LUKAS 4
Teks
Yesus keluar dari sungai Yordan penuh Roh Kudus, lalu justru digiring Roh itu ke padang belantara Yudea, tanah kapur yang panas dan kosong, dan di sana selama empat puluh hari Iblis mengujinya dengan tiga tawaran: roti, kuasa atas segala kerajaan, dan tontonan mukjizat di puncak Bait Allah. Setelah itu Ia pulang ke Galilea, berdiri di sinagoge kampung halaman-Nya di Nazaret, membaca gulungan Yesaya tentang tahun rahmat Tuhan, dan berkata bahwa nubuat itu digenapi hari itu juga, di telinga mereka. Pujian mereka berubah menjadi amarah begitu Ia menyinggung janda Sarfat dan Naaman orang Siria, dan mereka menyeret-Nya ke tebing. Ia berlalu, lalu di Kapernaum Ia mengusir roh najis, menyembuhkan ibu mertua Simon, dan menjamah orang sakit sampai matahari terbenam.
Inti
Bayangkan sinagoge Nazaret: ruangan kecil berdebu, mungkin seratus orang, semuanya saling kenal sejak lahir, bau minyak lampu dan wol. Di desa seperti itu kehormatan adalah mata uang, dan seorang anak tukang kayu yang mengklaim gelar Mesias sedang merampok kehormatan seluruh kampung. Di situlah inti pasal ini terbuka: Kerajaan Allah datang bukan sebagai hadiah bagi orang dalam, melainkan sebagai rahmat yang bebas memilih siapa pun, bahkan janda kafir di Sidon dan panglima Siria. Tiga pencobaan di padang belantara sudah menjelaskan mengapa. Yesus menolak menjadi Mesias yang membeli loyalitas dengan roti, kuasa, atau pertunjukan. Ia memilih jalan yang lebih lambat dan lebih mahal: memberitakan pembebasan kepada orang yang tidak punya apa-apa untuk ditukar. Itu sebabnya kabar baik ini terasa manis bagi yang miskin dan menghina bagi yang merasa berhak.
Benang Merah
Empat puluh hari di padang belantara bukan angka acak. Israel dulu empat puluh tahun di gurun, diuji dengan lapar, haus, dan godaan menyembah yang lain, dan berulang kali gagal. Yesus berdiri di tanah yang sama, kelaparan yang sama, dan menjawab tiga kali dari kitab Ulangan, kitab khotbah perpisahan Musa kepada bangsa yang gagal itu. Ia sedang mengulang sejarah Israel dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu di Nazaret Ia membuka Yesaya dan mengumumkan "tahun rahmat Tuhan sudah datang", bahasa tahun Yobel: utang dihapus, budak dilepas, tanah kembali kepada pemiliknya. Bagi petani Galilea yang tercekik pajak Herodes dan bunga pinjaman, itu bukan metafora rohani. Yesus mengklaim bahwa pembebasan yang selama berabad-abad hanya dinyanyikan kini berjalan masuk pintu sinagoge mereka.
Cermin
Yang membuat orang Nazaret naik darah bukan klaim mesianis-Nya; mereka justru sempat memuji-Nya. Yang meledakkan mereka adalah dua nama: seorang janda Sidon dan seorang panglima Siria. Artinya: Allah pernah melewati ratusan orang Israel yang lapar dan berpaling kepada orang asing. Kita mengangguk sopan pada rahmat sampai rahmat itu diberikan kepada orang yang menurut kita tidak pantas. Rekan kerja yang licik tapi hidupnya lancar. Saudara yang meninggalkan gereja tetapi tampak damai. Orang dari agama lain yang lebih jujur daripada kita. Ada bagian dalam diri kita yang lebih suka Allah yang adil menurut pembukuan kita sendiri daripada Allah yang bebas. Hari ini juga: tulis satu nama orang yang diam-diam Anda anggap tidak berhak menerima kebaikan Allah, lalu doakan nama itu dengan suara terdengar, satu kalimat, minta Allah memberkatinya.
Interteks
Ketiga jawaban Yesus datang dari Ulangan 6 dan 8, dari bagian di mana Musa menjelaskan mengapa Allah membiarkan Israel lapar di gurun: supaya mereka belajar bahwa "Manusia hidup bukan dari roti saja." Yesus tidak sedang memamerkan hafalan; Ia berdiri di dalam pengalaman umat-Nya dan memilih untuk percaya di titik mereka menyerah. Dan cerita Elia yang dipakai-Nya di Nazaret bukan cerita netral. Pada zaman Elia, langit tertutup justru karena Israel menyembah Baal; janda Sarfat menerima roti yang tidak habis di tengah negeri yang menolak nabinya. Yesus memilih dua kisah dari masa kemurtadan nasional, dan dengan itu menempatkan pendengar-Nya bukan di pihak Naaman yang disembuhkan, melainkan di pihak Israel yang melewatkan kesempatannya.
Detail
Perhatikan di mana Yesus berhenti membaca. Ia mengakhiri dengan "tahun rahmat Tuhan sudah datang", lalu menutup gulungan itu, mengembalikannya, dan duduk. Padahal kalimat Yesaya belum selesai: baris berikutnya berbicara tentang hari pembalasan Allah, dan justru baris itulah yang paling ditunggu di desa yang tanahnya diinjak serdadu asing. Yesus memotong tepat sebelum kata yang mereka rindukan. Lalu Ia duduk, posisi seorang guru yang hendak mengajar dengan wewenang, dan seluruh ruangan menahan napas. Penghakiman tidak dibatalkan, tetapi ditunda; yang dibuka sekarang adalah pintu rahmat, dan pintu itu lebih lebar daripada perbatasan Israel. Kemarahan di ayat 28 lahir dari sana: mereka datang untuk mendengar vonis atas musuh, dan pulang mendengar undangan bagi musuh.
Pertanyaan
Kalau Yesus benar-benar datang membebaskan tawanan dan memulihkan orang buta, mengapa Ia lalu pergi? Di ayat 42 orang banyak menghalangi-Nya, memohon Ia tinggal, dan masih ada yang sakit di Kapernaum pagi itu. Jawaban-Nya keras: "Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah ke kota-kota lain juga." Ia tidak menghabiskan semua penyakit di satu kota. Ini yang sulit kita terima: Kerajaan itu sungguh datang, tetapi tidak menyapu bersih. Ada yang disembuhkan matahari terbenam itu, dan ada yang tidak. Teks ini tidak menjelaskan mengapa yang satu dan bukan yang lain, sama seperti tidak dijelaskan mengapa Naaman dan bukan penderita kusta Israel lainnya. Kita berdiri di sana bersama orang banyak, memegang lengan-Nya, dan Ia tetap berjalan.
Refleksi
Kalau Yesus membaca Yesaya 61 di gereja Anda hari ini dan berhenti tepat sebelum kata "pembalasan", siapa yang paling Anda ingin Ia sebutkan setelah itu, dan apa artinya keinginan itu tentang hati Anda?
Di mana Anda diam-diam berharap Yesus tinggal dan menyelesaikan segalanya untuk Anda, sementara Ia justru berkata bahwa Ia diutus untuk pergi ke kota-kota lain juga?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 4
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 4?
Tentang apakah LUKAS 4?
Apa konteks historis dari LUKAS 4?
Apa yang LUKAS 4 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 4 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 4
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena berita tentang Engkau tersebar ke segala tempat di daerah sekitar itu, dan tidak berhenti di sana. Kabar itu sampai juga ke telingaku, ke rumahku, ke hatiku. Aku bersyukur kuasa-Mu atas roh jahat membuat orang tidak bisa diam, dan aku pun boleh ikut menceritakan-Mu.
Terima kasih, Tuhan, untuk saat hening di sinagoge itu, ketika Yesus menutup kitab, duduk, dan mata semua orang tertuju kepada-Nya. Terima kasih karena Firman yang dibacakan menemukan pusatnya pada Yesus. Tolong arahkan mataku juga kepada-Nya hari ini.
Dan, ada banyak orang kusta di Israel pada zaman Nabi Elisa, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang ditahirkan kecuali Naaman, orang Siria itu." Yesus mengatakan itu di kampung halaman sendiri, di depan orang yang mengenal Dia sejak kecil. Dekat dengan rumah Tuhan ternyata bukan jaminan disentuh oleh-Nya. Yang datang dengan hati terbuka yang pulang tahir. Hatimu bagaimana hari ini?
Sarfat itu wilayah Sidon, tanah asing, tanah Izebel. Di sanalah Elia dikirim: "kecuali kepada seorang janda di Sarfat, di wilayah Sidon." Bukan ke janda-janda Israel yang juga lapar. Orang Nazaret marah mendengar ini, sebab mereka pikir anugerah itu milik mereka karena kenal Yesus sejak kecil. Kamu pun bisa akrab dengan gereja tapi asing dari kasih karunia. Siapa "orang Sidon" yang sulit kamu terima diberkati Allah?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
