2 RAJA-RAJA 13
Teks Itu Sendiri
Dua raja Israel silih berganti, Yoahas lalu Yoas, keduanya melakukan yang jahat di mata TUHAN, keduanya tetap terikat pada dosa Yerobeam, dan keduanya hidup di bawah tekanan Aram yang meremukkan pasukan mereka "seperti debu di pengirikan". Di tengah kisah suram itu, Elisa yang sedang sekarat menyuruh Yoas memanah ke arah timur dan memukulkan anak panah ke tanah; raja memukul tiga kali lalu berhenti, dan nabi itu marah. Elisa mati, dikuburkan, dan tulang-tulangnya masih membangkitkan seorang mayat yang dilemparkan tergesa-gesa ke kuburnya.
Inti
Yang menahan Israel tetap ada bukanlah pertobatan mereka. Pasal ini jujur sampai terasa tidak nyaman: Yoahas memohon belas kasihan, TUHAN mendengar, TUHAN memberi penolong, dan lalu ayat 6 mencatat dengan datar bahwa mereka tetap tidak berpaling, patung Asyera pun masih berdiri. Keselamatan diberikan kepada orang yang tidak berubah. Dan penjelasannya bukan pada mereka, melainkan pada ayat 23: TUHAN mengasihani dan menyayangi mereka "oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub". Kasih setia Allah di sini bukan hadiah atas perbaikan diri, melainkan kesetiaan-Nya pada janji yang Ia ucapkan berabad-abad sebelumnya kepada orang-orang yang sudah lama mati. Itu melegakan sekaligus mengganggu: kita tidak sanggup memaksa Allah, dan kita juga tidak sanggup membatalkan Dia.
Benang Merah
Perhatikan kata "penolong" di ayat 5, seorang pembebas yang tidak disebut namanya. Kitab ini tidak memberi tahu kita siapa dia. Ada lubang di dalam teks, dan lubang itu terus melebar sepanjang sejarah Israel: penolong datang, menolong sebentar, lalu mati, dan bangsa itu kembali ke tempat semula. Elisa pun mati. Kuasa Allah pada tulangnya nyata, tetapi tulang tetap tulang di dalam kubur. Seluruh pasal ini seperti napas yang tertahan, menunggu Penolong yang tidak akan mati lagi. Ketika kubur lain, berabad kemudian, ternyata kosong, kita mengerti ke mana arah teks ini menunjuk. Bukan alegori yang dipaksakan; ini pola yang kitab Raja-Raja sendiri bangun: pertolongan yang terus datang, dan terus tidak cukup.
Cermin
Yang paling menusuk dari pasal ini adalah tiga pukulan itu. Yoas tidak menolak. Ia menurut. Ia memukul tanah, tiga kali, lalu berhenti, mungkin karena merasa sudah cukup sopan, sudah cukup patuh, sudah cukup. Elisa marah bukan karena pemberontakan melainkan karena setengah hati. Kita mengenali itu: doa yang berhenti sebelum benar-benar meminta, percakapan sulit dengan pasangan yang dihentikan pada ronde ketiga, uang yang diberikan sampai batas yang masih aman, pengampunan yang diberikan sekali dua kali lalu ditarik kembali. Kita menyebutnya realistis. Allah menyebutnya berhenti terlalu cepat. Hari ini, ambil satu doa yang sudah lama Anda tinggalkan karena merasa tidak ada gunanya, tulis permohonan itu dalam satu kalimat di kertas, dan ucapkan dengan suara keras kepada Allah sebelum Anda tidur.
Konteks
Kita berada di kerajaan utara, abad kesembilan menjelang kedelapan sebelum Masehi, di masa Aram di bawah Hazael menjadi kekuatan yang mencabik-cabik Israel. Angka di ayat 7 bukan retorika: lima puluh penunggang kuda dan sepuluh kereta adalah kekuatan sebuah kota kecil, bukan sebuah bangsa. Israel praktis menjadi negara boneka. Dan Yerobeam, anak Nebat, yang namanya terus diulang, adalah raja pertama kerajaan utara yang mendirikan ibadah anak lembu emas supaya rakyat tidak perlu pergi ke Yerusalem: agama yang dirancang demi stabilitas politik. Dosa itu diwariskan seperti mebel keluarga, tidak pernah dipertanyakan lagi. Elisa, nabi yang sudah puluhan tahun berdiri di panggung ini, kini terbaring sekarat, dan raja menangisinya dengan gelar yang dulu dipakai Elisa sendiri untuk Elia.
Gema Kitab Lain
Ayat 23 hampir mengutip Keluaran 32, ketika Musa memohon di kaki gunung dengan menyebut Abraham, Ishak, dan Yakub, dan TUHAN tidak jadi memusnahkan bangsa itu. Penulis Raja-Raja ingin kita mendengar gema itu: yang menyelamatkan Israel dari anak lembu di padang gurun adalah hal yang sama yang menahan mereka dari kehancuran di bawah Aram, yaitu janji kepada para bapa. Dan tambahan kecil di akhir ayat 23, "sampai saat ini", terasa seperti hela napas orang yang tahu bahwa pembuangan akhirnya datang juga. Belas kasihan itu nyata, tetapi ia bukan izin untuk hidup tanpa berbalik.
Pertanyaan yang Tersisa
Mengapa Elisa tidak berkata saja, "Pukullah enam kali"? Ia tahu artinya. Ia bisa menjelaskan. Ia memilih tidak. Dan raja itu dihukum atas ketidaktahuannya. Ada yang terasa tidak adil di sini, dan sebaiknya kita tidak buru-buru meredakannya. Mungkin justru itu intinya: perintah itu adalah ujian tentang siapa Yoas sesungguhnya ketika tidak ada petunjuk. Hati yang benar-benar putus asa akan Allah tidak menghitung berapa kali cukup; ia memukul sampai lengannya lelah. Tetapi saya tidak yakin penjelasan itu menghapus rasa getirnya. Teks ini membiarkan kita berdiri di situ, di ruangan bersama nabi yang sekarat dan raja yang berhenti terlalu cepat, tanpa memberi kita kunci yang rapi.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda sudah memukul tanah tiga kali dan diam-diam memutuskan bahwa itu sudah cukup?
Jika yang menahan hidup Anda tetap utuh bukanlah kesetiaan Anda melainkan janji Allah, apa yang berubah dari cara Anda memandang kegagalan Anda sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Kings 13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 RAJA-RAJA 13?
Tentang apakah 2 RAJA-RAJA 13?
Apa konteks historis dari 2 RAJA-RAJA 13?
Apa yang 2 RAJA-RAJA 13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 RAJA-RAJA 13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Kings 13
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Selebihnya dari perbuatan Yoahas, semua yang dilakukannya, dan kepahlawanannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?" Kepahlawanan, katanya. Padahal pasukannya tinggal lima puluh orang berkuda. Catatan manusia menyimpan kehebatan, catatan Allah menyimpan hati. Buku mana yang sedang kau isi hari ini?
Kemudian, Elisa mati dan mereka menguburkannya." Sesederhana itu. Tidak ada kereta berapi seperti Elia. Nabi yang membelah Yordan dan membangkitkan anak perempuan Sunem itu pun akhirnya dibaringkan di tanah. Dan dunia terus berjalan, gerombolan Moab tetap datang tiap awal tahun. Kepergian orang benar tidak menghentikan kesulitan. Tetapi Allah yang dilayaninya tidak ikut terkubur bersamanya.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tetap menolong Israel walaupun mereka tidak berbalik dari dosa dan patung Asyera masih tetap tinggal di Samaria. Kesabaran seperti itu yang menopang aku juga. Tunjukkanlah berhala yang masih kubiarkan berdiri di hatiku, dan berilah aku keberanian merobohkannya.
Pada tahun ketiga puluh tujuh zaman Yoas, raja Yehuda, Yoas, anak Yoahas, menjadi raja atas Israel di Samaria selama enam belas tahun." Enam belas tahun diringkas dalam satu kalimat. Semua pagi, semua keputusan, semua kesempatan untuk berbalik, muat dalam satu baris. Kalau tahun-tahunmu diringkas begitu, kalimat apa yang tertulis?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
