YESAYA 59:2
Teksnya
Bayangkan halaman Bait Allah penuh sesak. Orang-orang berpuasa, merobek pakaian, berseru sampai suara serak. Dan tidak terjadi apa-apa. Langit diam seperti langit-langit batu. Lalu muncul pertanyaan yang berbisik di setiap hati: apakah Tuhan sudah terlalu tua untuk menolong, terlalu tuli untuk mendengar? Nabi menjawab dengan dua kalimat yang menutup pintu itu rapat-rapat. Tangan TUHAN tidak terlalu pendek, telinga-Nya tidak tumpul. "Akan tetapi, kejahatan-kejahatanmulah yang memisahkan antara kamu dan Allahmu, dan dosa-dosamulah yang membuat Ia menyembunyikan wajah-Nya darimu sehingga Dia tidak mendengar." Masalahnya bukan di pihak Allah. Ada sesuatu yang berdiri di antara mereka, dan sesuatu itu dibangun oleh tangan mereka sendiri, batu demi batu, hari demi hari, tanpa pernah mereka sebut namanya.
Intinya
Ayat ini membongkar satu dugaan yang sangat manusiawi: bahwa kalau doa tidak dijawab, pasti Allah yang berubah. Yesaya membalik arah tuduhan. Allah tetap sama kuatnya, sama dekatnya; yang berubah adalah kita. Kata yang dipakai untuk "memisahkan" melukiskan sesuatu yang membelah, memotong, membuat jurang di tempat yang tadinya satu. Dosa bukan sekadar pelanggaran aturan yang dicatat di buku besar surga; dosa punya daya pisah, ia merusak hubungan seperti pengkhianatan merusak pernikahan. Dan perhatikan betapa pribadinya kalimat ini: bukan "dosa manusia" secara umum, melainkan "dosa-dosamu", "Allahmu". Di sinilah letak kerasnya sekaligus anugerahnya. Keras, karena kita kehilangan alasan untuk menyalahkan Allah. Anugerah, karena kalau penghalangnya ada di pihak kita, maka penghalang itu bisa disingkirkan, dan Yesaya belum selesai bicara.
Benang Merah
Yesaya tidak berhenti pada diagnosis. Dua puluh ayat kemudian Allah memandang berkeliling dan "heran bahwa tidak ada seorang pun yang bersyafaat", lalu Ia melakukan sesuatu yang mengejutkan: "tangan-Nya sendiri memberi Dia keselamatan". Tangan yang disebut tidak terlalu pendek di ayat 1 ternyata bukan sekadar mampu menolong, melainkan turun sendiri karena tidak ada orang lain yang sanggup. Jurang yang digali manusia dijembatani oleh Allah dari sisi-Nya. Di sinilah salib sudah terbayang dalam garis besarnya: Penebus yang datang ke Sion bukan sebagai pahlawan yang dikirim manusia, melainkan sebagai Allah yang mengenakan baju zirah kebenaran-Nya sendiri. Perjanjian Baru memberi nama pada sosok itu. Yang dipisahkan oleh dosa disatukan kembali bukan dengan penyangkalan dosa, tetapi dengan penanggungannya. Wajah yang disembunyikan akhirnya menoleh, dan yang menanggung penyembunyian itu adalah Yesus, yang di kayu salib berseru karena wajah itu tidak terlihat.
Cermin
Kita jarang menyalahkan Allah dengan terus terang. Kita melakukannya dengan cara yang lebih sopan: berhenti berdoa, mengisi Minggu pagi dengan urusan lain, menyimpulkan diam-diam bahwa iman "tidak bekerja untuk saya". Sementara itu ada hal-hal yang kita tahu persis sedang berdiri di antara kita dan Allah. Laporan pekerjaan yang dipoles sedikit terlalu jauh. Kemarahan terhadap saudara yang sudah tujuh tahun dipelihara dengan rapi. Kebiasaan malam hari yang kita bawa ke tempat tidur dan tidak pernah kita bawa ke dalam doa. Angka-angka yang tidak dilaporkan. Kata-kata tajam kepada pasangan yang selalu punya pembenaran. Teks ini tidak bertanya apakah Anda religius; ia bertanya apa yang sedang Anda bangun di antara diri Anda dan Allah. Hari ini juga: ambil kertas, tulis satu hal yang Anda tahu berdiri di antara Anda dan Allah, sebut namanya dengan jujur di hadapan-Nya, lalu robek kertas itu.
Profil
Pendengar pertama adalah orang-orang yang pulang dari pembuangan atau hidup sesudahnya, di Yerusalem yang reyot. Bait Allah berdiri, ibadah berjalan, puasa dilakukan dengan tekun, tetapi kota itu tetap kecil, miskin, dikelilingi tetangga yang bermusuhan. Janji-janji besar pasal-pasal sebelumnya tentang kemuliaan Sion terasa seperti surat yang salah alamat. Mereka bertanya, seperti kita bertanya: di mana Allah yang membelah laut itu? Jawaban nabi pasti menyakitkan. Bukan Babel yang menjadi soal, bukan Persia, bukan sejarah; soalnya ada di tangan mereka sendiri yang, menurut ayat berikutnya, "dinajiskan oleh darah". Komunitas yang menganggap diri korban diberi tahu bahwa mereka juga pelaku. Penindasan ekonomi, kesaksian palsu di pintu gerbang, keadilan yang "didesak ke belakang": semua itu terjadi di antara sesama orang yang baru saja pulang dari hukuman.
Detailnya
"Menyembunyikan wajah-Nya." Dalam dunia Alkitab, wajah adalah kehadiran dan perkenan. Berkat imam memohon agar TUHAN menyinarkan wajah-Nya; menyembunyikan wajah adalah kebalikan yang mengerikan dari berkat itu. Tapi perhatikan nuansanya: ini bukan Allah yang pergi, bukan Allah yang mati, bukan Allah yang berpindah ke bangsa lain. Ia masih di sana, sedekat sebelumnya. Hanya wajah-Nya yang berpaling. Itu bahasa relasi yang terluka, bukan bahasa perceraian. Siapa pun yang pernah duduk semeja dengan orang yang dicintainya dan tidak mendapat tatapan tahu persis beratnya. Dan justru karena wajah itu masih ada, masih bisa berbalik, teks ini bukan vonis akhir. Yang disembunyikan dapat dinyatakan kembali. Itulah sebabnya pasal ini berakhir dengan Penebus, bukan dengan pintu yang terkunci.
Tokoh Utamanya
Tokoh utama ayat ini adalah Allah yang tidak berubah sementara umat-Nya berubah. Gambarannya bukan dewa yang murung dan mudah tersinggung, melainkan Pribadi yang tangan-Nya tetap terulur dan telinga-Nya tetap terbuka, yang justru karena itu terluka oleh apa yang dilakukan umat-Nya. Kekudusan-Nya bukan kerewelan; kekudusan-Nya adalah alasan mengapa dosa benar-benar memisahkan, sebagaimana cahaya dan kegelapan tidak dapat menempati ruang yang sama. Lalu lihat apa yang Ia lakukan dengan keterpisahan itu. Ia tidak menunggu umat-Nya memperbaiki diri; Ia heran melihat tidak ada seorang pun, dan Ia sendiri turun tangan. Allah dalam pasal ini adalah Allah yang menyembunyikan wajah-Nya karena mengasihi dengan serius, dan yang datang sendiri karena mengasihi sampai tuntas.
Refleksi
Kalau doa Anda terasa seperti berbicara ke langit-langit batu, apa yang paling Anda hindari untuk diperiksa dalam hidup Anda sendiri?
Apa bedanya bagi Anda antara Allah yang tidak mau mendengar dan Allah yang menyembunyikan wajah-Nya namun tetap ada di sana?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 59:2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 59:2?
Tentang apakah YESAYA 59:2?
Apa konteks historis dari YESAYA 59:2?
Apa yang YESAYA 59:2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 59:2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 59
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Siapa yang menjauhi kejahatan menjadikan dirinya mangsa." Kalimat itu mungkin terasa terlalu akrab bagimu. Kamu memilih jujur, lalu justru kamu yang dirugikan. Tapi jangan berhenti di situ. Ayat yang sama berkata, "TUHAN melihatnya." Integritasmu tidak jatuh ke ruang kosong. Ada Mata yang mencatat, dan Dia tidak tinggal diam.
Terima kasih, Tuhan, Engkau sendiri yang mengenakan kebenaran sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan. Engkau tidak berdiam diri melihat ketidakadilan, tetapi turun tangan dan berperang bagiku. Aku bersyukur keselamatanku bergantung pada kekuatan-Mu, bukan pada kekuatanku.
Mereka mengandung kejahatan dan melahirkan kedurhakaan." Kejahatan tidak lahir mendadak. Ia dikandung dulu, diberi tempat, dirawat diam-diam dalam pikiran sampai cukup kuat untuk keluar jadi perbuatan.
Yesaya juga menyebut: tidak ada yang menyerukan keadilan. Diam pun bisa jadi bagian dari dosa itu. Apa yang sedang kausimpan dan kaubiarkan bertumbuh sekarang?
Sesuai dengan perbuatan mereka, demikianlah Dia akan membalas," kata Yesaya 59:18. Allah tidak menutup mata pada ketidakadilan yang kamu alami. Tapi ayat ini juga menggeser tempat dudukku: apakah aku selalu berdiri di pihak yang dibela? Syukurlah, beberapa ayat kemudian datang Sang Penebus bagi mereka yang berbalik dari pelanggaran.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi