YOHANES 20
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Pagi itu masih gelap. Bukan gelap yang romantis, tapi gelap yang cocok dengan perasaan seseorang yang baru kehilangan segalanya. Maria Magdalena datang ke kubur dan menemukan batu penutupnya sudah digeser. Kesimpulannya logis: ada yang mencuri tubuh Yesus. Ia berlari, memberi tahu Petrus dan murid lain yang dikasihi Yesus, dan mereka pun berlari ke kubur.
Yohanes mencatat detail yang aneh kalau dipikir. Siapa yang peduli murid mana yang lebih cepat sampai? Tapi justru detail-detail itu membuat cerita ini terasa seperti kesaksian orang yang benar-benar ada di sana. Kain linen tergeletak. Kain penutup wajah tergulung terpisah. Bukan kuburan yang diacak-acak perampok. Ada ketenangan di ruangan itu. Murid yang satu masuk, melihat, dan percaya, walaupun Kitab Suci belum ia pahami. Lalu keduanya pulang.
Maria tidak pulang. Ia tetap berdiri di luar dan menangis. Ia bahkan bertemu dua malaikat dan tetap tidak mengerti; dukanya terlalu tebal. Ia berbicara dengan Yesus sendiri dan menyangka Dia tukang kebun. Sampai satu kata mengubah semuanya: "Maria." Namanya sendiri, diucapkan oleh Dia yang mengenalnya. Baru di situ matanya terbuka.
Malam itu para murid berkumpul di ruangan dengan pintu-pintu tertutup karena takut. Yesus datang, berdiri di tengah mereka, dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Ia menunjukkan tangan dan lambung-Nya, bekas luka yang masih ada. Ia mengembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus!" Lalu Ia mengutus mereka, sama seperti Bapa telah mengutus Dia.
Tomas tidak hadir. Ketika teman-temannya bercerita, ia menolak percaya berdasarkan cerita orang lain. Ia ingin bukti fisik: jarinya di bekas paku, tangannya di lambung Yesus. Delapan hari kemudian Yesus datang lagi, dan hal pertama yang Ia lakukan adalah menawarkan tepat apa yang Tomas minta.
Apa Artinya Ini?
Perhatikan bahwa tak seorang pun dalam pasal ini langsung percaya karena mereka orang beriman yang hebat. Maria mengira ada pencurian. Para murid bersembunyi di balik pintu terkunci. Tomas menuntut bukti. Kebangkitan bukan hasil dari harapan mereka yang membara; kebangkitan menabrak mereka dari luar, mengejutkan mereka semua.
Itu penting kalau kamu pernah berpikir bahwa iman berarti memaksakan diri untuk yakin. Dalam pasal ini, yang berinisiatif selalu Yesus. Dia yang menyebut nama Maria. Dia yang berdiri di tengah ruangan terkunci. Dia yang datang kembali khusus untuk satu orang yang berkata, "aku tidak akan percaya."
Dan lihat cara Yesus memperlakukan keraguan Tomas. Tidak ada ceramah, tidak ada rasa malu yang dipaksakan. "Ulurkanlah jarimu di sini." Yesus tidak takut diperiksa. Iman Kristen tidak minta kamu mematikan otakmu; iman ini justru bersandar pada peristiwa yang bisa diselidiki, disaksikan, diceritakan. Tomas akhirnya mengucapkan pengakuan paling tinggi di seluruh Injil Yohanes: "Ya, Tuhanku dan Allahku!" Orang yang paling skeptis berakhir dengan pengakuan yang paling dalam.
Lalu ada kalimat yang mungkin terasa seperti tamparan halus: "Diberkatilah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya." Itu tentang kita. Kita tidak akan menyentuh bekas paku itu. Yang kita punya adalah kesaksian yang ditulis, dan Yohanes jujur soal maksudnya: semua ini ditulis supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan supaya melalui kepercayaanmu itu, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Benang Merah
Yesus yang bangkit masih membawa luka. Tubuh-Nya tidak dipulihkan menjadi mulus seolah Jumat Agung tidak pernah terjadi. Salib tidak dihapus dari sejarah; salib dimenangkan. Luka itu kini menjadi bukti bahwa harga sudah dibayar.
Ada juga satu gerakan yang mudah terlewat. Yesus mengembusi para murid-Nya. Di awal Kitab Suci, Allah mengembuskan napas ke dalam manusia dan manusia hidup. Sekarang Yesus mengembusi murid-murid-Nya dan berkata, "Terimalah Roh Kudus." Ini bukan hanya seorang mati yang kembali hidup. Ini permulaan penciptaan baru, dimulai di sebuah ruangan berisi orang-orang yang takut.
Dan kata-kata Yesus kepada Maria: "Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Sebelum kematian-Nya mereka adalah murid. Sesudah kebangkitan-Nya Ia menyebut mereka saudara-saudara-Ku. Jarak antara Allah dan manusia diperkecil sampai sedekat keluarga. Itulah yang dibeli oleh salib dan dibuktikan oleh kubur yang kosong.
Untuk Kamu
Kamu hidup di dunia yang penuh opini, di mana setiap keyakinan bisa dibongkar dalam kolom komentar. Mungkin kamu punya pertanyaan tentang iman yang tidak pernah kamu ucapkan di gereja karena takut dianggap kurang rohani. Pasal ini memberi tahu kamu: Yesus tidak marah pada orang yang mencari bukti. Yang Dia tolak bukan pertanyaan, melainkan keputusan untuk berhenti mencari.
Jadi berhentilah menyembunyikan keraguanmu. Bawalah keraguan itu ke tempat di mana Yesus bisa menjawabnya, yaitu ke dalam teks Kitab Suci sendiri dan ke dalam percakapan yang jujur dengan orang yang lebih dewasa dalam iman. Tomas mendapat jawabannya justru karena ia kembali berkumpul dengan yang lain, walaupun ia belum percaya. Kalau ia menjauh selamanya, ia akan melewatkan momen itu.
Tantangan untukmu, dan ini tidak nyaman: tuliskan satu pertanyaan atau kecurigaan terbesarmu tentang iman, sejujur mungkin, tanpa memperhalusnya untuk terdengar sopan. Lalu cari satu orang minggu ini dan bacakan tulisan itu kepadanya. Bukan untuk menang berdebat, tapi untuk berhenti bergumul sendirian di balik pintu tertutup.
Dan satu hal lagi. Maria mengenali Yesus ketika Dia menyebut namanya. Iman bukan sekadar setuju dengan daftar fakta; iman lahir ketika kamu sadar bahwa kamu dikenal secara pribadi. Kamu bukan nomor dalam statistik jemaat. Dia tahu namamu, tahu di mana kamu berdiri sambil menangis, dan Dia bisa menembus pintu apa pun yang kamu kunci.
Bicarakan Bersama
Apa satu hal tentang iman yang sebenarnya belum kamu percayai, tapi selalu kamu iyakan saja di depan orang lain? Apa yang membuatmu sulit mengakuinya?
Yesus menunjukkan luka-Nya sebagai bukti. Menurutmu, apa artinya bahwa Dia yang bangkit tetap membawa bekas penderitaan, bagi kamu yang mungkin sedang membawa luka sendiri?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau tidak menghindari Tomas dan tidak meninggalkan Maria dalam tangisnya. Datanglah juga ke ruangan-ruangan yang kukunci dalam hidupku. Sebutlah namaku sampai aku mengenali-Mu. Aku bawa pertanyaan-pertanyaanku kepada-Mu, bukan jauh dari-Mu. Berilah aku damai sejahtera-Mu dan berilah aku iman, juga tanpa melihat. Amin.
Pertanyaan tentang YOHANES 20
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YOHANES 20?
Apa yang dikatakan YOHANES 20?
Apa yang YOHANES 20 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YOHANES 20?
Mengapa YOHANES 20 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Maria sudah melihat Yesus, sudah bicara dengan-Nya, tapi belum mengenal-Nya. Yang membuka matanya bukan penjelasan panjang, hanya satu kata: "Maria!" Namanya sendiri, diucapkan oleh suara yang dikenalnya.
Mungkin kamu juga sedang menangis sambil membelakangi jawabanmu. Dengarkan. Dia memanggil namamu, bukan nama orang lain.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak