Penjelasan Alkitab

YESAYA 45:11

Alkitab

Teks

Setelah dua kali berseru "celakalah" kepada tanah liat yang membantah tukang periuk dan kepada anak yang menuntut penjelasan dari orang tuanya, TUHAN memperkenalkan diri dengan dua nama sekaligus: "Yang Kudus dari Israel dan Penciptanya." Lalu terdengar kalimat yang membuat banyak pembaca berhenti dan mengulang: "Bertanyalah kepada-Ku tentang hal-hal yang akan datang mengenai anak-anak-Ku, atau berikan perintah mengenai pekerjaan tangan-Ku." Apakah itu undangan atau teguran? Pintu yang dibuka atau pintu yang dibanting? Dalam bahasa Ibrani kalimat ini memang bisa dibaca dua arah, dan para penerjemah sejak dahulu terbelah. Yang jelas: Allah sedang berbicara tentang masa depan umat-Nya, dan Ia sedang menegaskan siapa yang berhak menentukannya.

Inti

Kata Ibrani tsavah, "memerintah," biasanya dipakai untuk raja atau Allah sendiri, bukan untuk tanah liat. Maka ketika TUHAN menaruh kata itu di mulut kita, "berikan perintah mengenai pekerjaan tangan-Ku," ada ironi yang tajam sekaligus kelembutan yang mengejutkan. Ironinya: kamu bahkan tidak membentuk dirimu sendiri, dan sekarang kamu hendak mengatur jalannya sejarah? Kelembutannya: Ia menyebut kita "anak-anak-Ku," bukan sekadar bejana. Pencipta yang sama yang menolak diinterogasi justru mengundang dibicarai. Di sinilah teks ini menolak diperas menjadi satu pesan rapi. Ia menahan kita di ruang antara: Allah tidak berutang penjelasan kepada siapa pun, namun Ia membuka mulut-Nya kepada mereka yang Ia panggil anak. Doa lahir persis di ketegangan itu, bukan sesudahnya.

Benang Merah

Jawaban atas pertanyaan "hal-hal yang akan datang mengenai anak-anak-Ku" sudah berdiri di ayat-ayat sebelumnya, dan bentuknya mengganggu: seorang raja Persia yang tidak mengenal TUHAN. Masa depan umat Allah dititipkan kepada tangan yang tidak pernah berdoa kepada-Nya. Dan tentang dia dikatakan, "Dia akan membangun kota-Ku dan akan membebaskan orang-orang buangan-Ku, tanpa upah atau bayaran." Pembebasan tanpa biaya bagi yang dibebaskan, meski selalu ada biaya bagi seseorang. Pola itu memuncak di tempat yang lebih mengejutkan lagi daripada Koresh: seorang terhukum di kayu salib, pekerjaan tangan Allah yang tidak pernah terbayang oleh satu pun penasihat manusia. Kalau Israel tidak sanggup menebak Koresh, siapa di antara kita yang akan sanggup memerintahkan Golgota? Ayat 15 mengakuinya jujur: "Engkau adalah Allah yang menyembunyikan diri."

Cermin

Kita jarang berani berkata "Allah, sebaiknya Engkau lakukan ini." Kita melakukannya dengan cara lain: dengan kecemasan yang berputar sampai pukul tiga pagi, dengan daftar rencana yang kita susun untuk anak kita sampai usia tiga puluh, dengan diam yang keras kepala setelah diagnosis yang tidak kita minta, dengan menghitung tabungan berulang-ulang seolah angka itu bisa menjamin tahun depan. Semua itu adalah tanah liat yang sedang memberi instruksi kepada tukang periuk, hanya tanpa suara. Teks ini tidak melarang kita bertanya. Justru sebaliknya: Ia menyuruh kita bertanya kepada-Nya, bukan kepada kegelisahan kita sendiri. Hari ini, tuliskan di selembar kertas satu pertanyaan tentang masa depan yang paling sering kaupikirkan diam-diam, lalu bacakan pertanyaan itu keras-keras kepada Allah sebagai doa, dan biarkan tetap terbuka.

Refleksi

Pertanyaan mana tentang masa depan yang selama ini kaupikul sendiri karena diam-diam kaucurigai Allah tidak akan menjawabnya dengan cara yang kauinginkan?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 45:11

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti YESAYA 45:11?
Setelah dua kali berseru "celakalah" kepada tanah liat yang membantah tukang periuk dan kepada anak yang menuntut penjelasan dari orang tuanya, TUHAN memperkenalkan diri dengan dua nama sekaligus: "Yang Kudus dari Israel dan Penciptanya.
Tentang apakah YESAYA 45:11?
Kata Ibrani tsavah, "memerintah," biasanya dipakai untuk raja atau Allah sendiri, bukan untuk tanah liat. Maka ketika TUHAN menaruh kata itu di mulut kita, "berikan perintah mengenai pekerjaan tangan-Ku," ada ironi yang tajam sekaligus kelembutan yang mengejutkan.
Apa konteks historis dari YESAYA 45:11?
Jawaban atas pertanyaan "hal-hal yang akan datang mengenai anak-anak-Ku" sudah berdiri di ayat-ayat sebelumnya, dan bentuknya mengganggu: seorang raja Persia yang tidak mengenal TUHAN. Masa depan umat Allah dititipkan kepada tangan yang tidak pernah berdoa kepada-Nya. Dan tentang dia dikatakan, "Dia akan membangun kota-Ku dan akan membebaskan orang-orang buangan-Ku, tanpa upah atau bayaran.
Apa yang YESAYA 45:11 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Kita jarang berani berkata "Allah, sebaiknya Engkau lakukan ini." Kita melakukannya dengan cara lain: dengan kecemasan yang berputar sampai pukul tiga pagi, dengan daftar rencana yang kita susun untuk anak kita sampai usia tiga puluh, dengan diam yang keras kepala setelah diagnosis yang tidak kita minta, dengan menghitung tabungan berulang-ulang seolah angka itu bisa menjamin tahun depan.
Bagaimana YESAYA 45:11 masih relevan hari ini?
Pertanyaan mana tentang masa depan yang selama ini kaupikul sendiri karena diam-diam kaucurigai Allah tidak akan menjawabnya dengan cara yang kauinginkan?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 45

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Doa Editorial pada ayat 17

Tuhan, ada bagian dalam diriku yang masih takut dipermalukan, masih menyimpan rasa gagal. Tapi Engkau menjanjikan keselamatan yang tidak berakhir, yang tidak bisa diambil dari aku. Tolong aku percaya itu hari ini, bukan hanya tahu.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi