YOSUA 24:28
Teks Itu Sendiri
Setelah sumpah diucapkan, batu didirikan, dan kata-kata perjanjian dituliskan, upacara itu berakhir dengan satu kalimat yang nyaris tak terdengar: "Sesudah itu, Yosua pergi melepas bangsa itu, masing-masing kepada tanah milik pusakanya." Massa yang berdiri di hadapan Allah itu dibubarkan. Setiap orang pulang, ke ladangnya sendiri, ke desanya sendiri, ke sumur dan kandang dan tetangganya sendiri. Perjanjian besar di Sikhem berakhir bukan dengan perayaan, melainkan dengan orang-orang yang berjalan pulang.
Inti
Ayat ini menempatkan iman di tempat yang paling tidak dramatis: di rumah. Selama empat puluh tahun Israel hidup sebagai satu gumpalan manusia, satu tiang awan, satu perkemahan, satu suara. Di Sikhem gumpalan itu dilepaskan. Mulai hari itu ketaatan kepada TUHAN tidak lagi diawasi oleh dua juta pasang mata, tetapi diuji di kebun anggur yang "tidak kamu tanami" (ayat 13), di antara tetangga Kanaan yang punya patung kesuburan di sudut halaman. Kata Ibrani untuk "melayani", avad, sama dengan kata untuk mengerjakan tanah. Melayani TUHAN dan menggarap tanah memakai kata yang sama. Justru di sanalah perjanjian itu diuji: bukan di bawah pohon ek, melainkan di antara bajak dan panen.
Benang Merah
Sikhem bukan tempat sembarangan. Di sanalah Abraham pertama kali mendengar janji tentang tanah ini; di sanalah tulang-tulang Yusuf akhirnya dikuburkan (ayat 32), di tanah yang dibeli Yakub. Lingkaran itu tertutup: apa yang dijanjikan kepada seorang pengembara tanpa tanah kini dibagikan kepada ribuan keluarga yang pulang ke milik pusakanya. Namun pembubaran ini juga membuka babak baru yang getir. Kitab Hakim-Hakim dimulai persis di titik ini, dan kita tahu apa yang terjadi ketika generasi berikutnya tidak lagi mengenal perbuatan TUHAN. Perjanjian yang diucapkan dengan mulut tidak diwariskan lewat darah. Itulah sebabnya nubuat kemudian menjanjikan hukum yang dituliskan bukan pada batu, melainkan di dalam hati, janji yang digenapi ketika Kristus menyebut cawan itu perjanjian baru dalam darah-Nya.
Cermin
Kita mahir dalam momen Sikhem. Retret yang mengubah hidup, ibadah yang menembus hati, doa penyerahan yang diucapkan dengan air mata. Yang sulit adalah hari Senin: rapat kerja yang licik, anggaran rumah tangga yang menekan, anak remaja yang membanting pintu, tubuh yang mulai mengecewakan. Di sana tidak ada Yosua yang berkhotbah, tidak ada batu besar di bawah pohon ek, tidak ada seribu orang yang berseru "Kamilah saksi." Ada Anda, dan pilihan-pilihan kecil yang tidak seorang pun lihat. Berhala zaman ini pun tidak berbentuk patung; ia berbentuk kalkulasi keamanan finansial dan kebutuhan untuk dihormati. Hari ini juga, tuliskan pada selembar kertas satu hal konkret yang Anda andalkan untuk merasa aman selain Allah, lalu ucapkan ayat 24 dengan suara keras sambil memegang kertas itu: "Kami akan melayani TUHAN, Allah kami, dan akan menaati firman-Nya."
Jalinan dengan Nas Lain
Ayat 31 adalah komentar paling jujur atas ayat 28: "Orang Israel melayani TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang masa para tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, yang mengetahui segala perbuatan yang TUHAN lakukan bagi Israel." Kesetiaan itu bertahan tepat selama ingatan bertahan. Itulah sebabnya Yosua mendirikan batu sebagai "peringatan" (ayat 27), sebuah saksi bisu untuk generasi yang tidak melihat Laut Teberau terbelah. Dan itu pula sebabnya Yosua berani berkata di ayat 19, "Kamu tidak sanggup melayani TUHAN," sebuah kalimat yang terdengar seperti sabotase, tetapi sebenarnya adalah kejujuran pastoral: janji yang diucapkan di puncak emosi tidak akan bertahan tanpa anugerah yang menopangnya.
Profil Pendengar
Bayangkan mereka: petani dan gembala yang baru beberapa tahun berhenti mengembara, kulit terbakar matahari, kaki berdebu dari perjalanan ke Sikhem. Lembah itu terjepit antara Gunung Ebal dan Gunung Gerizim, tempat berkat dan kutuk pernah diserukan. Bau ternak, asap, keringat manusia yang berdesakan. Di hadapan mereka seorang tua berusia mendekati seratus sepuluh tahun, yang semua orang tahu tidak akan lama lagi. Ketika Yosua melepas mereka, sebagian pasti merasa lega dan sebagian merasa ngeri. Sebab pulang berarti hidup berbatasan dengan orang Kanaan yang lebih maju pertaniannya, yang punya dewa-dewa hujan dan panen, yang anak perempuannya cantik dan ramah. Sumpah di Sikhem akan diuji di pagar ladang, bukan di mimbar.
Sang Tokoh
Yosua di ayat ini melakukan hal yang paling sulit bagi seorang pemimpin: ia melepaskan. Ia tidak membangun struktur pengawasan, tidak menunjuk penerus, tidak menahan bangsa itu lebih lama di bawah pengaruhnya. Ia mengembalikan mereka kepada tanggung jawab mereka sendiri di hadapan Allah. Seluruh pidatonya sebelumnya adalah pidato seorang yang tahu dirinya akan mati; ia mendesak, ia menantang, ia bahkan mempersulit mereka dengan mengatakan mereka tidak sanggup. Lalu ia diam dan membiarkan mereka pergi. Ada keberanian iman di situ: kepercayaan bahwa yang memegang Israel bukanlah kehadiran Yosua, melainkan TUHAN yang telah membawa mereka keluar dari rumah perbudakan. Kepemimpinan yang sejati selalu berakhir dengan tangan yang terbuka.
Renungan
Di mana dalam hidup Anda "Sikhem" berakhir dan "tanah milik pusaka" dimulai, yaitu tempat di mana iman Anda tidak lagi disaksikan siapa pun?
Apa yang menjadi "batu peringatan" Anda, sesuatu yang konkret yang mengingatkan Anda pada perbuatan Allah ketika ingatan mulai memudar?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Joshua 24:28
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOSUA 24:28?
Tentang apakah YOSUA 24:28?
Apa konteks historis dari YOSUA 24:28?
Apa yang YOSUA 24:28 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOSUA 24:28 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Joshua 24
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, untuk kebebasan memilih hari ini kepada siapa kami beribadah, dan untuk keberanian Yosua yang berkata, "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN." Terima kasih untuk rumah kami, untuk setiap orang di dalamnya yang boleh ikut memilih Engkau.
Tidak! Kami akan beribadah kepada TUHAN." Jawaban yang cepat dan penuh semangat. Tapi Yosua baru saja memperingatkan bahwa mereka tidak akan sanggup. Aneh, ada pemimpin yang justru mempersulit orang untuk memilih Tuhan. Ia tahu, janji yang diucapkan tanpa menghitung harganya akan runtuh saat pertama kali diuji. Bagaimana dengan janji yang kauucapkan pagi ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi