YESAYA 45
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini dibuka dengan sesuatu yang mengejutkan. Tuhan berbicara kepada Koresh, seorang raja Persia yang kafir, dan menyebutnya "yang diurapi-Nya". Istilah itu biasanya dipakai untuk raja Israel atau imam, orang yang dikhususkan untuk tugas dari Tuhan. Tapi Koresh bukan orang Israel. Ia bahkan tidak mengenal Tuhan Israel (ayat 4 dan 5 menegaskan ini dua kali). Namun Tuhan berjanji akan membuka jalan di depannya, meruntuhkan pintu-pintu perunggu, dan memberinya kemenangan, semua demi satu alasan: demi Yakub, umat pilihan Tuhan, supaya mereka dibebaskan dari pembuangan.
Setelah itu, Tuhan menegaskan siapa diri-Nya. Dialah yang membentuk terang dan menciptakan gelap, yang mendatangkan kesejahteraan dan bencana. Tidak ada kekuatan lain yang setara dengan-Nya. Lalu nada teks berubah jadi teguran keras: celakalah orang yang berselisih dengan Penciptanya, seperti tembikar yang protes kepada tukang periuknya. Pertanyaan itu memang terdengar konyol kalau dibayangkan, tanah liat menanyai pembuatnya "Apa yang sedang kamu buat?" Tapi justru itulah yang sering dilakukan manusia pada Tuhan.
Bagian akhir pasal ini melebar jadi undangan universal. Tuhan memanggil segala ujung bumi untuk berpaling kepada-Nya dan diselamatkan, karena Dialah satu-satunya Allah yang benar, Allah yang menyembunyikan diri sekaligus Allah yang berbicara jelas, bukan secara sembunyi-sembunyi di tempat gelap. Pasal ini ditutup dengan sumpah yang luar biasa: setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan bersumpah kepada-Nya.
Apa Artinya Ini?
Yang paling mengejutkan dari pasal ini adalah bahwa Tuhan bekerja lewat orang yang bahkan tidak percaya kepada-Nya. Koresh tidak pernah berdoa kepada Tuhan Israel, tidak pernah membaca kitab suci mereka, mungkin tidak pernah mendengar nama-Nya sebelum ini. Tapi Tuhan tetap memakai dia, memanggil dia dengan nama, memperlengkapi dia untuk sebuah tugas besar dalam sejarah. Ini bukan berarti iman tidak penting, tapi ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar: Tuhan tidak terbatas pada orang-orang yang mengenal-Nya untuk menjalankan rencana-Nya. Sejarah dunia, politik, kerajaan-kerajaan besar, semuanya ada dalam genggaman-Nya, meski para pelakunya tidak sadar sedang dipakai.
Lalu ada gambaran tembikar dan tukang periuk. Ini bukan sekadar metafora manis. Ini teguran keras untuk siapa pun yang merasa berhak menuntut penjelasan penuh dari Tuhan atas hidupnya, seolah Tuhan berutang jawaban. Nabi Yesaya sedang bicara kepada umat yang sedang dalam pembuangan, bingung dan marah, bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi. Jawaban Tuhan bukan penjelasan rinci tentang rencana-Nya, tapi pengingat tentang siapa Dia dan siapa manusia.
Benang Merah
Koresh dipanggil untuk membebaskan umat Tuhan dari pembuangan fisik di Babel, tanpa upah, tanpa bayaran (ayat 13). Ia adalah bayangan, sketsa kasar, dari pembebas yang jauh lebih besar yang akan datang kemudian. Rasul Paulus mengutip ayat 23, "kepada-Ku setiap lutut akan bertelut, dan setiap lidah akan bersumpah," dan menerapkannya kepada Yesus Kristus di Filipi 2. Yang dulu dikatakan tentang Tuhan sendiri, kini digenapi dalam diri Yesus yang direndahkan sampai mati di kayu salib, lalu ditinggikan supaya setiap lutut bertelut kepada-Nya.
Jadi pembebasan dari Babel hanyalah bayangan dari pembebasan yang lebih dalam, dari dosa, dari kematian, dari keterasingan dari Allah. Dan seperti Koresh dipakai meski tidak mengenal Tuhan, Yesus datang justru untuk orang-orang yang belum mengenal-Nya, bahkan yang jauh dari-Nya. Ajakan di ayat 22, "Berpalinglah kepada-Ku dan kamu akan diselamatkan, hai seluruh ujung bumi," bukan hanya untuk Israel kuno. Itu ajakan yang masih terbuka sampai sekarang, untukmu juga.
Untukmu
Mungkin kamu pernah merasa Tuhan itu diam, tersembunyi, tidak terlibat dalam kekacauan hidupmu, entah itu soal masa depan yang tidak jelas, keluarga yang berantakan, atau dunia yang penuh berita buruk. Pasal ini tidak memberi jawaban mudah, tapi memberi sesuatu yang lebih kokoh: kepastian bahwa Tuhan yang "menyembunyikan diri" itu tetap Tuhan yang bekerja, bahkan lewat orang dan peristiwa yang kelihatannya tidak ada hubungannya dengan iman sama sekali.
Soal tembikar dan tukang periuk juga layak kamu renungkan jujur. Berapa sering kamu diam-diam menuntut Tuhan menjelaskan diri-Nya sebelum kamu mau percaya atau taat? Itu wajar, pertanyaan jujur tidak dilarang di sini, nabi sendiri penuh pertanyaan. Tapi ada beda antara bertanya dengan rendah hati dan menuntut dengan sombong seolah kamu yang berhak menilai Penciptamu.
Dan terakhir, ajakan di ayat 22 itu personal. Bukan sekadar sejarah kuno tentang bangsa Israel dan Persia. Itu ajakan untukmu, hari ini, untuk berpaling kepada Tuhan yang sama, yang kini telah menyatakan diri sepenuhnya dalam Yesus Kristus.
Mari Membicarakannya
Pernahkah kamu merasa Tuhan "diam" dalam situasi tertentu hidupmu? Bagaimana pasal ini mengubah, atau tidak mengubah, cara kamu memandang kediaman itu?
Gambaran tembikar yang protes kepada tukang periuknya terasa menohok. Dalam hal apa kamu diam-diam menuntut Tuhan menjelaskan diri-Nya sebelum kamu mau percaya?
Berdoa Bersama
Tuhan, kadang Engkau terasa jauh dan diam, sementara hidupku penuh pertanyaan yang tidak terjawab. Ajar aku percaya bahwa Engkau tetap bekerja bahkan ketika aku tidak melihat tangan-Mu. Ampuni aku kalau selama ini aku lebih sering menuntut penjelasan daripada menyerahkan hidupku kepada-Mu. Aku mau berpaling kepada-Mu, sungguh-sungguh, hari ini. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 45
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 45?
Apa yang dikatakan YESAYA 45?
Apa yang YESAYA 45 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 45?
Mengapa YESAYA 45 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak