HOSEA 3
Teks Itu Sendiri
Tuhan menyuruh Hosea pergi sekali lagi, kali ini untuk mencintai seorang perempuan yang sudah menjadi milik orang lain dan berzina, sebagai gambaran hidup tentang bagaimana Tuhan mengasihi Israel yang berpaling kepada ilah lain. Hosea menebusnya dengan lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai, lalu menempatkannya dalam masa pengasingan yang panjang: tanpa laki-laki lain, tanpa perzinaan, dan tanpa dirinya sendiri sebagai suami yang mendekat. Masa sepi itu adalah nubuat: Israel akan lama hidup tanpa raja, tanpa kurban, tanpa efod, sampai akhirnya mereka kembali mencari Tuhan dan Daud, raja mereka.
Inti
Perhatikan urutan kalimat Tuhan: "cintailah perempuan yang dikasihi oleh laki-laki lain, yang adalah pezina, seperti TUHAN mengasihi anak-anak Israel." Kasih itu bukan hadiah untuk perubahan yang sudah terjadi. Kasih itu diperintahkan justru ketika perempuan itu masih menjadi milik orang lain. Di sinilah teologi Perjanjian Lama menjadi paling telanjang: Allah tidak mengasihi Israel karena Israel layak, melainkan karena Ia memang begitu. Kata Ibrani ahav, mencintai, di sini bukan perasaan hangat melainkan keputusan yang mahal, yang harus dibayar dengan perak dan jelai. Dan kasih itu tidak lembek. Ia menuntut eksklusivitas dan sanggup menciptakan masa sunyi yang panjang demi menyembuhkan. Anugerah yang menyelamatkan tidak sama dengan anugerah yang membiarkan.
Benang Merah
Ada dua hal yang menarik benang panjang dari pasal pendek ini. Pertama, harga itu. Lima belas syikal perak ditambah jelai kira-kira setara tiga puluh syikal, harga seorang budak menurut Keluaran 21:32. Hosea tidak melamar istrinya; ia membelinya kembali dari perbudakan yang ia pilih sendiri. Kata tebusan itu bergema sampai ke salib, di mana kasih sekali lagi harus dibayar, bukan dengan perak melainkan dengan darah. Kedua, "Daud, raja mereka." Daud sudah lama mati ketika Hosea menulis ini. Yang dimaksud adalah keturunan Daud yang akan datang, Gembala yang menyatukan kembali umat yang terpecah. Israel Utara yang membuang dinasti Daud akan, pada akhirnya, mencari Dia dengan gentar.
Cermin
Bayangkan Hosea menghitung perak di depan orang lain, di depan tetangga yang tahu persis siapa perempuan itu. Tidak ada kemuliaan di situ, hanya rasa malu yang ditanggung dengan sengaja. Kita lebih suka kasih yang tidak memalukan kita: menolong yang tahu berterima kasih, memaafkan yang sudah minta maaf lebih dulu. Tetapi ada anak yang kembali lagi ke lubang yang sama, ada saudara yang meminjam uang untuk ketiga kalinya, ada pasangan yang telah melukai dengan cara yang tidak bisa dibersihkan dengan permintaan maaf. Teks ini tidak memberi tahu Anda kapan harus berhenti. Ia hanya menunjukkan bahwa Anda dikasihi persis seperti itu, dibeli ketika Anda masih menjadi milik orang lain, dan bertanya apakah Anda tahu berapa harganya.
Pertanyaan
Yang mengganjal adalah ayat 3: "Kamu harus tinggal bersamaku banyak hari… Demikian juga aku kepadamu." Perempuan itu ditebus, lalu ditempatkan dalam isolasi. Tidak ada pelukan pemulihan, tidak ada pesta. Hanya hari-hari panjang tanpa siapa pun, termasuk tanpa suaminya. Apakah itu kasih atau hukuman? Teks tidak menjelaskan, dan kita sebaiknya tidak buru-buru memperhalusnya. Yang bisa dikatakan: ada luka yang tidak sembuh oleh kedekatan yang cepat, dan ada kebiasaan yang hanya patah dalam kesepian. Israel memang mengalami itu, berabad-abad tanpa raja dan tanpa kurban. Tetapi kita tetap perlu jujur bahwa masa sunyi itu terasa seperti ditinggalkan, dan Tuhan tidak selalu menjelaskan diri-Nya di tengah kesunyian itu.
Konteks
Kita berada di Kerajaan Utara, abad kedelapan sebelum Masehi, di masa kemakmuran yang menipu menjelang keruntuhan oleh Asyur. Ibadah Baal bercampur dengan ibadah kepada Tuhan; "kue kismis dari anggur" bukan sekadar camilan melainkan makanan pesta pemujaan kesuburan. Israel tidak meninggalkan Tuhan secara terang-terangan; mereka menambahkan Baal untuk jaga-jaga, demi hasil panen dan keamanan. Dalam masyarakat itu, perempuan yang meninggalkan suaminya kehilangan segalanya dan bisa berakhir sebagai budak utang. Menebus dia kembali berarti seorang nabi mempermalukan diri di depan umum. Dan justru itu maksudnya: Hosea bukan hanya menyampaikan firman, tubuhnya dan rumah tangganya sendiri dijadikan khotbah yang berjalan.
Tokoh Utama
Tuhan adalah tokoh sebenarnya di sini, dan potret-Nya membuat kita gelisah. Ia bukan Allah yang tenang di atas segala perasaan. Ia mengeluh tentang kue kismis, detail yang begitu kecil dan begitu manusiawi sehingga terdengar seperti suami yang menghitung hal-hal sepele karena ia benar-benar terluka. Ia cemburu, dan kecemburuan itu bukan cacat melainkan tanda bahwa hubungan ini nyata. Namun kecemburuan-Nya tidak berakhir dengan penolakan. Ia berakhir dengan dompet yang dibuka. Allah yang kita temui di pasal tiga ini adalah Allah yang memilih menanggung malu daripada kehilangan umat-Nya, dan yang menetapkan bahwa akhir cerita bukanlah perceraian melainkan umat yang datang "dengan gentar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya."
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda kasih menuntut harga yang membuat Anda tampak bodoh di mata orang lain, dan apa yang menahan Anda membayarnya?
Masa sunyi mana yang sedang Anda jalani sekarang, dan mungkinkah itu bukan tanda ditinggalkan melainkan ruang yang sengaja dibuat untuk menyembuhkan sesuatu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Hosea 3
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti HOSEA 3?
Tentang apakah HOSEA 3?
Apa konteks historis dari HOSEA 3?
Apa yang HOSEA 3 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana HOSEA 3 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Hosea 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Hosea sudah menebus Gomer, lalu berkata, "Kamu harus tinggal bersamaku selama berhari-hari. Kamu tidak boleh berzina, dan tidak boleh menjadi milik laki-laki lain. Demikian juga aku terhadapmu." Kalimat terakhir itu yang mengejutkan. Hosea ikut menunggu bersamanya. Pemulihan bukan hukuman yang dijatuhkan dari jauh, melainkan masa sepi yang dijalani berdua. Allah tidak menyuruhmu bertobat sendirian.
Sebab, orang Israel akan tinggal berhari-hari lamanya tanpa raja dan tanpa pemimpin, tanpa kurban dan tanpa tugu berhala, tanpa efod dan tanpa terafim." Perhatikan: yang diambil bukan hanya berhala, tetapi juga yang kudus. Raja, kurban, efod. Tuhan kadang mengosongkan tanganmu dari segala sandaran, bahkan yang rohani, supaya yang tersisa hanya Dia. Musim sunyimu mungkin bukan hukuman, melainkan jalan pulang.
Bapa, Engkau membayar harga untuk membawaku pulang, padahal aku yang pergi. Aku sering merasa tidak layak dicari, apalagi ditebus. Tapi Engkau tetap datang dan menebusku. Ajar aku hidup sebagai orang yang sudah dimiliki oleh kasih-Mu.
Pergilah lagi." Dua kata itu berat sekali. Hosea sudah pernah mencintai, sudah pernah dikhianati, dan sekarang disuruh kembali. Alasannya bukan karena istrinya berubah, melainkan "seperti TUHAN mencintai umat Israel." Dan Israel menukar Dia dengan kue kismis, sesuatu yang manis dan kecil. Apa kue kismismu hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
