1 RAJA-RAJA 12
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
The Explanation
Salomo sudah mati. Rehabeam, anaknya, pergi ke Sikhem untuk dinobatkan jadi raja, bukan di Yerusalem, tapi di wilayah utara, karena rakyat di sana punya tuntutan. Yerobeam, yang dulu lari ke Mesir karena pernah berseteru dengan Salomo, dipanggil pulang untuk mewakili rakyat. Tuntutan mereka sederhana dan jujur: masa pemerintahan Salomo memang megah, tapi rakyat dibebani kerja paksa dan pajak yang berat. Mereka minta keringanan, dengan syarat yang jelas, "maka kami akan melayanimu."
Rehabeam minta waktu tiga hari. Ia bertanya kepada dua kelompok penasihat. Yang pertama, para tua-tua yang dulu melayani Salomo, menasihatinya untuk merendahkan diri dan melayani rakyat, supaya rakyat setia selamanya. Yang kedua, teman-teman sebayanya, menasihatinya untuk tampil lebih keras daripada ayahnya sendiri. Rehabeam memilih nasihat yang kedua. Jawabannya kepada rakyat bukan hanya menolak permintaan mereka, tapi mengancam akan membuat beban itu jauh lebih berat, "Ayahku menghajar kalian dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kalian dengan kalajengking-kalajengking."
Akibatnya langsung terasa. Rakyat Israel di utara memberontak, melempari pejabat pajak sampai mati, dan Rehabeam sendiri harus kabur naik kereta. Kerajaan yang dulu bersatu di bawah Daud dan Salomo terbelah dua: Yehuda di selatan tetap mengikuti Rehabeam, sementara sepuluh suku di utara menjadikan Yerobeam raja mereka. Rehabeam sempat mau mengumpulkan pasukan untuk merebut kembali kerajaannya, tapi Allah sendiri, melalui nabi Semaya, melarangnya berperang melawan saudara-saudaranya sendiri.
Lalu Yerobeam, yang sekarang jadi raja di utara, menghadapi masalah politik yang pelik. Kalau rakyatnya terus pergi ke Bait Allah di Yerusalem untuk beribadah, ia takut hati mereka akan kembali setia kepada Rehabeam. Jadi ia membuat dua patung anak sapi emas, satu di Betel, satu di Dan, dan menyuruh rakyat menyembah di situ saja. Ia bahkan menciptakan hari raya dan sistem ibadahnya sendiri, "dalam bulan yang dia rancang sendiri dari hatinya."
What Does This Mean?
Pasal ini bukan sekadar catatan sejarah politik kuno. Ini cerita tentang bagaimana kekuasaan bisa merusak orang, dan bagaimana ketakutan bisa membuat orang berkompromi dengan hal yang paling suci.
Rehabeam punya kesempatan untuk jadi pemimpin yang melayani. Ia malah memilih mendengarkan suara yang membuatnya terlihat kuat di depan teman-temannya, bukan suara yang benar-benar bijak. Ini bukan soal usia atau pengalaman semata, ini soal apa yang paling ia takuti: kehilangan wibawa, atau kehilangan rakyat. Ia memilih mempertahankan citra, dan kehilangan segalanya.
Yerobeam di sisi lain mendapat kerajaan itu justru karena firman Tuhan, seperti yang disebut di ayat 15. Tapi begitu ia memegang kekuasaan, ia pun takut, dan ketakutannya membuatnya menciptakan agama palsu demi mengamankan posisinya secara politik. Dua pemimpin, dua jenis dosa yang berbeda, kesombongan di satu sisi dan ketakutan di sisi lain, tapi hasilnya sama: bangsa yang pecah, dan ibadah yang rusak.
Yang menarik, di tengah semua kekacauan ini, teks berkali-kali menegaskan bahwa Allah tetap berdaulat. "Perubahan peristiwa itu terjadi dari TUHAN." Bahkan dalam kehancuran politik akibat kesombongan manusia, Allah tidak kehilangan kendali atas sejarah.
The Common Thread
Perpecahan ini terasa seperti akhir dari janji Allah kepada Daud, bahwa keturunannya akan memerintah selamanya. Tapi Allah tidak membiarkan janji itu mati begitu saja. Garis keturunan Daud tetap hidup lewat Yehuda, sekalipun wilayahnya kini kecil dan terpinggirkan. Dari garis yang terluka dan tampak gagal inilah, berabad-abad kemudian, lahir Yesus Kristus, Raja yang dijanjikan.
Ironisnya, Yesus adalah kebalikan total dari Rehabeam. Rehabeam memilih memberatkan beban rakyatnya demi gengsi. Yesus justru berkata, "beban-Ku ringan," dan Ia datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani sampai mati di kayu salib. Rehabeam menolak merendahkan diri sehari pun demi menjaga rakyatnya; Yesus merendahkan diri sepenuhnya, bahkan sampai mati, demi menyelamatkan umat-Nya. Kalau kamu mau tahu seperti apa raja sejati itu, bandingkan saja kedua gambar ini berdampingan.
For You
Kamu mungkin belum memegang kerajaan, tapi kamu sudah tahu rasanya dikelilingi dua jenis suara: suara yang jujur tapi tidak enak didengar, dan suara yang membuatmu merasa kuat tapi sebenarnya menjerumuskan. Itu bisa datang dari teman, dari media sosial, dari suara di kepalamu sendiri yang bilang kamu harus terlihat tangguh, tidak boleh terlihat lemah, tidak boleh mengalah.
Rehabeam gagal bukan karena ia bodoh. Ia gagal karena ia memilih nasihat yang cocok dengan ego, bukan yang cocok dengan kebenaran. Pertanyaan untuk kamu adalah, kepada siapa kamu biasa meminta nasihat ketika sedang di persimpangan? Kepada orang yang akan menyenangkan egomu, atau kepada orang yang cukup berani untuk bicara jujur, meski itu pahit?
Dan soal Yerobeam, ketakutan kehilangan kendali bisa membuat siapa pun, termasuk kamu, berkompromi dengan hal yang kamu tahu salah, asalkan itu membuatmu merasa aman. Itu layak direnungkan baik-baik.
Talk About It
Pernahkah kamu memilih nasihat yang "enak didengar" padahal dalam hati kamu tahu itu bukan yang paling benar? Apa yang membuatmu memilih itu?
Yerobeam menciptakan ibadah palsu karena takut kehilangan kekuasaan. Ketakutan semacam apa yang bisa membuatmu berkompromi dengan apa yang kamu yakini benar di hadapan Tuhan?
Praying Together
Tuhan, kami sering lebih suka mendengar suara yang membuat kami merasa kuat daripada suara yang jujur. Ajar kami rendah hati seperti Yesus, yang memilih melayani, bukan dilayani. Jaga hati kami supaya tidak berkompromi dengan kebenaran-Mu hanya karena takut kehilangan sesuatu. Amin.
Pertanyaan tentang 1 RAJA-RAJA 12
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 RAJA-RAJA 12?
Apa yang dikatakan 1 RAJA-RAJA 12?
Apa yang 1 RAJA-RAJA 12 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 1 RAJA-RAJA 12?
Mengapa 1 RAJA-RAJA 12 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Raja itu menjawab bangsa itu dengan keras dan mengabaikan nasihat para tua-tua yang mereka berikan kepadanya."
Rehabeam sebenarnya sudah mendengar nasihat yang lembut. Ia hanya lebih suka suara yang membuatnya merasa kuat. Kadang kita pun bertanya bukan untuk mencari kebenaran, tetapi untuk mencari pembenaran. Nasihat siapa yang kamu simpan hari ini, dan suara siapa yang diam-diam kamu buang?
Yerobeam berkata dalam hatinya, "Sekarang kerajaan ini akan kembali kepada keluarga Daud." Padahal Allah baru saja menjanjikan kerajaan itu kepadanya. Tetapi ketakutan berbicara lebih keras daripada janji. Dosa anak lembu emas itu lahir bukan di mezbah, melainkan dalam percakapan diam di dalam hati. Apa yang sedang kaubisikkan kepada dirimu sendiri hari ini?
Rehabeam sudah menolak nasihat para tua-tua, dan sekarang ia mengirim Adoram, kepala pekerja rodi, justru ke tengah rakyat yang sedang meradang. Simbol penindasan itu dilempari batu sampai mati, dan rajanya "segera naik ke keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem." Keras hati selalu menagih korban, dan sering bukan kita yang membayarnya. Siapa yang sedang menanggung akibat dari kekerasan hatimu?
Yerobeam juga membuat kuil-kuil di bukit-bukit pengurbanan dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari keturunan Lewi." Semua ini lahir dari satu ketakutan: rakyat mungkin pergi ke Yerusalem dan hatinya tidak lagi padanya. Maka ia merancang ibadah yang lebih dekat, lebih murah, lebih aman. Adakah bagian imanmu yang kamu atur ulang supaya tetap nyaman?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak