KELUARAN 25
Teks
Di kaki Gunung Sinai, Tuhan memberi Musa daftar belanja: emas, perak, perunggu, kain biru dan ungu dan kirmizi, linen halus, bulu kambing, kulit domba jantan yang dicelup merah, kayu akasia, minyak, rempah, permata. Semuanya untuk satu tujuan yang dinyatakan tanpa basa-basi: "mereka harus membuat suatu tempat kudus bagi-Ku supaya Aku dapat bersemayam di tengah-tengah mereka." Lalu menyusul instruksi rinci untuk tiga benda: tabut dengan tutup pendamaian dan dua kerub, meja roti sajian, dan kaki dian bercabang tujuh, semuanya harus dibuat persis menurut pola yang Musa lihat di gunung.
Inti
Bayangkan siapa yang mendengar ini. Sekumpulan bekas budak, baru beberapa bulan lepas dari tanah Gosyen, masih berbau asap dan pasir, tidur di tenda-tenda bulu kambing yang sama seperti yang disebut di ayat 4. Di dunia mereka, dewa-dewa tinggal di kuil batu di kota-kota besar, dijaga imam-imam berkepala cukur, jauh dari rakyat jelata. Seorang budak Ibrani di Mesir tidak pernah masuk ke ruang mana pun tempat dewa dianggap hadir. Dan sekarang Allah yang mengalahkan Mesir berkata: buatkan Aku tenda, karena Aku mau pindah ke tengah perkemahanmu. Bukan agar mereka bisa mendatangi-Nya di kejauhan, melainkan agar Ia berkemah di antara tenda-tenda mereka. Itulah inti pasal ini: kekudusan yang turun dan menetap.
Benang Merah
Perhatikan bahwa yang pertama diperintahkan bukan mezbah, melainkan tabut dengan tutupnya. Kata Ibrani kapporet, yang di AYT diterjemahkan "tutup pendamaian", berakar pada kata "menutupi, menghapus". Di atas kotak berisi hukum yang mendakwa umat itu diletakkan sebuah penutup emas tempat darah akan dipercikkan. Hukum di bawah, pendamaian di atas. Dari situlah Tuhan berkata: "Aku akan menemuimu di situ." Ketika Perjanjian Baru menyebut Yesus sebagai tempat pendamaian yang Allah sediakan di hadapan umum, itu bukan kiasan yang dicari-cari; itu kata yang sama, dipindahkan dari ruang gelap di balik tirai ke sebuah bukit di luar tembok kota. Dan Yohanes menulis bahwa Firman itu "berkemah" di antara kita, memakai persis kosakata tenda ini.
Cermin
Ayat 2 menyaring segalanya: persembahan diterima "dari setiap orang yang tergerak hatinya." Tidak ada kuota, tidak ada pajak, tidak ada daftar nama yang dibacakan di depan umum. Emas itu sendiri adalah barang jarahan dari Mesir, upah yang tak pernah mereka terima selama bertahun-tahun kerja paksa. Dan justru barang itulah yang diminta kembali. Di sinilah teks ini menyentuh Anda: apa yang Anda anggap sebagai kompensasi atas tahun-tahun sulit Anda, tabungan yang Anda kumpulkan setelah masa susah, rumah yang akhirnya lunas, waktu yang akhirnya luang setelah anak-anak besar. Apakah itu masih bisa disentuh? Umat ini memberi dari satu-satunya modal yang mereka punya untuk memulai hidup baru. Dan mereka memberinya sukarela.
Detail
Ayat 15 menyimpan kalimat yang mudah terlewat: "Tongkat-tongkat pengusung itu harus tetap berada dalam gelang-gelang tabut itu dan tidak boleh dilepas darinya." Kayu pengusung itu tidak pernah dicabut, bahkan ketika tabut sedang diam. Artinya tabut itu selalu dalam posisi siap berangkat. Allah ini tidak dipasang seperti patung di atas alas batu; Ia tidak berakar pada satu tempat, satu tanah, satu kuil. Bandingkan dengan dewa-dewa Mesir yang terikat pada kota masing-masing. Israel akan berjalan tiga puluh delapan tahun lagi di padang gurun, dan sepanjang itu tongkat-tongkat itu tetap terpasang. Kesetiaan Allah bukan kesetiaan yang menunggu di tempat; kesetiaan yang ikut berjalan, dengan bahu-bahu manusia di bawahnya.
Gema dari Kitab Lain
Dua kerub dengan sayap terkembang menutupi tutup pendamaian bukan hiasan asal pilih. Terakhir kali kerub muncul dalam kisah Alkitab adalah di Kejadian 3, ditempatkan di sebelah timur Taman Eden dengan pedang menyala untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. Sekarang mereka muncul lagi, kali ini menunduk ke arah darah pendamaian, dan di antara mereka terdengar suara. Jalan yang dulu dijaga kini dibuka, walau baru sedikit. Dan kaki dian itu, dengan cabang, kelopak, mangkuk berbentuk bunga badam dan bunga-bunganya, jelas berbentuk pohon. Sebuah pohon emas yang menyala di dalam tenda. Eden tidak dilupakan; ia dibawa serta dalam bentuk mini, dalam kotak-kotak yang bisa diusung.
Pertanyaan
Mengapa Allah yang tidak dimuat oleh langit meminta sekian talenta emas dari orang-orang yang belum punya rumah? Pertanyaan itu jujur dan tidak boleh dijawab terlalu cepat dengan "Allah layak menerima yang terbaik". Perhatikan bahwa yang mahal itu bukan untuk dilihat siapa-siapa; tabut berlapis emas murni akan berdiri di ruang tergelap, tak terlihat oleh seorang pun kecuali sekali setahun. Kemewahan ini bukan tontonan. Mungkin justru itu maksudnya: ada nilai yang tidak diukur dari kegunaannya bagi manusia. Tetapi teks ini tidak menjelaskan dirinya. Ia hanya berkata: buatlah sesuai pola yang Aku perlihatkan kepadamu di gunung. Ada hal-hal yang kita kerjakan bukan karena kita memahaminya, melainkan karena kita telah melihat sesuatu.
Refleksi
Apa yang saya anggap sebagai "hak saya setelah masa sulit", dan apakah hati saya masih bisa tergerak untuk melepaskannya?
Di mana dalam hidup saya, Allah hadir bukan sebagai tujuan yang saya datangi, melainkan sebagai Yang berjalan bersama saya, dengan tongkat pengusung yang tak pernah dicabut?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Exodus 25
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KELUARAN 25?
Tentang apakah KELUARAN 25?
Apa konteks historis dari KELUARAN 25?
Apa yang KELUARAN 25 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KELUARAN 25 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Exodus 25?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
