Penjelasan Alkitab

YEREMIA 9:23

Alkitab

Teks

Di tengah ratapan atas Yerusalem yang akan menjadi tumpukan puing, TUHAN tiba-tiba berbicara tentang kebanggaan. Tiga golongan disebut satu per satu, dan masing-masing dilarang bermegah atas apa yang paling mereka andalkan: "Janganlah orang bijaksana membanggakan diri karena hikmatnya, janganlah orang kuat membanggakan diri karena kekuatannya, janganlah orang kaya membanggakan diri karena kekayaannya." Tiga pilar yang menopang sebuah kota kuno, yaitu nasihat, pedang, dan perak, dicabut sekaligus. Dan ayat berikutnya memberi satu-satunya kemegahan yang tersisa: mengenal TUHAN sendiri. Jadi ayat ini bukan khotbah umum tentang kerendahan hati, melainkan daftar inventaris kekayaan Yehuda yang dibacakan keras-keras tepat sebelum semuanya hilang.

Inti

Bayangkan Yerusalem menjelang keruntuhan: para penasihat istana yang tahu persis bagaimana bermain antara Mesir dan Babel, para perwira yang menghitung ketebalan tembok, para pedagang yang gudangnya penuh. Mereka tidak bodoh, tidak lemah, tidak miskin. Justru itulah masalahnya. Ketiga hal yang dilarang untuk dibanggakan bukan dosa; hikmat, kekuatan, dan kekayaan semuanya adalah pemberian. Yang membunuh adalah kata "membanggakan diri", yaitu meletakkan berat hidup pada sesuatu yang bisa dirampas dalam satu musim pengepungan. Dan perhatikan apa yang TUHAN tawarkan sebagai gantinya: bukan kesalehan, bukan prestasi rohani, melainkan mengenal Dia. Padahal di pasal ini keluhan-Nya berulang justru "mereka tidak mengenal Aku". Penghakiman dan tawaran keselamatan di sini memakai kata yang sama. Yang hilang itu jugalah yang dikembalikan.

Benang Merah

Kalimat ini tidak berhenti di Yeremia. Enam abad kemudian seorang rabi dari Tarsus menulis kepada jemaat di kota pelabuhan Korintus, kota yang gila pada tiga hal yang persis sama: retorika yang cerdas, kekuatan sosial, dan uang. Paulus mengambil kalimat Yeremia ini hampir utuh dan meletakkannya di bawah salib: siapa yang hendak bermegah, bermegahlah di dalam Tuhan. Letaknya tidak kebetulan. Di salib ketiga pilar itu runtuh serentak, karena di sana hikmat dunia tampak bodoh, kekuatan tampak kalah, dan kekayaan tidak membeli apa pun. Yang tersisa hanyalah mengenal Dia, dan justru di sanalah Allah memperkenalkan diri paling jelas. Yeremia meratap karena umat-Nya tidak mengenal TUHAN; Kristus datang supaya pengenalan itu tidak lagi bergantung pada kecerdasan, otot, atau saldo seseorang.

Cermin

Buatlah daftar Anda sendiri. Bukan daftar dosa, melainkan daftar hal-hal baik yang diam-diam Anda andalkan. Mungkin itu kemampuan Anda membaca situasi lebih cepat daripada orang lain di ruang rapat. Mungkin tubuh yang masih kuat, yang membuat Anda belum perlu memikirkan usia. Mungkin tabungan pendidikan anak yang sudah aman, atau nama baik keluarga Anda di gereja. Semuanya pemberian, semuanya pantas disyukuri, dan semuanya bisa lenyap dalam satu kabar dari dokter, satu keputusan perusahaan, satu musim buruk. Yeremia tidak menyuruh Anda membuang semua itu. Ia menyuruh Anda memindahkan berat badan Anda, berdiri bukan di atasnya melainkan di atas pengenalan akan TUHAN. Hari ini juga: tulis di secarik kertas tiga hal yang paling sering Anda sebut ketika orang bertanya mengapa hidup Anda baik-baik saja, lalu tulis di bawahnya satu kalimat, "Aku mengenal TUHAN," dan bacalah keras-keras.

Detail

Kata Ibrani di balik "membanggakan diri" adalah halal. Telinga Anda mungkin sudah mengenalnya, karena itulah akar kata "haleluya", yaitu pujilah TUHAN. Jadi yang dilarang bukanlah kemampuan memuji, melainkan arah pujian itu. Halal aslinya berarti bersinar, lalu memuji-muji sesuatu sampai ia bersinar di mata orang lain. Setiap orang melakukannya; kita semua sedang membuat sesuatu berkilau dengan cara kita membicarakannya. Perhatikan percakapan di meja makan atau di grup pesan Anda, dan Anda akan menemukan apa yang sedang Anda sinari. Yeremia tidak menuntut orang Yehuda berhenti bersinar-sinar; ia menuntut mereka memindahkan sorot lampunya. Ayat 24 memakai kata yang sama dua kali, seolah berkata: silakan bermegah sepuasnya, asal tentang Aku.

Intertekstual

Dengarkan gema dari jauh. Nyanyian Hana di Silo, ketika ia menyerahkan anaknya yang lama dinanti, memakai pola yang sama: jangan berkata-kata tinggi, sebab TUHANlah yang merendahkan dan meninggikan, yang membuat miskin dan kaya. Perempuan tanpa kuasa itu sudah melihat apa yang kemudian ditolak oleh para penasihat istana Yerusalem. Dan di dalam pasal ini sendiri ada kontras yang lebih tajam lagi. Ayat 12 bertanya, "Siapakah orang bijaksana yang dapat mengerti hal ini?" Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban, sampai ayat 24 memberikannya: yang benar-benar bijaksana adalah orang yang "mengerti dan mengenal Aku". Hikmat tidak dihapus, melainkan didefinisikan ulang. Ia bukan kemampuan menganalisis krisis, melainkan mengenal Pribadi yang berbicara di tengah krisis itu.

Profil

Pendengar pertama berdiri di kota yang masih utuh. Tembok masih berdiri, Bait Allah masih berasap oleh kurban, pasar masih ramai. Di telinga mereka, kata-kata Yeremia terdengar seperti penghinaan terhadap segala yang membuat Yehuda masih bernapas di antara dua imperium. Para ahli kitab yakin mereka memegang hikmat; para perwira baru saja memperkuat gerbang; para pedagang tahu bahwa uang selalu menemukan jalan keluar. Dan di ruangan yang sama, menurut ayat-ayat sebelumnya, sudah dipanggil perempuan-perempuan peratap, para profesional dukacita dengan suara serak dan pakaian kabung, untuk melatih anak-anak gadis menyanyikan lagu penguburan. Di tengah suara itulah daftar kebanggaan dibacakan. Mereka mendengar bukan nasihat moral, melainkan pemberitahuan: semua yang kaupegang sedang dihitung mundur, kecuali satu.

Apa yang paling sering Anda sinari dalam percakapan minggu ini, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang tempat Anda berdiri?

Jika hikmat, kekuatan, dan kekayaan Anda hilang bulan depan, apa yang tersisa dari pengenalan Anda akan TUHAN?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Jeremiah 9:23

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti YEREMIA 9:23?
Di tengah ratapan atas Yerusalem yang akan menjadi tumpukan puing, TUHAN tiba-tiba berbicara tentang kebanggaan. Tiga golongan disebut satu per satu, dan masing-masing dilarang bermegah atas apa yang paling mereka andalkan: "Janganlah orang bijaksana membanggakan diri karena hikmatnya, janganlah orang kuat membanggakan diri karena kekuatannya, janganlah orang kaya membanggakan diri karena kekayaannya.
Tentang apakah YEREMIA 9:23?
Bayangkan Yerusalem menjelang keruntuhan: para penasihat istana yang tahu persis bagaimana bermain antara Mesir dan Babel, para perwira yang menghitung ketebalan tembok, para pedagang yang gudangnya penuh. Mereka tidak bodoh, tidak lemah, tidak miskin. Justru itulah masalahnya. Ketiga hal yang dilarang untuk dibanggakan bukan dosa; hikmat, kekuatan, dan kekayaan semuanya adalah pemberian.
Apa konteks historis dari YEREMIA 9:23?
Kalimat ini tidak berhenti di Yeremia. Enam abad kemudian seorang rabi dari Tarsus menulis kepada jemaat di kota pelabuhan Korintus, kota yang gila pada tiga hal yang persis sama: retorika yang cerdas, kekuatan sosial, dan uang. Paulus mengambil kalimat Yeremia ini hampir utuh dan meletakkannya di bawah salib: siapa yang hendak bermegah, bermegahlah di dalam Tuhan.
Apa yang YEREMIA 9:23 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Buatlah daftar Anda sendiri. Bukan daftar dosa, melainkan daftar hal-hal baik yang diam-diam Anda andalkan. Mungkin itu kemampuan Anda membaca situasi lebih cepat daripada orang lain di ruang rapat. Mungkin tubuh yang masih kuat, yang membuat Anda belum perlu memikirkan usia. Mungkin tabungan pendidikan anak yang sudah aman, atau nama baik keluarga Anda di gereja.
Bagaimana YEREMIA 9:23 masih relevan hari ini?
Kata Ibrani di balik "membanggakan diri" adalah halal. Telinga Anda mungkin sudah mengenalnya, karena itulah akar kata "haleluya", yaitu pujilah TUHAN. Jadi yang dilarang bukanlah kemampuan memuji, melainkan arah pujian itu. Halal aslinya berarti bersinar, lalu memuji-muji sesuatu sampai ia bersinar di mata orang lain.

Apa yang menyentuh hati Anda dalam Jeremiah 9?

Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi