YESAYA 58:6
Teks Itu Sendiri
Allah menjawab keluhan umat-Nya yang merasa puasa mereka diabaikan. Setelah menolak puasa yang hanya berupa kepala tertunduk seperti buluh dan kain kabung di atas abu, Ia menyebutkan puasa yang benar-benar Ia kehendaki: "supaya kamu membuka ikatan-ikatan kejahatan, melepaskan tali-tali kuk, melepaskan orang yang tertindas, dan mematahkan setiap kuk." Empat kata kerja, dan semuanya kata kerja pembebasan. Tidak satu pun berhubungan dengan perut yang kosong atau wajah yang murung. Semuanya berhubungan dengan tangan yang melepaskan apa yang selama ini diikat kencang. Ibadah yang dicari Allah di sini bukan soal apa yang Anda tahan dari diri sendiri, melainkan apa yang Anda lepaskan dari orang lain.
Inti
Yang mengejutkan dari ayat ini bukan bahwa Allah peduli pada keadilan; itu sudah terdengar di seluruh kitab para nabi. Yang mengejutkan adalah bahwa Ia menyebut keadilan itu puasa. Ia tidak berkata, "Puasamu baik, tetapi tambahkanlah kepedulian." Ia mengambil kata ibadah yang paling intim, paling vertikal, paling terasa rohani, lalu mengisinya dengan isi yang horizontal. Ini bukan sekadar pergeseran prioritas, melainkan penolakan terhadap pemisahan antara mengenal Allah dan memperlakukan sesama. Ayat 2 justru memuji mereka: mereka mencari Dia setiap hari, mereka suka mendekat kepada Allah. Dan tepat di situ letak lukanya. Kerohanian yang tekun bisa menjadi tempat persembunyian yang sangat nyaman bagi tangan yang masih memegang kuk orang lain. Allah tidak menerima dua rekening terpisah, satu untuk doa dan satu untuk pekerja yang ditindas.
Benang Merah
Perhatikan bahwa Allah tidak sedang mengganti ibadah dengan aktivisme. Ia sedang memulihkan satu rangkaian yang sejak Keluaran selalu utuh: Allah yang mematahkan kuk Mesir menuntut umat yang tidak memasang kuk pada sesamanya. Hukum Taurat penuh dengan aturan tahun Sabat dan tahun Yobel, pembebasan budak, pembatalan utang, justru karena ingatan akan pembebasan harus menjadi kebiasaan tangan, bukan sekadar lagu.
Yang menakjubkan, ketika Yesus berdiri di sinagoge Nazaret dan membaca gulungan Yesaya, kalimat tentang melepaskan orang-orang yang tertindas, yang berasal dari pasal 58 ini, ikut terbaca dalam daftar pekerjaan-Nya (Lukas 4:18). Ia tidak mengutip ayat ini sebagai tuntutan moral kepada pendengar-Nya, melainkan sebagai deskripsi diri-Nya sendiri. Puasa yang dikehendaki Allah akhirnya dilakukan sepenuhnya oleh Satu Orang, yang memikul kuk itu sampai patah di salib. Kita tidak memulai pembebasan; kita meneruskan pembebasan yang sudah menyentuh kita lebih dulu.
Cermin
Pertanyaan yang diajukan ayat ini kepada Anda bukan "seberapa rajin Anda berdoa", melainkan "siapa yang hidupnya lebih ringan karena Anda". Itu pertanyaan yang tidak nyaman, karena biasanya kuk yang kita pegang tidak terlihat kejam. Kuk itu berbentuk pembayaran yang ditunda kepada tukang yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, karena uang itu lebih enak mengendap dulu di rekening Anda. Berbentuk pekerja rumah tangga yang cutinya selalu "nanti dulu". Berbentuk anggota keluarga yang kesalahannya Anda simpan rapi, dan setiap kali ia mulai bernapas lega, Anda sebut lagi. Berbentuk standar yang Anda pasang pada anak Anda, yang sebenarnya bukan tentang dia melainkan tentang rasa malu Anda sendiri.
Yang paling perih: semua itu bisa berjalan berdampingan dengan ibadah yang tekun. Ayat 2 mengakui bahwa orang-orang ini sungguh suka mendekat kepada Allah. Kerohanian bisa menjadi tempat Anda beristirahat dari tuntutan Allah, bukan tempat Anda berhadapan dengan-Nya.
Maka hari ini, lakukan satu hal: ambil ponsel Anda, buka aplikasi bank atau daftar kontak, dan selesaikan satu pembayaran atau satu janji yang Anda tunda kepada orang yang bergantung pada Anda. Kirim uangnya atau kirim pesan dengan tanggal yang pasti. Sekarang, sebelum hari ini berakhir.
Profil
Pendengar pertama nubuat ini kemungkinan besar adalah orang-orang yang kembali dari pembuangan, hidup di antara reruntuhan Yerusalem, miskin, dan sangat religius. Mereka memegang hari-hari puasa yang lahir dari trauma nasional: puasa mengenang kota yang jatuh, Bait Allah yang terbakar. Puasa bagi mereka bukan praktik rohani yang manis, melainkan luka yang dirawat setiap tahun.
Dan justru di komunitas yang babak belur itu terjadi penindasan ekonomi terhadap sesama Yahudi. Masa krisis selalu melahirkan utang, dan utang melahirkan perbudakan. Ketika Allah berbicara tentang tali-tali kuk, mereka tidak mendengar kiasan rohani. Mereka melihat wajah tetangga yang anaknya digadaikan, buruh yang dipaksa bekerja pada hari puasa (ayat 3). Nabi ini menyuruh mereka berhenti merasa menjadi korban sejarah cukup lama untuk melihat korban yang mereka ciptakan sendiri.
Interteks
Dalam Matius 6, Yesus juga berbicara tentang puasa, dan nadanya tampak berlawanan: jangan tampak berpuasa, minyaki kepalamu, biarkan hanya Bapa yang melihat. Yesaya 58 justru menuntut puasa yang kelihatan sampai ke dompet dan kontrak kerja. Tetapi keduanya menyerang musuh yang sama: puasa sebagai pertunjukan. Yesus melarang pertunjukan di hadapan manusia; Yesaya membongkar pertunjukan di hadapan Allah, seolah-olah Ia bisa ditawar dengan perut kosong.
Gabungan keduanya mematikan semua jalan keluar. Kesalehan Anda tidak boleh dipamerkan, dan tidak boleh pula bersembunyi. Yang tersisa hanyalah kehidupan yang diam-diam membebaskan orang lain, tanpa tepuk tangan dan tanpa laporan tahunan, karena memang bukan itu tujuannya.
Detail
Kata "setiap" dalam "mematahkan setiap kuk" adalah kata yang paling tidak sopan dalam ayat ini. Tiga kata kerja pertama masih bisa dinegosiasikan; selalu ada kasus yang rumit, hubungan yang berbeda, alasan yang masuk akal. Lalu datang "setiap", dan semua pengecualian yang sudah Anda siapkan runtuh.
Kuk, dalam bahasa Ibrani mōṭâ, adalah palang kayu di leher hewan beban. Memasangnya pada manusia berarti memperlakukan seseorang sebagai alat produksi, bukan sebagai gambar Allah. Dan "mematahkan" bukan "melonggarkan". Palang itu tidak disimpan untuk dipakai lagi nanti; ia dipatahkan sampai tidak bisa dipasang kembali. Allah tidak meminta Anda bersikap lebih lembut terhadap orang yang Anda kuasai. Ia meminta Anda menghancurkan alatnya.
Refleksi
Siapa satu orang yang, jika ditanya dengan jujur, akan berkata bahwa hidupnya menjadi lebih berat karena keputusan atau sikap saya?
Dalam hal apa saya memakai ketekunan rohani saya sebagai bukti bahwa saya tidak perlu memeriksa cara saya memperlakukan orang lain?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 58:6
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 58:6?
Tentang apakah YESAYA 58:6?
Apa konteks historis dari YESAYA 58:6?
Apa yang YESAYA 58:6 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 58:6 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 58
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Perhatikan urutannya: sukacita datang setelah engkau berhenti mengejar keinginanmu sendiri. "Maka kamu akan bersukacita dalam TUHAN, dan Aku akan membuatmu menunggangi tempat-tempat tinggi di bumi." Yang Tuhan minta terasa seperti kehilangan, padahal itu pintu menuju tempat tinggi. Apa yang masih kaugenggam erat hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi