ROMA 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasannya
Malam itu sudah gelap. Di sebuah kamar kecil menyala satu lampu minyak. Cahayanya kuning dan hangat.
Di lantai duduk seorang bapak. Namanya Paulus. Di tangannya ada pena. Di depannya ada kertas panjang.
Paulus sedang menulis surat. Untuk siapa? Untuk teman-temannya yang jauh, jauh sekali. Mereka tinggal di kota besar bernama Roma.
Paulus rindu sekali kepada mereka. Ia belum pernah bertemu mereka. Tetapi ia sudah menyayangi mereka.
Setiap hari Paulus berdoa. Pagi hari, sore hari, malam hari. "Tuhan, tolong aku pergi ke Roma," katanya. "Aku ingin bertemu teman-temanku di sana."
Lalu Paulus menulis lagi. Pena-nya berbunyi krek, krek, krek di kertas.
"Aku mau menceritakan kabar yang paling indah," tulis Paulus. "Kabar tentang Yesus."
Apa Artinya Ini?
Kabar apa itu? Ini kabarnya.
Yesus adalah Anak Allah. Ia datang ke dunia sebagai bayi kecil. Ia tumbuh besar. Lalu Ia mati.
Tetapi Yesus tidak tinggal mati. Tidak! Ia hidup kembali. Allah membangunkan Dia.
Paulus tidak malu menceritakan itu. Sama sekali tidak malu. Ia mau semua orang mendengarnya.
Orang besar, orang kecil. Orang pintar, orang biasa. Orang di dekat, orang di jauh. Kabar tentang Yesus adalah untuk semua orang.
Benang Merahnya
Paulus berhenti menulis sebentar. Ia melihat ke luar jendela.
Di atas ada bintang-bintang. Banyak sekali. Berkelip-kelip.
Paulus tahu: Allah yang membuat semua itu. Bintang. Bulan. Burung yang terbang. Pohon yang tinggi. Bunga yang berbau manis.
Semuanya seperti berbisik: "Allah ada. Allah kuat. Allah baik."
Tetapi ada orang yang tidak mau mendengar bisikan itu. Mereka melihat bintang, dan mereka lupa berkata terima kasih. Mereka lupa kepada Allah. Hati mereka jadi gelap, seperti kamar tanpa lampu.
Itu membuat Allah sedih. Sangat sedih.
Karena itulah Paulus menulis suratnya. Sampai malam. Sampai tangannya pegal.
"Dengarlah," tulis Paulus. "Allah mengasihi kalian. Yesus datang untuk kalian. Kembalilah kepada Dia."
Untukmu
Besok pagi, waktu kamu bangun, lihatlah ke luar.
Mungkin matahari bersinar hangat di kulitmu. Mungkin ada burung kecil di pohon. Mungkin angin membuat daun bergerak.
Semua itu dibuat oleh Allah. Untukmu.
Dan kamu boleh berkata: "Terima kasih, Tuhan."
Itu saja. Dua kata kecil. Allah senang sekali mendengarnya.
Dan tahukah kamu satu hal lagi? Paulus juga berdoa untuk teman-temannya yang jauh. Kamu juga boleh begitu. Untuk oma. Untuk teman di sekolah. Untuk anak yang sakit.
Allah mendengar doa anak kecil juga. Selalu.
Lampu Paulus akhirnya padam. Ia tidur. Suratnya sudah selesai.
Dan surat itu sampai di Roma. Teman-temannya membacanya. Mereka tersenyum. Mereka senang sekali.
Surat itu masih ada sampai sekarang. Ada di dalam Alkitab. Kamu boleh mendengarnya juga.
Mari Bicara
Apa yang paling indah yang dibuat Allah, menurut kamu?
Untuk siapa kamu mau berdoa hari ini, seperti Paulus berdoa untuk teman-temannya?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, terima kasih untuk matahari. Terima kasih untuk burung dan pohon. Terima kasih Engkau mengasihi aku. Aku juga mau mengasihi Engkau. Amin.
Pertanyaan tentang ROMA 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ROMA 1?
Apa yang dikatakan ROMA 1?
Apa yang ROMA 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari ROMA 1?
Mengapa ROMA 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Menukar." Kata itu yang menusuk. Paulus menulis bahwa manusia "menukar kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambar yang menyerupai manusia yang fana." Bukan kehilangan karena lalai, tapi pertukaran yang dipilih. Kita lebih suka yang bisa digenggam, diatur, disimpan di saku. Allah yang hidup terlalu besar untuk dikendalikan. Apa yang kamu tukar minggu ini?
Sebab, murka Allah dinyatakan dari surga atas semua kefasikan dan kejahatan manusia, yang menindas kebenaran dengan kejahatan mereka." Perhatikan kata menindas. Artinya kebenaran itu ada, sudah kita tahu, tetapi kita menekannya supaya diam. Murka Allah bukan ledakan emosi tiba-tiba, melainkan tanggapan-Nya atas hati yang terus membungkam suara yang sebenarnya sudah didengar. Apa yang sedang kamu tahan hari ini supaya tidak bersuara?
Tiga kali dalam pasal ini Paulus menulis kalimat yang sama: "Allah menyerahkan mereka." Bukan gambaran Allah yang meledak marah, melainkan Allah yang melepaskan genggaman-Nya. Ternyata hukuman paling menakutkan adalah dibiarkan mendapat persis apa yang kita mau. Adakah sesuatu yang kaupegang erat sekali, sambil diam-diam berharap Tuhan tidak pernah melepaskanmu?
Meskipun mengaku diri berhikmat, mereka menjadi bodoh." Yang mengerikan bukan ketidaktahuan, melainkan rasa yakin bahwa kita sudah tahu. Kebodohan di sini lahir dari kesombongan yang menolak berterima kasih kepada Allah. Coba periksa: di bagian hidup mana kamu merasa paling tidak butuh nasihat siapa pun? Mungkin di situlah kegelapan mulai bekerja tanpa kamu sadari.
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak