ULANGAN 17
Teks
Bayangkan sebuah gulungan dan sebuah takhta di ruangan yang sama. Pasal ini bergerak dari korban yang cacat yang tidak boleh naik ke mezbah, ke penyelidikan teliti atas orang yang menyembah matahari dan bintang dan hukuman rajam di pintu gerbang, lalu ke pengadilan banding di tempat yang dipilih TUHAN, dan berakhir pada hukum tentang raja: dipilih Tuhan, diangkat dari antara saudara sendiri, dilarang menimbun kuda, istri, perak dan emas. Dan satu perintah yang nyaris aneh untuk seorang raja: "dia harus menulis untuknya salinan Taurat ini pada sebuah kitab di hadapan imam-imam Lewi." Raja yang menyalin. Raja yang membaca setiap hari. Seumur hidup.
Inti
Di seluruh dunia kuno, raja adalah sumber hukum. Di Israel, raja adalah pembaca hukum. Itu bukan detail administratif; itu revolusi. Allah tidak menolak permintaan rakyat akan seorang raja, tetapi Ia mengikat raja itu pada sesuatu yang tidak bisa ditulis ulang olehnya: firman. Perhatikan kata kerjanya. Bukan "dia harus menghafalnya", bukan "dia harus menyuruh orang membacakannya", melainkan dia menyalinnya dengan tangannya sendiri, di depan saksi, lalu membacanya setiap hari. Tujuannya disebut terang-terangan: "supaya dia belajar takut akan TUHAN" dan "dia tidak menjadi tinggi hati terhadap saudara-saudaranya." Kekuasaan di Israel bukan hak istimewa, melainkan pelayanan yang hidupnya diawasi oleh teks. Allah melindungi umat-Nya bukan dengan meniadakan kuasa, melainkan dengan menundukkan kuasa di bawah firman-Nya.
Benang Merah
Ironi sejarah Israel menyakitkan. Salomo melakukan tepat tiga hal yang dilarang di sini: kuda yang didatangkan dari Mesir, perak dan emas bertumpuk, dan istri-istri yang akhirnya "menyimpangkan" hatinya (1 Raja-raja 10 dan 11). Pasal ini seperti surat yang sudah dialamatkan kepadanya sebelum ia lahir, dan ia merobeknya. Karena itu Israel menunggu seorang Raja yang benar-benar "dari antaramu", yang tidak memperkaya diri, yang hatinya tidak menyimpang. Ketika Yesus diuji di padang gurun dan menjawab bahwa manusia hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4), Ia sedang memperlihatkan seorang Raja yang hidup persis seperti Ulangan 17 bayangkan: tunduk, miskin, dan penuh firman. Raja yang membaca, bukan raja yang menulis ulang aturan.
Cermin
Anda mungkin tidak memerintah apa pun, tetapi Anda memegang kuasa atas seseorang: murid di kelas, anak di rumah, anggota kelompok kecil, staf di kantor, uang di rekening bersama. Dan kuasa selalu menggoda kita untuk berhenti membaca dan mulai memutuskan sendiri apa yang benar. Hukum tentang raja menyentuh tiga titik yang sangat jujur: keamanan (kuda), afeksi (istri), dan kekayaan (perak dan emas). Semuanya bukan dosa pada dirinya sendiri; semuanya menjadi maut ketika ditimbun. Teks ini tidak berkata "jangan berkuasa", tetapi "jangan tinggi hati terhadap saudara-saudaramu." Hari ini juga: salinlah dengan tangan Anda sendiri ayat 19 dan 20 di selembar kertas, lalu tempelkan di tempat Anda biasa mengambil keputusan, meja kerja atau dompet.
Pertanyaan
Dan tetap ada batu-batu itu. Penyelidikan yang teliti, minimal dua saksi, tangan saksi yang harus melempar lebih dulu supaya tidak ada tuduhan murah yang dilontarkan dari balik kerumunan: semua itu adalah pagar pengaman yang mengagumkan untuk zamannya. Tetapi hasil akhirnya tetap seorang laki-laki atau perempuan mati di pintu gerbang karena menyembah bintang, dan seorang yang sombong mati karena menolak putusan hakim. Saya tidak bisa membuat itu terasa nyaman, dan saya pikir kita tidak boleh mencobanya. Yang bisa saya katakan: teks ini memandang penyembahan berhala sebagai pengkhianatan yang mematikan seluruh bangsa, bukan selera pribadi. Dan bahwa kemudian, di hadapan perempuan lain dan batu-batu lain, Seorang berdiri dan batu-batu itu jatuh dari tangan.
Profil
Yang mendengar ini adalah generasi yang belum pernah punya raja. Mereka tahu Mesir: istana, kereta perang, firaun yang adalah hukum itu sendiri. Mereka juga tahu kekacauan kemah dan suku, sengketa tanah yang tak terselesaikan oleh tua-tua desa. Maka kalimat "Marilah kita mengangkat seorang raja bagi kita, seperti bangsa-bangsa di sekitar kita" bukan dosa yang dikarang Musa; itu kerinduan yang masuk akal akan keamanan dan ketertiban. Yang mengejutkan telinga mereka bukanlah izin untuk punya raja, melainkan daftar larangannya. Raja tanpa kuda? Raja tanpa harem politik? Raja tanpa perbendaharaan? Di Timur Dekat kuno, itu bukan raja. Itulah justru maksudnya: Israel boleh punya raja, asal tidak seperti bangsa-bangsa di sekitarnya.
Konteks
Kita berada di dataran Moab, di seberang Yordan, pada minggu-minggu terakhir hidup Musa. Ia sedang menata bukan sekadar peraturan, melainkan struktur sebuah masyarakat yang akan segera hidup tanpa dia. Pasal 16 sampai 18 membahas berturut-turut hakim, raja, imam, dan nabi: empat jabatan, dan tak satu pun diberi kuasa mutlak. Kuda bukan soal hewan ternak melainkan teknologi militer, dan Mesir adalah pasar senjatanya; karena itu larangan "menyuruh bangsa ini kembali ke Mesir" berarti: jangan pernah bergantung lagi pada kekuatan yang dulu memperbudakmu. Perhatikan juga di mana keputusan sulit diselesaikan: bukan di istana, tetapi "ke tempat khusus yang dipilih TUHAN." Pusat bangsa ini adalah mezbah, bukan takhta.
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda kuasa kecil Anda sedang berhenti tunduk pada firman, dan mulai menulis aturannya sendiri?
Apa "kuda dari Mesir" Anda: sumber rasa aman yang sebenarnya pernah memperbudak Anda, tetapi diam-diam Anda rindukan kembali?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Deuteronomy 17
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ULANGAN 17?
Tentang apakah ULANGAN 17?
Apa konteks historis dari ULANGAN 17?
Apa yang ULANGAN 17 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ULANGAN 17 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Deuteronomy 17
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Raja itu tidak boleh mempunyai banyak istri supaya hatinya tidak menyimpang." Perhatikan alasannya: bukan soal jumlah, tapi soal hati. Allah tahu, yang kita kumpulkan perlahan mengumpulkan kita. Salomo pun jatuh di sini. Apa yang sedang kamu tambah terus dalam hidupmu, dan ke mana hatimu ikut bergeser karenanya?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
