Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

YOHANES 14

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Malam itu suasananya berat. Yesus baru saja memberitahu murid-murid-Nya bahwa Dia akan pergi, dan salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Bisa kaubayangkan ketegangan di ruangan itu. Lalu Yesus membuka percakapan ini dengan kalimat yang sering kita tempel di kartu ucapan, tapi di sini artinya jauh lebih berat, "Janganlah hatimu menjadi gelisah."

Yesus bicara tentang kepergian-Nya, tapi Dia menjanjikan sesuatu yang konkret, Dia pergi untuk menyediakan tempat, dan Dia akan kembali untuk membawa mereka. Tomas, yang terkenal jujur dan tidak suka berpura-pura paham, langsung bertanya apa yang mungkin juga kaupikirkan, "Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan itu?" Pertanyaan yang masuk akal. Dan jawaban Yesus adalah salah satu kalimat paling berani yang pernah diucapkan siapa pun, "Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan."

Filipus kemudian minta bukti lebih, "tunjukkan Bapa kepada kami." Yesus menjawab dengan nada yang hampir kecewa, sudah sekian lama bersama, tapi belum mengenal-Nya juga? Siapa yang melihat Yesus, melihat Bapa. Bukan karena Yesus adalah salinan Allah, tapi karena Dia dan Bapa benar-benar satu.

Sesudah itu Yesus mulai bicara tentang sesuatu yang baru, Penolong, Roh Kebenaran, yang akan tinggal bersama mereka, bahkan di dalam mereka, selamanya. Dia berjanji tidak akan meninggalkan mereka seperti yatim piatu. Lalu Yudas (bukan Iskariot) bertanya kenapa Yesus menyatakan diri hanya kepada mereka, bukan kepada dunia. Jawabannya menyingkapkan pola yang konsisten sepanjang pasal ini, kasih dan ketaatan membuka pintu pada kedekatan dengan Allah, bukan sebaliknya.

Pasal ini ditutup dengan janji damai sejahtera, bukan damai ala dunia yang bergantung pada keadaan baik, tapi damai yang tetap ada meski situasi memburuk. Dan kalimat terakhir mengejutkan, "Bangunlah, mari kita pergi dari sini," diucapkan tepat sebelum penderitaan besar dimulai.

Apa Artinya Ini?

Kamu sedang hidup di dunia yang penuh kegelisahan. Tentang masa depan, tentang siapa dirimu, tentang apakah kamu cukup baik, cukup pintar, cukup diterima. Yesus tidak bicara soal kegelisahan dengan meremehkannya. Dia tahu hati bisa gelisah, dan Dia memberi alasan nyata untuk tidak tinggal di sana, yaitu percaya kepada Allah dan kepada-Nya.

Klaim "Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan" bukan slogan rohani yang nyaman. Ini klaim eksklusif di tengah dunia yang bilang semua jalan sama saja, semua kebenaran relatif, tergantung sudut pandang. Yesus tidak menawarkan satu opsi di antara banyak opsi spiritual. Dia bicara seolah Dialah satu-satunya pintu menuju Bapa. Itu bisa terasa sempit, bahkan arogan, kalau diucapkan orang lain. Tapi kalau klaim itu benar, maka ini bukan kesombongan, ini kenyataan yang harus kamu hadapi, bukan hindari.

Yang menarik, Yesus juga menjanjikan Roh Kudus bukan sebagai pengganti sementara, tapi sebagai kehadiran yang lebih dekat dari sebelumnya, tinggal bersama, bahkan di dalam. Ini bukan agama jarak jauh. Ini tentang Allah yang memilih tinggal di dalam manusia yang percaya kepada-Nya.

Benang Merah

Seluruh Alkitab adalah cerita tentang Allah yang mencari jalan untuk tinggal bersama manusia, dan manusia yang terus-menerus kehilangan jalan itu karena dosa. Di Eden, Allah berjalan bersama manusia. Sesudah itu, jarak terbentang. Para nabi menjanjikan hari ketika Allah akan tinggal di tengah umat-Nya lagi.

Yohanes 14 adalah titik di mana janji itu mencapai puncaknya. Yesus bukan sekadar guru yang menunjukkan jalan ke Allah, Dia sendiri adalah jalannya. Dan sesudah kepergian-Nya, Dia tidak meninggalkan kekosongan, Dia mengirim Roh Kudus supaya kehadiran Allah bukan lagi sesuatu yang jauh, tapi sesuatu yang tinggal di dalam diri orang percaya. Ini genap dalam diri Yesus Kristus, dan terus berlangsung sampai sekarang lewat Roh Kudus yang tinggal dalam setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Untukmu

Kamu mungkin sedang menghadapi malam-malammu sendiri, bukan karena ada yang mau mengkhianatimu, tapi karena hidup terasa tidak pasti. Ujian yang menekan, hubungan yang rumit, pertanyaan tentang siapa kamu sebenarnya di balik semua ekspektasi orang lain. Yesus tidak menjanjikan bahwa semua itu akan hilang. Dia menjanjikan damai sejahtera yang tidak bergantung pada keadaan membaik dulu.

Pertanyaan yang layak kamu ajukan pada dirimu sendiri bukan "apakah aku merasa damai," tapi "apakah aku benar-benar percaya bahwa Yesus adalah jalan itu." Karena kalau benar, itu mengubah cara kamu menjalani Senin pagi yang berat, cara kamu menanggapi rasa takut akan masa depan, cara kamu memandang diri sendiri ketika merasa gagal. Kamu tidak sendirian berjalan. Ada Penolong yang tinggal di dalammu, bukan sekadar menemanimu dari jauh.

Mari Bicarakan

Yesus berkata bahwa Dia satu-satunya jalan kepada Bapa, sebuah klaim yang terasa tidak populer di dunia yang menghargai banyak pandangan sama benarnya. Apa yang membuatmu merasa nyaman atau justru terganggu dengan klaim itu, dan mengapa?

Damai sejahtera yang Yesus janjikan berbeda dari damai dunia. Dalam situasi apa dalam hidupmu sekarang kamu paling butuh membedakan antara dua jenis damai itu?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, hati kami sering gelisah, karena masa depan tidak jelas dan diri kami sendiri terasa tidak cukup. Terima kasih karena Engkau adalah jalan, kebenaran, dan hidup, bukan hanya salah satu pilihan di antara banyak pilihan. Tolong kami percaya sungguh-sungguh, bukan hanya dengan kata-kata. Diamlah di dalam kami lewat Roh Kudus-Mu, dan berikan damai sejahtera yang tidak bergantung pada keadaan kami. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YOHANES 14

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YOHANES 14?
Malam itu suasananya berat. Yesus baru saja memberitahu murid-murid-Nya bahwa Dia akan pergi, dan salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Bisa kaubayangkan ketegangan di ruangan itu. Lalu Yesus membuka percakapan ini dengan kalimat yang sering kita tempel di kartu ucapan, tapi di sini artinya jauh lebih berat, "Janganlah hatimu menjadi gelisah.
Apa yang dikatakan YOHANES 14?
Sesudah itu Yesus mulai bicara tentang sesuatu yang baru, Penolong, Roh Kebenaran, yang akan tinggal bersama mereka, bahkan di dalam mereka, selamanya. Dia berjanji tidak akan meninggalkan mereka seperti yatim piatu. Lalu Yudas (bukan Iskariot) bertanya kenapa Yesus menyatakan diri hanya kepada mereka, bukan kepada dunia.
Apa yang YOHANES 14 ajarkan tentang Tuhan?
Klaim "Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan" bukan slogan rohani yang nyaman. Ini klaim eksklusif di tengah dunia yang bilang semua jalan sama saja, semua kebenaran relatif, tergantung sudut pandang. Yesus tidak menawarkan satu opsi di antara banyak opsi spiritual.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YOHANES 14?
Yohanes 14 adalah titik di mana janji itu mencapai puncaknya. Yesus bukan sekadar guru yang menunjukkan jalan ke Allah, Dia sendiri adalah jalannya. Dan sesudah kepergian-Nya, Dia tidak meninggalkan kekosongan, Dia mengirim Roh Kudus supaya kehadiran Allah bukan lagi sesuatu yang jauh, tapi sesuatu yang tinggal di dalam diri orang percaya.
Mengapa YOHANES 14 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yesus berkata bahwa Dia satu-satunya jalan kepada Bapa, sebuah klaim yang terasa tidak populer di dunia yang menghargai banyak pandangan sama benarnya. Apa yang membuatmu merasa nyaman atau justru terganggu dengan klaim itu, dan mengapa?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 14

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Kalimat ini diucapkan Yesus kepada murid-murid yang panik karena Dia akan pergi. Tetapi perhatikan ayat sebelumnya: tujuannya supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak. Jadi berdoa dalam nama-Nya bukan menempelkan stempel pada keinginanku, melainkan membawa hati yang ikut menginginkan apa yang Dia inginkan. Apa yang kamu minta hari ini, dan untuk siapa sebenarnya?

Wawasan Editorial pada ayat 28

Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa." Murid-murid berduka karena memikirkan kehilangan mereka sendiri. Yesus mengajak mereka melihat ke mana Dia pergi, bukan sekadar apa yang mereka tinggalkan. Ada kasih yang menahan, ada kasih yang sanggup melepaskan. Di mana pandanganmu tertuju hari ini?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak