YUDAS 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Yudas menulis surat ini bukan karena dia ingin. Dia menulis karena dia harus. Perhatikan ayat 3: dia sebenarnya sudah bersemangat menulis tentang "keselamatan kita bersama", sesuatu yang indah. Tetapi ada sesuatu yang mendesak, sesuatu yang membuatnya mengubah rencana. Ada orang-orang yang menyusup ke dalam jemaat, dan mereka merusak dari dalam.
Yudas memperkenalkan dirinya sederhana saja: pelayan Kristus Yesus, saudara Yakobus. Dia sebenarnya juga saudara tiri Yesus, tetapi dia tidak menyebut itu. Menariknya, dia lebih memilih menyebut dirinya "pelayan". Kepada siapa dia menulis? Kepada mereka yang "dipilih dan dikasihi Allah Bapa, serta yang dipelihara bagi Kristus Yesus". Tiga kata kerja. Dipilih. Dikasihi. Dipelihara. Itu identitas pembaca sebelum masalah bahkan disebutkan.
Lalu masalahnya muncul di ayat 4. Ada orang-orang yang telah masuk diam-diam ke dalam jemaat. Mereka mengatakan bahwa mereka percaya, tetapi mereka menyalahgunakan anugerah Allah. Logikanya kira-kira begini: "Allah itu baik, Dia mengampuni segalanya, jadi ayo kita lakukan apa saja yang kita mau." Mereka menjadikan pengampunan sebagai alasan untuk hidup semaunya sendiri.
Untuk menunjukkan betapa seriusnya ini, Yudas menarik tiga contoh dari sejarah. Pertama, umat Israel yang keluar dari Mesir. Mereka diselamatkan, tetapi banyak yang tidak percaya dan binasa di padang gurun. Kedua, malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas mereka; mereka sekarang dirantai dalam kegelapan. Ketiga, Sodom dan Gomora, dua kota yang tenggelam dalam dosa seksual. Ketiga contoh ini menunjukkan bahwa Allah tidak menutup mata terhadap pemberontakan, bahkan dari mereka yang tampaknya "sudah termasuk".
Kemudian Yudas menjadi tajam. Dia membandingkan para penyesat itu dengan Kain (pembunuh saudara sendiri), Bileam (nabi yang menjual firman demi uang), dan Korah (yang memberontak melawan Musa). Dia juga menggunakan gambaran-gambaran alam yang keras: awan tanpa hujan, pohon tanpa buah, gelombang liar yang membuihkan kotoran, bintang yang mengembara tanpa arah. Semuanya menggambarkan sesuatu yang tampak menjanjikan dari luar, tetapi kosong di dalam.
Baru di ayat 17 nada suaranya berubah. Yudas berpaling kepada pembacanya: "Saudara-saudara yang kukasihi." Dan dia memberi empat instruksi yang tidak berteriak, tetapi kuat: bangunlah dirimu di atas imanmu, berdoalah dalam Roh Kudus, peliharalah dirimu dalam kasih Allah, nantikanlah rahmat Kristus. Lalu satu lagi: bersikaplah lembut terhadap mereka yang ragu, dan selamatkan yang bisa diselamatkan.
Surat ini berakhir dengan salah satu doksologi terindah dalam Alkitab. Bagi Dia yang berkuasa menjagamu tidak jatuh, dan menghadirkanmu tanpa cacat di hadapan takhta-Nya, dengan sukacita besar.
Apa Artinya Ini?
Surat Yudas terasa tidak nyaman. Ini bukan bagian Alkitab yang dijadikan poster kamar. Tetapi justru itu yang membuatnya penting: Yudas memperingatkan tentang sesuatu yang halus dan berbahaya, yaitu kekristenan yang kehilangan isinya.
Yudas tidak menyerang orang di luar gereja. Dia berbicara tentang orang-orang di dalam. Orang-orang yang duduk di perjamuan kasih (ayat 12), yang tersenyum, yang mengucapkan kata-kata benar. Tetapi hidup mereka menunjukkan hal lain. Mereka menggunakan anugerah Allah sebagai perlindungan untuk melakukan apa yang mereka mau.
Pesannya: iman bukan sekadar label. Iman punya isi. Ada "iman yang disampaikan sekali untuk selamanya kepada orang-orang kudus" (ayat 3). Itu bukan sesuatu yang bisa kamu ubah sesuai selera zaman. Dan Yudas memanggil kita untuk berjuang sungguh-sungguh demi iman itu.
Benang Merahnya
Surat ini terasa seperti peringatan yang gelap, tetapi Kristus ada di seluruh halamannya. Perhatikan: pembaca "dipelihara bagi Kristus Yesus" (ayat 1). Mereka menantikan "rahmat Tuhan kita, Kristus Yesus, yang menuntun kepada hidup kekal" (ayat 21). Dan di akhir, Yudas memuliakan "Dia yang berkuasa menjagamu tidak jatuh" (ayat 24).
Itulah inti benang merah dengan seluruh Alkitab: Allah menyelamatkan, dan Allah memelihara. Dari Kejadian sampai Wahyu, kita melihat pola yang sama. Manusia mudah tersesat, tetapi Allah memegang umat-Nya. Yudas menunjukkan kedua sisi kenyataan itu. Ada yang jatuh, ya. Tetapi ada juga Seseorang yang berkuasa menjaga kita tidak jatuh. Bukan karena kita begitu kuat, tetapi karena Dia begitu setia.
Untuk Kamu
Yudas hidup di dunia yang berbeda, tetapi masalahnya sangat modern. Hari ini kamu juga mendengar suara-suara yang berkata: "Tuhan itu kasih, jadi lakukan saja apa yang kamu rasa benar. Ikuti hatimu. Tidak ada yang mutlak." Terdengar indah. Terdengar bebas. Tetapi Yudas akan mengenali suara itu langsung. Itu adalah anugerah yang disalahgunakan.
Pertanyaan yang jujur untuk kamu: apakah imanmu punya bentuk, atau apakah imanmu sekadar mengikuti perasaanmu saat ini? Ada perbedaan antara mengasihi Yesus dan menggunakan Yesus sebagai stempel untuk hidupmu sendiri.
Empat perintah Yudas di ayat 20 dan 21 adalah pegangan yang konkret. Bangun dirimu di atas imanmu, artinya: pelajari, gali, ketahui apa yang kamu percaya dan mengapa. Berdoa dalam Roh Kudus, artinya: pertahankan koneksi hidup dengan Allah. Pelihara dirimu dalam kasih Allah, artinya: jangan menjauh dari tempat di mana kamu tahu Dia mengasihimu. Nantikan rahmat Kristus, artinya: hidupi hidup ini dengan mata tertuju pada apa yang akan datang.
Dan jangan lupa ayat 22. Yudas keras terhadap penyesat, tetapi lembut terhadap yang ragu. Kalau kamu sendiri sedang bergulat dengan keraguan, kamu tidak dibuang. Kamu ditangani dengan lembut.
Bicarakan Bersama
Yudas berbicara tentang orang yang menyalahgunakan anugerah Allah sebagai alasan untuk hidup semaunya sendiri. Di mana kamu melihat itu terjadi hari ini, mungkin bahkan dalam dirimu sendiri?
*Ayat 22 berkata: bersikaplah lembut terhadap mereka yang ragu. Bagaimana kamu bisa menjadi orang seperti itu bagi teman yang sedang bergulat dengan iman, tanpa
Pertanyaan tentang YUDAS 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YUDAS 1?
Apa yang dikatakan YUDAS 1?
Apa yang YUDAS 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YUDAS 1?
Mengapa YUDAS 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
bintang-bintang pengembara, yang bagi mereka telah tersedia tempat di kegelapan yang paling gelap untuk selama-lamanya." Pelaut zaman dulu menentukan arah dengan bintang. Tapi bintang yang mengembara tidak bisa dipercaya; siapa pun yang mengikutinya pasti tersesat. Ada orang yang diam-diam menjadikan hidupmu patokan. Ke mana kamu sedang membawa mereka?
Perhatikan gerak katanya: "mereka mengikuti jalan Kain", lalu "menjerumuskan diri ke dalam kesesatan Bileam", lalu "binasa dalam pemberontakan Korah". Dimulai dengan berjalan, berakhir dengan binasa. Tidak ada yang runtuh dalam sehari. Iri hati yang dipelihara, uang yang diam-diam menjadi alasan, kekesalan pada pemimpin yang dipupuk. Langkah mana yang sedang kaujalani hari ini?
Pada akhir zaman akan ada para pengejek yang mengikuti hawa nafsu mereka yang jahat." Perhatikan urutannya: ejekan itu lahir dari keinginan, bukan dari pikiran. Orang menertawakan apa yang menuduh hatinya. Jadi ketika imanmu diolok, jangan cepat-cepat merasa bodoh. Yudas sudah bilang: kamu sudah diberitahu. Jangan kaget, jangan goyah.
Surat yang penuh peringatan keras tentang pengajar palsu ini ditutup bukan dengan daftar bahaya, melainkan dengan pujian: "bagi Dialah kemuliaan, keagungan, kekuatan, dan kuasa, sebelum segala zaman, sekarang dan sampai selama-lamanya."
Yudas tahu, yang menjagamu tetap berdiri bukan kewaspadaanmu, melainkan Dia. Jadi kata terakhirmu hari ini pun boleh berupa pujian, bukan kecemasan.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak