu-satunya kali Dia terasa jauh. Di kayu salib, Yesus Kristus sendiri berseru, merasakan keterpisahan yang mengerikan dari Bapa-Nya. Namun justru di titik paling gelap itu, keselamatan yang sesungguhnya sedang dikerjakan. Ester harus melangkah tanpa tahu hasilnya, tetapi Yesus melangkah ke kematian sambil tahu persis apa yang menanti, dan Dia tetap melangkah, demi orang-orang yang bahkan belum lahir, termasuk kamu.
Keberanian Ester adalah gambaran kecil dari pola besar itu, seseorang bersedia mempertaruhkan dirinya demi keselamatan orang lain. Tapi hanya di dalam Kristus pola itu mencapai kepenuhannya, sebab Dia tidak hanya berkata "jika aku harus mati, aku mati", Dia benar-benar mati, dan bangkit, supaya kita hidup.
For You
Mungkin kamu sedang di titik di mana Allah terasa diam. Kamu berdoa, tapi tidak ada jawaban jelas. Kamu harus memutuskan sesuatu tentang pertemanan, tentang arah hidup, tentang apa yang kamu percaya, dan tidak ada suara dari langit yang memberi instruksi pasti. Itu bukan tanda bahwa imanmu gagal. Itu adalah bagian nyata dari hidup bersama Allah yang kadang memanggil kita untuk bertindak dengan iman, bukan dengan bukti lengkap.
Pertanyaan Mordekhai layak kamu tanyakan pada dirimu sendiri: apakah kamu sedang bersembunyi di balik kenyamanan, berharap orang lain yang bertindak lebih dulu? Keberanian Ester bukan karena dia tidak takut. Dia takut. Tapi dia memilih untuk bergerak di tengah rasa takutnya, bukan menunggu sampai rasa takut itu hilang.
Talk About It
Pernahkah kamu mengalami masa ketika Allah terasa diam sekali, dan kamu tetap harus mengambil keputusan penting? Bagaimana rasanya, dan apa yang kamu pegang saat itu?
Mordekhai menantang Ester untuk tidak bersembunyi di balik keamanannya sendiri. Adakah area dalam hidupmu sekarang di mana kamu lebih memilih aman daripada benar?
Praying Together
Tuhan, kadang Engkau terasa jauh, dan kami harus melangkah tanpa jawaban yang jelas. Beri kami keberanian seperti Ester, untuk bertindak demi orang lain meski taruhannya besar. Terima kasih karena Yesus Kristus telah melangkah lebih jauh dari siapa pun, menuju salib, demi kami. Ajar kami percaya bahwa Engkau bekerja, bahkan ketika kami tidak mendengar suara-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang ESTER 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ESTER 4?
Apa yang dikatakan ESTER 4?
Apa yang ESTER 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari ESTER 4?
Mengapa ESTER 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Hatah pun datang dan memberitahukan perkataan Mordekhai kepada Ester." Hanya satu kalimat, dan Hatah tidak pernah disebut lagi sesudah itu. Tapi tanpa dia yang bolak-balik antara gerbang istana dan kamar ratu, pesan itu tidak sampai. Mungkin peranmu hari ini juga terasa kecil: sekadar menyampaikan, mengantar, mengingatkan. Allah memakai kaki yang mau melangkah, bukan hanya nama yang dikenang.
Jika aku harus mati, aku akan mati." Ester tidak berkata Tuhan pasti melindunginya. Dia tidak punya jaminan apa pun, hanya tiga hari puasa dan sebuah keputusan. Beriman ternyata tidak selalu berarti tahu hasilnya. Kadang beriman berarti melangkah masuk ke ruangan yang menakutkan itu, dengan tangan gemetar, dan tetap masuk.
Jangan mengira bahwa kamu akan lolos di dalam istana raja lebih daripada semua orang Yahudi lainnya." Mordekhai tidak menyentuh rasa iba Ester, melainkan rasa amannya. Sebab di situlah kita paling sering bersembunyi. Tembok yang kaubangun, jabatan, kenyamanan, diam yang kausebut bijak. Semua itu tidak membuatmu luput. Lalu, apa yang sedang kaudiamkan hari ini?
Ester tinggal di istana, jauh dari kabar buruk yang sudah menggemparkan kota. Ia hanya tahu Mordekhai berkabung, dan itu cukup membuatnya gelisah: "Ester memanggil Hatakh... dan memerintahkannya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Mordekhai dan mengapa hal itu terjadi."
Keberanian besar sering dimulai dari pertanyaan kecil. Maukah kau bertanya, atau lebih nyaman tidak tahu?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak