YOHANES 21
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Murid-murid sudah melihat Yesus bangkit, tapi mereka tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Jadi Petrus melakukan hal yang masuk akal: kembali bekerja. "Aku akan pergi menangkap ikan," katanya, dan yang lain ikut. Semalaman mereka bekerja keras, dan hasilnya nihil. Ini bukan sekadar detail kecil. Ini gambaran yang jujur tentang hidup: kamu sudah mengalami sesuatu yang luar biasa dengan Tuhan, lalu besoknya kamu kembali ke rutinitas yang biasa, dan rutinitas itu terasa hampa.
Saat subuh, ada seseorang berdiri di pantai. Mereka tidak mengenali-Nya, mungkin karena jarak, mungkin karena cahaya pagi yang remang. Orang asing itu bertanya apakah mereka punya ikan, lalu menyuruh mereka menebar jala ke sisi kanan perahu. Tidak ada alasan logis untuk itu, posisi perahu tidak berubah, ikan tidak tiba-tiba berpindah ke satu sisi. Tapi mereka menurut, dan jala itu penuh sampai hampir tidak bisa ditarik.
Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, adalah yang pertama sadar: "Itu Tuhan!" Petrus langsung bereaksi khas dirinya, impulsif, penuh semangat, dia melompat ke air sebelum perahu merapat. Di pantai, Yesus sudah menyiapkan bara api, ikan, dan roti. Dia tidak butuh tangkapan mereka untuk sarapan, tapi Dia meminta mereka membawa beberapa ikan hasil kerja mereka sendiri, seolah mengatakan: apa yang kamu kerjakan dengan tangan-Ku, bawalah ke sini, mari kita makan bersama.
Lalu terjadi percakapan yang paling berat dalam pasal ini. Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus, "Apakah kamu mengasihi Aku?" Tiga kali juga Petrus menjawab iya. Angka tiga itu bukan kebetulan. Tiga kali Petrus pernah menyangkal Yesus di malam penangkapan-Nya, di dekat api arang juga. Sekarang, di dekat bara api lagi, Yesus memberi Petrus tiga kesempatan untuk mengaku kasih, bukan untuk mempermalukannya, tapi untuk memulihkannya. Setiap kali Petrus menjawab, Yesus memberinya tugas: gembalakanlah domba-domba-Ku. Lalu Yesus berkata sesuatu yang berat tentang masa depan Petrus, bahwa suatu hari dia akan dibawa ke tempat yang tidak dia inginkan, sebuah isyarat tentang kematiannya sendiri. Dan setelah semua itu, Yesus hanya berkata dua kata: "Ikutlah Aku."
Apa Artinya Ini?
Pasal ini bukan tentang teknik memancing atau soal matematika mengapa angka ikannya persis 153. Ini tentang apa yang terjadi setelah kegagalan dan pengkhianatan: apakah masih ada jalan kembali.
Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali di saat paling genting, sambil bersumpah dia tidak kenal orang itu. Kalau kamu pernah merasa sudah mengecewakan seseorang yang kamu kasihi, atau mengecewakan dirimu sendiri soal iman, soal janji, soal siapa dirimu seharusnya, kamu tahu betapa berat rasa itu. Yang menarik, Yesus tidak membuka percakapan itu dengan menuntut penjelasan atas penyangkalan Petrus. Dia tidak bertanya "mengapa kamu menyangkal-Ku?" Dia bertanya "apakah kamu mengasihi Aku?" Pemulihan dimulai bukan dari interogasi, tapi dari pertanyaan tentang kasih.
Dan pemulihan itu bukan cuma kata-kata penghiburan. Yesus langsung memberi Petrus tanggung jawab nyata: gembalakan domba-domba-Ku. Pengampunan di sini bukan sekadar perasaan lega, tapi pemulihan panggilan. Petrus yang gagal total, yang menyangkal di depan orang-orang, dipercaya kembali untuk memimpin.
Benang Merah
Dari awal Injil Yohanes, Yesus disebut sebagai gembala yang baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela mati bagi mereka. Sekarang, setelah kebangkitan, Dia mengalihkan tugas itu kepada Petrus. Ini bukan Petrus menggantikan Yesus, tapi Petrus dipanggil untuk ikut dalam karya Yesus, memelihara orang-orang yang Yesus kasihi.
Perjamuan di pantai itu juga menggemakan perjamuan-perjamuan lain dalam Injil ini, saat Yesus memberi makan orang banyak, saat Dia duduk makan bersama murid-murid-Nya. Roti dan ikan, tangan yang membagikan, ini pola yang terus berulang: Tuhan yang menyediakan, bukan karena kita berhasil, tapi karena Dia setia.
Dan kata-kata penutup Yesus, "Ikutlah Aku," adalah kata yang sama yang Dia ucapkan di awal panggilan Petrus, bertahun-tahun sebelumnya di danau yang sama. Lingkaran itu ditutup. Kegagalan Petrus tidak mengakhiri ceritanya bersama Yesus. Panggilan itu diperbarui.
Untukmu
Mungkin kamu pernah merasa sudah terlalu jauh gagal untuk layak dipakai Tuhan lagi. Mungkin ada momen di hidupmu, sebuah kebohongan, sebuah pengecutan, sebuah saat kamu diam padahal seharusnya berbicara, yang terus kamu putar ulang dalam pikiran, dan kamu pikir itu sudah menutup pintu. Cerita ini bilang sebaliknya. Yesus tidak datang untuk mengungkit, Dia datang untuk bertanya apakah kamu masih mengasihi-Nya, dan dari situ Dia membangun kembali.
Tapi perhatikan juga, Petrus tidak hanya diberi kata-kata lembut. Dia diberi tugas. Kasih yang sejati kepada Yesus selalu berujung pada tanggung jawab nyata terhadap orang lain, bukan cuma perasaan religius yang nyaman. Pertanyaan untukmu bukan hanya "apakah aku masih percaya," tapi "siapa yang aku gembalakan dengan kasih itu, siapa di sekitarku yang butuh aku hadir untuknya."
Diskusikan
Petrus pernah gagal total, tapi dipanggil kembali dengan tanggung jawab besar. Apa yang ini katakan tentang cara Tuhan memandang kegagalanmu sendiri?
Yesus bertanya tiga kali "apakah kamu mengasihi Aku," bukan "apakah kamu menyesal." Mengapa perbedaan itu penting?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau tahu segala sesuatu, termasuk saat-saat aku gagal dan ingin bersembunyi. Terima kasih karena Engkau tidak membuka luka lama untuk mempermalukanku, tapi bertanya apakah aku mengasihi-Mu, dan dari situ memberiku tempat lagi. Ajar aku menjawab seperti Petrus, dengan jujur, dan ajar aku hidup seperti jawabannya, dengan menggembalakan orang-orang yang Kautaruh di sekitarku. Amin.
Pertanyaan tentang YOHANES 21
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YOHANES 21?
Apa yang dikatakan YOHANES 21?
Apa yang YOHANES 21 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YOHANES 21?
Mengapa YOHANES 21 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak