YOHANES 17:20
Teks Itu Sendiri
Di tengah doa panjang menjelang Getsemani, Yesus tiba-tiba memperlebar lingkaran. Sampai ayat 19 Ia berbicara tentang "mereka": kesebelas orang yang duduk di ruangan itu, yang sebentar lagi akan lari. Lalu kalimat ini: "Aku tidak hanya berdoa untuk mereka, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka." Satu kalimat, dan ruangan itu seolah kehilangan dindingnya. Doa-Nya tidak berhenti di meja perjamuan; ia merembes keluar, melewati tahun-tahun, melewati laut dan bahasa, sampai ke tempat Anda membaca ini sekarang. Yesus sedang berdoa untuk orang-orang yang belum lahir, yang akan percaya bukan karena melihat Dia, melainkan karena mendengar kata-kata orang lain tentang Dia.
Inti Pesannya
Yang mengguncang di sini bukan kehangatan "Yesus mendoakan kita", melainkan cara keselamatan itu dirancang. Allah memilih untuk mengikat iman generasi berikutnya pada perkataan manusia yang rapuh. Tidak ada jalan pintas, tidak ada wahyu langsung yang melewati suara orang lain. Iman datang melalui mulut yang bisa gagap, salah ingat, bahkan mengkhianati, seperti Petrus beberapa jam kemudian. Dan justru di atas rantai yang begitu tipis itu Yesus meletakkan doa-Nya, seakan berkata: Aku tahu siapa mereka, dan Aku tetap mempercayakan diri-Ku kepada suara mereka. Di situlah anugerah terlihat telanjang. Allah tidak mengamankan karya-Nya dengan mengurangi risiko manusiawi, tetapi dengan berdoa. Keselamatan kita, ternyata, lebih dulu ada di dalam doa Yesus daripada di dalam keputusan kita.
Benang Merah
Perhatikan apa yang sedang terjadi di ruangan itu: Yesus berdoa sebagai Imam. Bukan di Bait Allah, bukan dengan darah hewan, melainkan dengan suara-Nya sendiri dan tubuh-Nya yang beberapa jam lagi akan diserahkan. Imam Besar di Israel masuk ke ruang mahakudus sambil membawa nama-nama kedua belas suku di dadanya. Di sini Yesus membawa lebih banyak nama, nama-nama yang belum ada. Ia mengucapkan doa yang isinya adalah masa depan umat-Nya. Dan ini bukan momen tunggal yang berlalu; Ibrani menyebut Dia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara. Artinya, kalimat di ayat 20 bukan kenangan dari tahun 30-an Masehi, melainkan bentuk permanen dari bagaimana Kristus berhubungan dengan kita. Rantai itu dimulai dari Abraham, "olehmu semua kaum di bumi akan diberkati", dan di ruangan ini rantainya menyentuh kita.
Cermin
Ada pertanyaan yang jarang kita ucapkan keras-keras: apakah iman saya bisa dipercaya? Anda yang membaca setiap pagi tahu betul hari-hari ketika doa terasa seperti berbicara ke langit-langit kamar. Anda mengajar kelas, memimpin kelompok, menidurkan anak, dan diam-diam bertanya apakah semua ini bertumpu pada sesuatu yang nyata atau hanya pada kebiasaan yang diwariskan. Ayat ini memindahkan titik tumpu. Iman Anda tidak bermula dari keputusan Anda di suatu kebaktian; ia bermula dari mulut Yesus, bertahun-tahun sebelum ibu Anda lahir. Dan ada sisi lain yang menusuk: iman Anda sampai kepada Anda melalui seseorang. Seorang nenek, guru sekolah minggu, teman yang keras kepala. Mereka adalah "pemberitaan mereka" yang Yesus sebut. Hari ini, tuliskan satu nama orang yang melaluinya Anda pertama kali percaya, lalu ucapkan nama itu dalam doa singkat dan berterima kasihlah kepada Allah untuk mulut yang rapuh itu.
Detail yang Mudah Terlewat
Dalam bahasa aslinya, kata kerja "percaya" di ayat ini berbentuk sedang berlangsung, bukan selesai: pisteuontōn, "mereka yang sedang percaya". Yesus tidak berdoa untuk sebuah daftar nama yang sudah dikunci, melainkan untuk sebuah arus yang terus mengalir, orang demi orang, abad demi abad. Dan satu kata lagi yang mudah dilewati: "melalui pemberitaan mereka", secara harfiah "melalui perkataan mereka", logos yang sama dengan kata yang dipakai Yesus di ayat 14 tentang firman Bapa yang Ia berikan kepada murid-murid. Jadi perkataan para murid bukan tambahan manusiawi di atas firman Allah; itu adalah firman Allah yang sudah dititipkan, lalu diteruskan. Seolah ada satu suara yang berpindah dari mulut ke mulut tanpa kehilangan pemiliknya. Itu sebabnya khotbah yang biasa-biasa saja pun bisa menghancurkan hati seseorang.
Pertanyaan yang Tersisa
Kalau Yesus sudah berdoa untuk semua yang akan percaya, mengapa begitu banyak yang tidak pernah mendengar, dan mengapa yang mendengar pun sering tidak percaya? Doa-Nya di ayat 9 bahkan lebih tajam: "Aku tidak berdoa untuk dunia." Kalimat itu terasa dingin, dan saya tidak akan memperhalusnya. Ada batas yang digambar di sini antara mereka yang diberikan kepada Anak dan dunia yang membenci. Namun lihat ke mana batas itu bergerak di ayat 21: supaya dunia percaya. Lingkaran yang tampak tertutup ternyata dibuka justru agar menjangkau yang di luar. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana pilihan Allah dan tanggung jawab kita bertemu tanpa saling meniadakan. Yang bisa saya katakan: Yesus tidak berdoa untuk menutup pintu, Ia berdoa supaya ada orang yang masuk. Sisanya saya biarkan menjadi keheningan yang hormat.
Para Pendengar Pertama
Yohanes menulis puluhan tahun setelah malam itu, untuk jemaat yang mungkin sudah generasi kedua atau ketiga. Mereka tidak pernah melihat Yesus. Mereka hidup dengan kecurigaan tetangga, dengan sinagoge yang menutup pintu, dengan kekaisaran yang tidak peduli. Pasti ada yang berbisik: kami hanya mendengar cerita; para saksi mata sudah mati. Bayangkan mereka mendengar ayat ini dibacakan dengan suara keras di sebuah rumah kecil. Yesus sendiri, pada malam terakhir-Nya, menyebut mereka. Bukan sebagai pelengkap, bukan sebagai rombongan kelas dua yang terlambat datang, melainkan sebagai isi doa-Nya. Bagi mereka ini bukan penghiburan manis; ini sertifikat keabsahan. Iman yang datang melalui telinga bukan iman yang lebih rendah. Itu justru bentuk iman yang Yesus doakan sejak awal.
Refleksi
Jika iman Anda lebih dulu ada di dalam doa Yesus daripada di dalam keputusan Anda, apa yang berubah pada hari-hari ketika Anda merasa imanmu tipis?
Siapa yang sedang mendengar "perkataan" Anda tentang Kristus, dan apakah Anda sadar bahwa suara Anda sedang menjadi mata rantai dalam doa ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 17:20
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 17:20?
Tentang apakah YOHANES 17:20?
Apa konteks historis dari YOHANES 17:20?
Apa yang YOHANES 17:20 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 17:20 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang John 17
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Yesus, karena Engkau sudah memberikan firman Bapa kepada kami. Saat dunia menolak dan membenci, kami tahu kami tidak sendirian, sebab Engkau lebih dulu bukan dari dunia ini. Sungguh melegakan menjadi milik-Mu, bukan milik dunia.
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, Aku juga mengutus mereka ke dalam dunia." Perhatikan dua kata itu: sama seperti. Yesus tidak berteriak dari jauh. Dia masuk, makan bersama orang berdosa, menangis di kubur Lazarus. Begitu juga kamu diutus. Bukan ke tempat yang aman, tapi ke dalam hidup orang yang berantakan. Ke mana Dia mengutusmu hari ini?
Doa panjang Yesus sebelum salib berakhir dengan kalimat ini: "supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka, dan Aku di dalam mereka." Perhatikan, Dia tidak berdoa supaya kita dikasihi dari jauh. Kasih itu ditaruh di dalam. Dan Yesus sendiri ikut masuk. Jadi saat kamu merasa hampa hari ini, tanyakan: apa yang sedang menutupi Dia yang sudah tinggal di dalammu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi